Ruang CT-Scan di RS Indriati Solo Baru. (Istimewa)

Solopos.com, SOLOKanker merupakan penyakit berbahaya yang tidak boleh dianggap remeh. Tak jarang, penyakit ini tidak menunjukkan gejala pada stadium awal. Oleh sebab itu, deteksi dini penyakit kanker merupakan hal yang penting agar penyakit ini tidak berkembang dan menjadi mematikan.

Mendeteksi penyakit kanker sejak dini dapat meningkatkan peluang kesembuhan pasien. Biaya pemeriksaan deteksi dini pun jauh lebih murah dibandingkan dengan biaya perawatan.

Sangat penting bagi setiap orang untuk melakukan deteksi dini kanker. Misalnya saja penyakit kanker paru-paru.

Dokter spesialis radiologi dari Rumah Sakit (RS) Indriati Solo Baru, dr. Nolli Kresonni, mengatakan deteksi dini kanker paru-paru disarankan kepada perokok berat dan orang dengan pekerjaan kontak langsung dengan polutan seperti tembakau, cat, dan lain-lain.

Dokter spesialis radiologi dari Rumah Sakit (RS) Indriati Solo Baru, dr. Nolli Kresonni. (Istimewa)
Dokter spesialis radiologi dari Rumah Sakit (RS) Indriati Solo Baru, dr. Nolli Kresonni. (Istimewa)

Selain itu, orang dengan keluarga yang memiliki riwayat kanker juga disarankan melakukan deteksi dini. Jenis pemeriksaan yang disarankan adalah pemeriksaan CT-Scan paru-paru dosis rendah atau yang disebut Low Dose CT-Scan (LDCT).

"LDCT adalah teknik yang menggunakan radiasi berdosis rendah sehingga pasien terpapar radiasi yang lebih sedikit dibandingkan CT-Scan konvensional. LDCT bisa mendeteksi bengkak yang sangat kecil di paru-paru. Dengan demikian LDCT bisa mendeteksi kanker paru-paru secara dini, sehingga bisa diobati sebelum menyebar," urainya.

Pemeriksaan kanker paru-paru dengan LDCT ini juga tidak membutuhkan waktu yang lama, hanya hitungan menit. Bahkan, pasien tidak harus berpuasa dahulu sebelum melakukan pemeriksaan dan tidak ada tindakan invasif.

Fisikawan Medis RS Indriati Solo Baru, Dito Andi Rukma, mengatakan teknologi pada LDCT bisa menghasilkan gambar tiga dimensi dengan resolusi tinggi. Teknologi LDCT mampu memperlihatkan detail yang lebih jelas dibandingkan X-Ray dada konvensional.

Dengan demikian, LDCT bisa memeriksa lebih banyak kelainan paru-paru dibandingkan X-Ray. "Alat ini juga menggunakan dosis radiasi yang lebih rendah dibandingkan CT-scan biasa, sehingga lebih aman untuk tes skrining kanker paru-paru," katanya.

LDCT di RS Indriati Solo Baru

Work Station CT-Scan di RS Indriati Solo Baru. (Istimewa)
Work Station CT-Scan di RS Indriati Solo Baru. (Istimewa)

Saat ini, RS Indriati Solo Baru yang beralamatkan di Jl. Palem Raya, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah (Jateng) sudah memiliki fasilitas Layanan Ultra LDCT atau Deteksi Dini Kanker Paru-paru dengan CT Scan Dosis Rendah. Pelayanan tersebut bisa dimanfaatkan masyarakat yang sadar akan penting kesehatan paru mereka.

Selain rutin melakukan deteksi dini, masyarakat juga perlu melakukan pencegahan kanker dengan menerapkan pola hidup sehat. Di antaranya dengan mengonsumsi makanan sehat dan bergizi seimbang, rutin olahraga, mencukupi jam tidur selama delapan jam, hingga tidak merokok.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten