Destinasi Wisata Milik Pemkab Sragen Ditutup Sampai Akhir Maret, Jangan Sampai Kecele
Pengunjung memadati bagian depan Museum Manusia Purba Klaster Krikilan di Kecamatan Kalijambe Sragen. (Solopos-Moh. Khodiq Duhri)

Solopos.com, SRAGEN — Destinasi wisata yang dikelola Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Dispora) Sragen ditutup sementara sampai akhir Maret 2020. Hal itu menyusul merebaknya pandemi corona di Indonesia.

Pemkab Sragen mengelola empat objek wisata, yakni Pemandian Air Panas Bayanan, Gunung Kemukus, Kolam Renang Kartika, dan Museum Sangiran. Dia menjelaskan Museum Sangiran sudah tutup per Minggu (15/3/2020) lalu. Sementara tiga objek wisata lainnya mulai tutup per Senin (16/3/2020).

Kepala Dispora Sragen I Yusep Wahyudi saat dihubungi Solopos.com, Rabu (18/3/2020), mengeluarkan Surat No. 566/772/026/2020 tertanggal 18 Maret 2020 perihal Penutupan Sementara Destinasi Wisata dan Tempat Hiburan. Surat yang ditandatangani dan distempel basah Kepala Dispora Sragen itu diberikan kepada pengelola detinasi wisata dan pengelola hiburan.

Kontroversi Chloroquine, Resep Obat Virus Corona Ala Presiden Jokowi

“Ya, kami baru menutup per Senin setelah berkoordinasi dengan Dispora Jawa Tengah pada Senin lalu. Penutupan destinasi wisata dan tempat hiburan itu bertujuan untuk mengantisipasi penyebaran virus corona,” jelas Yusep saat dihubungi Solopos.com, Rabu (18/3/3020).

Selama masa penutupan pengelola destinasi wisata di Sragen diminta melakukan gerakan pembersihan lingkungan menggunakan disinfektan dan atau alat kebersihan lainnya sesuai standar kesehatan yang dikoordinasikan dengan Dinas Kesehatan dan atau rumah sakit.

Pendapatan Dipastikan Turun

Sedangkan untuk pengelola objek wisata swasta, kata dia, Pemkab hanya bisa memberi imbauan agar tutup sementara sampai akhir Maret sembari menunggu situasi.

Tanggul Sungai Gamping di Cawas Klaten Jebol Lagi, Sudah 4 Kali

Dispora Sragen memprediksi pendapatan daerah dari empat objek wisata yang ditutup selama setengah bulan itu diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah.

Yusep menjelaskan mengacu pada data 2019, pendapatan selama Maret 2019 untuk empat objek wisata itu senilai Rp99,89 juta dengan total kunjungan mencapai 24.684 orang.

Habis Bepergian, Bayi 4 Bulan di Kulonprogo PDP Virus Corona

Dia memprediksi dengan ditutupnya selama setengah bulan, pendapatan yang hilang kemungkinan separuh dari nilai tersebut, yakni hampir Rp50 juta dan jumlah pengunjung yang tidak bisa masuk objek wisata diperkirakan 12.000-an orang.

“Kami ingin satu bahasa dengan Provinsi Jawa Tengah. Kami sudah sosialisasi kepada pihak-pihak terkait. Sosialisasi juga dilakukan lewat media sosial, radio, dan pemberitahuan di lokasi strategis. Semoga situasi dan kondisi segera kondusif,” ujarnya.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya



Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho