Tutup Iklan
Warga berdemo di depan Balai Kota Solo terkait mozaik mirip salib di koridor Jensud Solo, Jumat (18/1/2019). (Solopos-Nicolous Irawan)

Solopos.com, SOLO -- Ratusan anggota Dewan Syariah Kota Surakarta (DSKS) berunjuk rasa di depan Balai Kota Solo pada Jumat (18/1/2019) siang.

Mereka meminta Pemkot Solo mengubah desain penataan paving di koridor Jl. Jenderal Sudirman (Jensud) terutama di depan Balai Kota Solo yang dianggap mirip bentuk salib.

Ratusan orang memadati kawasan Jl. Jenderal Sudirman setelah Salat Jumat. Koordinator aksi, Ahmad Sigit, saat menyampaikan orasinya mengatakan masyarakat Islam sangat toleran terbukti dengan tidak mengganggu salib-salib yang dikenakan kaum Nasrani.

Menurutnya, DSKS sangat peduli dengan kondusivitas Kota Solo. Ia meminta seluruh elemen masyarakat tidak memancing umat Islam dengan hal-hal yang menyakitkan hati.

“Jangan nodai Kota Solo yang kondusif dengan hal-hal yang menjengkelkan warga. Saya berharap kita menciptakan Solo tetap kondusif,” ujarnya.

Pelaksana humas aksi, Endro Sudarsono, saat ditemui Solopos.com di lokasi aksi mengatakan keberatan dengan mozaik mirip salib di Jl. Jenderal Sudirman. Menurutnya, munculnya mozaik mirip salib tersebut telah berdampak beberapa komintas muslim di Soloraya yang mulai menanyakan kemiripan mozaik tersebut di Tugu Pemandengan.

“Kami meminta Jl. Jenderal Sudriman yang merupakan nama seorang tokoh muslim, tokoh perang gerilya, tidak dinodai dengan mozaik mirip salib. Renovasi untuk mendongkrak pariwisata tidak harus berpolemik dan menciptakan isu suku agama dan ras yang berdampak pada kondusivitas Kota Solo,” ujarnya.

Ia juga meminta Wali Kota Solo dapat menyerap aspirasi warga khususnya keluhan mengenai kenyamanan transportasi dan tetap menjaga perasaan umat beragama lainnya. Selain itu, ia meminta Pemkot melakukan evaluasi dan mengganti mozaik mirip salib dengan motif lainnya.

Perwakilan Jamaah Ansharus Syariah, Rowi, mengatakan melihat langkah baik Pemkot Solo yang langsung mengecat mozaik tersebut. Namun, ia akan tetap mengawal langkah Pemkot dalam menyelesaikan polemik tersebut.

Ketua MUI yang hadir di lokasi, Subari, mengatakan sudah ada mediasi antara Pemkot dari perwakilan berbagai pihak. Menurutnya, desain mozaik tersebut tidak ada unsur kesengajaan, terlebih desainernya merupakan sosok muslim yang taat.

Suharsih
Editor:
Suharsih

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten