Deteksi Dini Penularan Covid-19 di Sukoharjo Makin Agresif

Kontak erat lini pertama pasien positif bakal menjalani uji swab untuk memastikan apakah terpapar Covid-19 atau tidak.

SOLOPOS.COM - Sukarelawan menyemprot disinfektan di wahana permainan di Taman Pakujoyo, Kelurahan Gayam, Kecamatan Sukoharjo, Selasa (19/1/2021). (Solopos.com/Bony Eko Wicaksono)

Solopos.com, SUKOHARJO – Upaya deteksi dini penularan Covid-19 di Sukoharjo kian agresif dengan melakukan uji swab dan rapid test. Jumlah spesimen yang telah diperiksa per 18 Januari sebanyak 23.599 orang. Sedangkan jumlah masyarakat yang menjalani rapid test sebanyak 40.988 orang.

Penguatan kapasitas pemeriksaan tes polymerase chain reaction atau PCR dilakukan dengan membuka layanan uji swab di 12 puskesmas di setiap kecamatan. Hal ini bagian dari penguatan jaringan laboratorium di setiap daerah guna mempercepat pengetesan spesimen. Kontak erat lini pertama pasien positif bakal menjalani uji swab untuk memastikan apakah terpapar Covid-19 atau tidak.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Sukoharjo, Yunia Wahdiyati, mengatakan uji swab diprioritaskan untuk kontak erat lini pertama pasien positif. Mereka merupakan anggota keluarga, rekan kerja hingga tetangga rumah pasien positif.

“Sedangkan kontak erat lini kedua dan ketiga pasien positif menjalani rapid test. Jika hasil rapid test reaktif maka dilanjutkan dengan pengambilan sampel cairan tenggorokan atau uji swab,” kata dia, saat dihubungi Solopos.com, Selasa (19/1/2021).

Sudah Dilonggarkan, Pengusaha Kuliner Sukoharjo Masih Nekat Langgar SE PPKM

Masyarakat berisiko tinggi seperti ibu hamil dan penyakit penyerta atau komorbid tak luput dari agresivitas satuan tugas dalam menemukan kasus pasien positif baru. Mereka sangat rentan terpapar Covid-19 dengan gejala berat hingga kematian.

Pada libur Natal dan Tahun Baru, agresifitas deteksi dini kasus Covid-19 di Sukoharjo dimasifkan dengan sasaran pelintas perjalanan. Juga pengunjung fasilitas publik dan pusat perbelanjaan dengan menggelar rapid test dan uji swab.

“Upaya deteksi dini bagian dari pencegahan penularan virus. Jika ada masyarakat yang terkonfirmasi positif maka langsung ditangani agar tak menularkan virus ke orang lain,” ujar dia.

RS Swasta di Sragen Siapkan 83 Tempat Tidur Pasien Covid-19

Tren Kasus

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sukoharjo ini menyampaikan mobilitas penduduk memengaruhi tren kasus harian Covid-19. Masyarakat yang melakukan perjalanan keluar daerah berpotensi terpapar Covid-19 dan menularkan tanpa sengaja ke anggota keluarga atau kerabat keluarganya.

Saat ini, status tingkat risiko Covid-19 di Sukoharjo risiko sedang atau zona orange. “Kami berupaya menurunkan angka kematian atau mortality rate dan meningkatkan angka kesembuhan atau recovery rate. Mulai dari penguatan layanan deteksi dini dan meningkatkan tata laksana manajemen penanganan Covid-19 di rumah sakit. Namun, kunci paling efektif untuk memutus mata rantai penularan Covid-19 adalah menerapkan protokol kesehatan,” papar dia.

Di sisi lain, Kepala Puskesmas Sukoharjo, Kunani Maharani, mengatakan bakal mengintensifkan kembali satgas di tingkat kelurahan untuk deteksi dini. Ini untuk membendung laju persebaran pandemi Covid-19 di Sukoharjo. Para bidan desa diminta lebih aktif dalam mengedukasi masyarakat ihwal penerapan protokol kesehatan di keluarga.

 

 

Berita Terbaru

17 Wastafel Berpedal Jadi Sarana Penegakan Protokol Kesehatan di SMPN 1 Sragen

Solopos.com, SRAGEN -- Sebuah wastafel yang berfungsi jika penggunanya menginjak pedal yang berada di bagian bawah terpasang di depan...

Bantu Nakes Lacak Kontak Erat, 177 Bhabinkamtibmas Ikuti Pelatihan 3T

Solopos.com, KARANGANYAR -- Sebanyak 177 orang bhabinkamtibmas Polres Karanganyar mendapatkan pelatihan sebagai pelacak Covid-19. Dalam waktu dekat, mereka akan...

PMI Solo Jadikan Rumah Sakit Institusi Pertama Jaring Donor Plasma

Solopos.com, SOLO — Masih ada antrean pasien yang membutuhkan plasma konvalesen dari PMI Kota Solo. Semua pihak berkepentingan berkomitmen...

Dinkes Jateng: Vaksin Untuk Pelaku Ekonomi Ditarget April

Solopos.com, KARANGANYAR -- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar mulai melaksanakan penyuntikan vaksin Covid-19 bagi petugas pelayanan publik mulai Rabu (24/2/2021). Sementara...

Inspiratif, 20 Perempuan Donor Plasma Konvalesen

Solopos.com, SOLO--Tangan kanan Erlyn Tusara, 23, meremas bola karet sekitar satu jam untuk menyumbangkan  komponen darah pada alat di...

Kuatkan Daya Tubuh Anak di Masa Pandemi, Polres Wonogiri Beri Ratusan Paket Susu

Solopos.com,WONOGIRI -- Polres Wonogiri membagikan ratusan paket susu di Kampung Siaga Candi Covid-29, Selasa (23/2/2021). Susu itu selanjutkan didistribusikan...

Pangdam & Kapolda ke Boyolali demi Dukung PPKM Mikro

Solopos.com, BOYOLALI — Pangdam IV Diponegoro, Mayjen TNI Bakti Agus Fadjari, dan Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol. Ahmad Luthfi,...

Di Klaten, Pasien Tanpa Gejala Pilih Isolasi di Rumah

Solopos.com, KLATEN — Sejumlah desa dan kecamatan di Klaten jauh hari sudah menyiapkan tempat isolasi terpusat. Nyatanya, warga yang...

Satgas Sukoharjo Optimalkan Posko Covid-19 di Desa

Solopos.com, SUKOHARJO – Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Sukoharjo mengoptimalkan posko Covid-19 di setiap desa/kelurahan. Hal ini untuk pencegahan,...

Kasus Covid-19 di Wonogiri Cenderung Turun, Ini Penjelasan Pemkab 

Solopos.com, WONOGIRI—Pemerintah Kabupaten Wonogiri mengklaim tren penambahan kasus terkonfirmasi positif, Februari ini, menurun dibanding dua bulan sebelumnya. Pada sisi...