Di Depan KPK, Bupati Sragen Akui Pernah Terima Gratifikasi

Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati, mengaku pernah menerima gratifikasi dari warganya saat kunjungan ke daerah-daerah.

 Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati menyerahkan piagam zona integritas kepada perwakilan kepala puskesmas di Aula Sukowati Setda Sragen, Senin (25/7/2022). (Solopos.com/Tri Rahayu)

SOLOPOS.COM - Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati menyerahkan piagam zona integritas kepada perwakilan kepala puskesmas di Aula Sukowati Setda Sragen, Senin (25/7/2022). (Solopos.com/Tri Rahayu)

Solopos.com, SRAGEN — Pejabat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Senin (25/7/2022) datang ke Kabupaten Sragen. Di hadapan mereka, Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati, mengakui pernah menerima gratifikasi dari masyarakat.

Ia menerima gratifikasi itu karena tak mau melukai hati warganya yang sudah susah payah menyiapkan barang itu. Gratifikasi yang diterima Bupati ternyata berupa lotis dan kacang rebus saat kunjungan kerja ke desa-desa.

PromosiBorong Penghargaan, Tokopedia Jadi Marketplace Favorit UMKM

“Seperti pencanangan Tumis beberapa hari lalu, saya pulang pasti di mobil sudah banyak aroma buah. Ada lotis, ada gedang godok [pisang rebus], hingga kacang godok. Bagaimana bisa kurus? Kalau tidak diterima khawatir melukai hati yang menyiapkan. Ibu-ibu PKK dan RT itu sudah ngemenke untuk menyiapkan makanan itu,” ujar Yuni.

Sementara kehadiran KPK di Sragen saat itu dalam rangka Pencanangan Zona Integritas dan Sosialisasi Pengendalian Gratifikasi, Whistle Blowing System, dan Penanganan Benturan Kepentingan. Kegiatan ini digelar di Aula Sukowati Setda Sragen.

Dalam kesempatan itu, Bupati bersama Wakil Bupati dan pejabat KPK sempat menyerahkan piagam kepada 27 lembaga yang dicanangkan sebagai zona integritas. Lembaga itu yakni 25 puskesmas, satu SD dan satu SMP.

Baca Juga: Terima Gratifikasi, Dua Mantan Pemeriksa Pajak Huni Bui

Kegiatan yang diinisiasi Inspektorat Sragen itu dihadiri Group Head II Program Pengendalian Gratifikasi KPK, Sugiarto dan Pemeriksa Gratifikasi KPK, Anjad Prasetyo. Sekretaris Daerah (Sekda) Tatag Prabawanto, seluruh pejabat eselon II, camat dan pejabat eselon III lainnya juga ikut hadir.

Bupati Yuni mengharapkan 27 lembaga yang dicanangkan sebagai zona integritas itu benar-benar bisa mendapatkan predikat wilayah bebas korupsi (WBK). Pencanangan zona integritas di Sragen sebenarnya sudah dilakukan sejak 2018. Sejak itu, Yuni sudah mencanangkan zona integritas di Pengadilan Agama, Pengadilan Negeri, Polres Sragen, dan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Sragen.

Sayangnya, menurut Bupati, semua hanya berhenti di pencanangan. Termasuk di dua dinas di lingkungan Pemkab Sragen, yakni Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) dan Dinas Penanaman Modal Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP).

Baca Juga: Dugaan Korupsi Pemkab Banjarnegara, KPK Periksa Anak Mantan Bupati

“Padahal semua bisa menjadi zona wilayah bebas korupsi. Untuk menuju ke sana, kami belajar mengenai gratifikasi dengan KPK,” ujarnya.

Yuni meminta seluruh pejabat yang hadir untuk belajar tentang gratifikasi bersama KPK. Ini agar mereka bisa melaksanakan tatak kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berdedikasi, serta mampu melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab.

Beda Hadiah dan Gratifikasi

Group Head II Program Pengendalian Gratifikasi KPK, Sugiarto, menyampaikan lebih baik mengundang KPK daripada diundang KPK. Sugiarto mengapresiasi ada sekolah dan puskesmas yang berani mencanangkan diri sebagai zona integritas.

Baca Juga: KPK Dalami Pembukuan Perusahaan Pemberi Suap Mantan Wali Kota Jogja

Dalam kesempatan itu, Sugiarto menyampaikan 30 jenis korupsi. Dari jumlah itu dibagi menjadi tujuh dan hanya empat di antaranya yang muncul di media massa, seperti gratifikasi, penyuapan, dan kerugian negara.

“Dari survei KPK, ternyata 37% penduduk Indonesia yang mengenal gratifikasi. Di lingkungan pegawai negeri sipil, hanya 13% yang paham gratifikasi,” ujarnya.

Sugiarto kemudian meminta peserta yang pernah menerima hadiah untuk angkat tangan. Mayoritas pejabat di dalam ruangan itu mengangkat tangan. Begitu Sugiarto bertanya siapa yang pernah menerima gratifikasi, ternyata hanya beberapa orang yang berani mengangkat tangan.

Dia menerangkan sejak PNS itu diambil sumpah dan janjinya maka hadiah yang diterima PNS itu disebut gratifikasi. Menurutnya ada 17 jenis gratifikasi, tetapi hanya satu gratifikasi yang dilarang, yakni yang berhubungan dengan jabatan dan secara kode etik dilarang. Gratifikasi itu disebut suap.

Baca Juga: Selamat! Sragen Raih Penghargaan Kabupaten Layak Anak 2022

“Jadi kalau ada PNS yang menikah, lahiran anak, dan hajatan lainnya, maka sumbangan atau kado yang diterima itu disebut gratifikasi pernikahan, gratifikai lahiran anak, dan gratifikasi hajatan lainnya,” katanya.

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini". Klik link https://t.me/soloposdotcom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Solopos.com Berita Terkini

Berita Terkait

Berita Lainnya

    Espos Plus

    Mengenal Perempuan Pencetus Kali Pertama Teori Pemanasan Global

    + PLUS Mengenal Perempuan Pencetus Kali Pertama Teori Pemanasan Global

    Banyak perempuan di dunia sains yang wafat tanpa menyaksikan masyarakat modern hidup dengan memanfaatkan dan mengakui kontribusi mereka. Eunice Newton Foote (1819-1888) adalah pencetus kali pertama teori pemanasan global.

    Berita Terkini

    Ndarboy Genk Tampil, Stadion Trikoyo Klaten Laksana Lautan Manusia

    Penyanyi lagu pop Jawa dan koplo, Ndarboy Genk, menggoyang panggung konser di Stadion Trikoyo Klaten, Minggu (7/8/2022) malam.

    Simpang Joglo Solo Ditutup 3 Bulan, Ini Rute Pengalihan Kendaraan Berat

    Kementerian Perhubungan telah menyiapkan manajemen rekayasa lalu lintas pengalihan kendaraan berat saat simpang Joglo ditutup total selama tiga bulan.

    Daftar Kekosongan Jabatan Perangkat Desa di Eks Kawedanan Kota Klaten

    Berikut kekosongan jabatan perangkat desa di eks Kawedanan Kota Klaten.

    Kekosongan Jabatan Perdes di Eks Kawedanan Gondang Winangun Klaten

    Berikut kekosongan jabatan perangkat desa di eks Kawedanan Gondang Winangun, Klaten.

    Daftar Kekosongan Jabatan Perangkat Desa di Eks Kawedanan Pedan Klaten

    Berikut kekosongan jabatan perangkat desa di eks Kawedanan Pedan, Klaten.

    Daftar Kekosongan Jabatan Perdes di Eks Kawedanan Jatinom Klaten

    Berikut kekosongan jabatan perangkat desa di eks Kawedanan Jatinom, Klaten.

    Rumah dan Kandang di Tanon Sragen Terbakar, 1 Ekor Sapi Terpanggang

    Rumah dan kandang ternak milik warga Dukuh Dayan, Desa Gading, Kecamatan Tanon, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah terbakar pada Minggu (7/8/2022).

    Meriah! Ratusan Orang Kunjungi Bedoro Festival Fair Sambungmacan Sragen

    Ratusan orang menghadiri Bedoro Festival Fair yang diselenggarakan di Lapangan Tunjungsemi, Desa Bedoro, Kecamatan Sambungmacan, Kabupaten Sragen, pada Minggu (7/8/2022).

    Daftar Kekosongan Jabatan Perdes di Eks Kawedanan Delanggu Klaten

    Berikut kekosongan jabatan perangkat desa di eks Kawedanan Delanggu, Klaten.

    Malam Puncak Grand Final Putra Putri Solo 2022, Meriah tapi Khidmat

    Malam puncak grand final pemilihan Putra Putri Solo 2022 di Balai Kota Solo berlangsung meriah dihadiri Puteri Indonesia Lingkungan 2022 Cindy May McGuire.

    Kisah Sukses Penjual Kesemek Selo Boyolali, Tembus Pasar Singapura

    Kisah sukses ini berasal dari Rina dan keluarganya di Desa/Kecamatan Selo, Boyolali yang kesehariannya berjualan buah kesemek.

    Alasan DLH Solo Usulkan CFD Tanpa Pedagang, Hanya Masalah Sampah?

    Persoalan rendahnya kesadaran pedagang dan pengunjung untuk membuang sampah pada tempatnya menjadi salah satu alasan DLH Solo usulkan CFD tanpa pedagang.

    Bakal Ditutup Total 3 Bulan, Begini Pengaturan Lalin Simpang Joglo Solo

    Kementerian Perhubungan sudah menyiapkan manajemen rekayasa lalu lintas saat simpang Joglo, Banjarsari, Solo, ditutup total selama tiga bulan.

    Jadi Ikon Desa! 14 Kelompok Ikuti Festival Gejog Lesung Barepan Klaten

    Sebanyak 14 kelompok mengikuti Festival Gejog Lesung yang digelar di Pendapa Alun-alun Barepan, Kecamatan Cawas, Klaten, Minggu (7/8/2022) siang.

    Wah, Pelopor Karawitan Jangglengan Sukoharjo Ternyata Penjual Bakso

    Munculnya kelompok karawitan di Desa Jangglengan, Nguter, Sukoharjo, dipelopori oleh seorang warga yang pernah merantau di Bandung sebagai penjual bakso.