Ilustrasi panorama alam di sekitar Desa Wisata Serang, Purbalingga, Jateng. (Antara-Istimewa)

Solopos.com, PURBALINGGA — Desa Wisata Serang, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah terus mengintensifkan promosi digital guna meningkatkan angka kunjungan wisatawan ke wilayah tersebut.  "Khususnya melalui media-media sosial," kata Kepala Desa Wisata Serang, Sugito, di Purbalingga, Jawa Tengah, Minggu (18/8/2019).

Dia berharap dengan promosi yang optimal maka angka kunjungan wisatawan akan semakin meningkat. "Dengan promosi digital diharapkan makin banyak wisatawan dari daerah lain termasuk dari luar negeri yang mengetahui mengenai desa wisata Serang dan tertarik untuk datang berkunjung," katanya.

Kendati demikian, kata dia, pihaknya juga tetap menggencarkan promosi wisata secara konvensional. "Selain itu kami juga terus menggencarkan promosi konvensional dan juga melakukan pembenahan-pembenahan serta menambah wahana baru guna meningkatkan daya tarik pariwisata," katanya.

Sebelumnya, pengelola desa wisata Serang, pada tahun 2019 ini menargetkan pendapatan sebesar Rp5 miliar dari destinasi agrowisata Lembah Asri. Sugito menjelaskan sebagai perbandingan, pada tahun 2018 lalu pendapatan dari agrowisata Lembah Asri senilai Rp2,5 miliar rupiah.

"Karena itu kami terus melakukan pengembangan, termasuk juga akan membangun cottage bernuansa alam untuk dinikmati oleh para wisatawan yang datang berkunjung," katanya. Menurut dia, desa wisata yang berada di kaki Gunung Slamet tersebut memang sangat potensial untuk dikembangkan karena memiliki panorama yang indah.

Sebelumnya, pengamat pariwisata dari Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Chusmeru mengatakan daya tarik wisata akan ditentukan oleh sejauh mana kekuatan promosinya. "Promosi pariwisata bukan hanya bertujuan mengenalkan satu destinasi wisata, tetapi juga menumbuhkan kesadaran kepada wisatawan tentang nilai penting destinasi tersebut," katanya.

Dia menjelaskan promosi wisata yang efektif akan menarik minat wisatawan untuk datang berkunjung. "Mengapa seorang wisatawan lebih memilih satu objek wisata dibanding objek wisata yang lain, juga karena promosi wisata yang efektif," katanya.

Dia menambahkan pada saat ini promosi pariwisata lebih sering dilakukan secara digital atau dikenal juga dengan istilah e-tourism. Promosi digital, biasanya memanfaatkan website, media sosial, dan berbagai aplikasi lainnya untuk mengenalkan, menawarkan, dan menjual destinasi wisata tersebut.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten