Tutup Iklan
Desa Wisata Sumberbulu Karanganyar Berbenah Sambut Kenormalan Baru
Pengunjung Desa Wisata Sumberbulu mengikuti kegiatan outbound dengan tetap menerapkan protokol kesehatan Covid-19. (Istimewa-Dokumentasi Pokdarwis Sumberbulu)

Solopos.com, KARANGANYAR--Warga di Desa Wisata Sumberbulu, Desa Pendem, Kecamatan Mojogedang, Karanganyar, berbenah menyambut tamu pada masa kenormalan baru Covid-19.

Desa Wisata Sumberbulu menjadi salah satu destinasi wisata edukasi berbasis kearifan lokal di Kabupaten Karanganyar. Konsep desa wisata mengedukasi masyarakat tentang pertanian, peternakan, kerajinan tangan, biogas, dan outbound.

Desa wisata juga mengajak pengunjung menikmati suasana perdesaan. Mereka menyediakan homestay di rumah warga. Kapasitas 65 kamar untuk 150 orang.
Biasanya, pengunjung akan menginap di homestay sembari menikmati wisata edukasi.

Aktif Lagi, KA Sembrani Singgah di Stasiun Ngrombo Grobogan

Desa Wisata Sumberbulu mencatat 100 orang hingga 150 orang pengunjung per hari atau 1.500 orang selama satu bulan sebelum pandemi Covid-19.
Tetapi, sejak pandemi Covid-19, pengelola desa wisata terpaksa menutup sementara selama lebih dari tiga bulan. Dasarnya instruksi Bupati Karanganyar, Juliyatmono. Pertengahan Juni, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar mengizinkan pengelola usaha pariwisata membuka kembali objek wisata.

Desa Wisata Sumberbulu dikelola Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Sumberbulu. Mereka membuka wisata edukasi dan homestay secara bertahap. Mereka juga menyusun protokol kesehatan untuk warga setempat maupun pengunjung.

Pembukaan kembali desa wisata berdasarkan kesepakatan bersama dan menuntut kesiapan masyarakat setempat. Desa Wisata Sumberbulu membuat aturan main untuk masyarakat maupun pengunjung selama pandemi Covid-19.

Aksi Ekshibisionis Teror Warga Semarang

"Diawali dari buka wisata edukasi dulu. Kami melayani studi banding. Lalu homestay mulai buka 25 Juni. Sekarang sudah buka semua tetapi dengan penyesuaian. Kami tidak membatasi pengunjung, artinya dari wilayah mana pun boleh. Tidak perlu membawa surat keterangan sehat, tetapi harus taat dengan protokol kesehatan Covid-19 di sini," ujar Manager Desa Wisata Sumberbulu, Titin Riyadiningsih, saat dihubungi Solopos.com, Rabu (8/7/2020).

 

Protokol Kesehatan

Desa Wisata Sumberbulu menerima seratusan orang tamu dari sejumlah instansi dan lembaga pendidikan di Soloraya beberapa waktu lalu. Mereka mengklaim sudah menerapkan standar protokol kesehatan Covid-19, yakni pengecekan suhu tubuh tamu, wajib mengenakan masker, mencuci tangan di lokasi yang telah disiapkan, dan menjaga jarak.

Pengelola juga menyediakan masker kain untuk mengantisipasi pengunjung tidak mengenakan masker. Mereka juga menyarankan warga menyediakan tempat cuci tangan pada wastafel di setiap rumah.

Rekor Lagi! Pasien Positif Covid-19 Indonesia Tambah 1.863, Total Kasus jadi 68.079

"Setiap layanan publik dan rumah warga menyiapkan wastafel. Pekan depan selesai seluruh persiapan itu. Warga swadaya membeli wastafel, kami bantu pemasangan di setiap rumah. Kami sediakan masker kalau tamu enggak memakai," jelas dia.

Desa Wisata Sumberbulu juga menerapkan sejumlah penyesuaian di homestay mengacu protokol kesehatan Covid-19. Mereka mengurangi kapasitas homestay, semula 150 orang untuk 65 kamar menjadi 70 orang hingga 75 orang untuk 65 kamar.

Setiap kamar hanya boleh ditempati satu orang, kecuali untuk keluarga. Setiap rumah wajib menyediakan peralatan makan berbeda untuk tamu.

Rusia: Kami akan Punya Vaksin Covid-19 Akhir 2020

"Sebelum warga memutuskan membuka kembali homestay itu butuh proses. Kami sosialisasi dan meminta kesanggupan warga. Apakah betul sudah siap. Kami ini bukan hanya memastikan pengunjung aman tetapi juga masyarakat aman. Maka dari itu penyemprotan disinfektan rutin di rumah warga dan peralatan makan untuk tamu diperlakukan berbeda," ujar dia.

 

Yakinkan Pengunjung

Titin mengaku tidak membatasi pengunjung wisata edukasi. Tetapi pengelola akan membatasi rombongan pada tiap pos. Semula, setiap pos akan diisi 40 orang.

Selama pandemi Covid-19, setiap pos hanya boleh diisi 20 orang. Tujuannya agar bisa menjaga jarak. Pos wisata edukasi untuk pertanian, peternakan, kerajinan tangan, dan biogas berada di rumah warga.

Ganjar Sebut Solusi Sengketa Lahan TNI & Pemkot Magelang Mudah, Ini Sarannya…

"Belum ada tamu untuk wisata edukasi. Segmennya kan pelajar. Hla sampai saat ini kan mereka masih di rumah. Kami menerima tamu untuk outbound dan studi banding. Kami revisi sejumlah permainan outbound, seperti main lumpur di sawah, bola air, dan permainan di sungai itu ditiadakan," jelas dia.

Titin berharap upaya pengelola Desa Wisata Sumberbulu dapat meyakinkan pengunjung untuk datang. Di sisi lain, masyarakat nyaman menerima kunjungan dari orang luar kampung. Titin berharap Desa Wisata Sumberbulu semakin berkembang.

"Yang kami jual ini kan kearifan lokal. Maka dari itu, kami harus meyakinkan masyarakat dahulu. Apakah siap kedatangan tamu. Kemudian meyakinkan pengunjung bahwa desa kami aman. Kami mengelola wisata masyarakat. Kami berharap tidak hanya menjadi desa wisata potensi itu bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat."

Reaktif Covid-19, 3 Peserta SPMB Undip Minta Realokasi Jadwal UTBK


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya





Kolom

Pasang Baliho