Desa Wisata Lembah Dungde Karanganyar Tawarkan Paket Wisata Perdesaan, Harganya Ramah di Kantong
Bupati Karanganyar, Juliyatmono, (mengenakan baju kuning dan topi hitam), melihat menu makanan dan minuman yang dijajakan di Pasar Ciplukan, Desa Gentungan, Kecamatan Mojogedang, Kabupaten Karanganyar, pada Minggu (23/10/2020). (Espos/Sri Sumi Handayani)

Solopos.com, KARANGANYAR -- Satu lagi desa di Kabupaten Karanganyar menawarkan wisata alam khas perdesaan. Yakni, Desa Wisata Lembah Dungde (WLD) di Dukuh Mlilir dan Dukuh Pucung, Desa Gentungan, Kecamatan Mojogedang, Kabupaten Karanganyar.

Desa wisata ini menawarkan pemandangan alam, yakni tol sawah atau disingkat Tolsa di Lembah Dungde, tubing di Kali Kayen, dan petik buah di kebun jeruk lemon Kalifornia. Lokasi tepatnya ada di RT 001, RT 002, dan RT 003 di RW 013

Selain itu, ada wisata edukasi, yaitu tanam padi organik dan panen padi, tanam jamur, pelihara kambing, kerajinan tas dari plastik, dan rumah tiwul dan nasi jagung. Wisatawan yang ingin memanjakan lidah dengan penganan, makanan, dan minuman tradisional dapat berkunjung ke Pasar Ciplukan. Pasar tiban dengan konsep zaman dulu ini buka setiap Minggu pukul 07.00 WIB hingga 14.00 WIB.

Akan Bagikan 3 Ton Bibit Jahe Emprit, Bupati Karanganyar Cari Desa yang Warganya Kompak

Pengelola Desa WLD menyiapkan paket wisata khusus jika wisatawan ingin mendapatkan pengalaman lebih. Wisatawan cukup mengeluarkan Rp100.000 hingga Rp130.000 per orang. Mereka akan mendapat fasilitas menginap satu hari satu malam di homestay yang memanfaatkan rumah penduduk , makan dua kali dan snack.

"Paket Rp100.000 itu bisa memilih tiga tempat wisata, homestay, dan makan. Paket Rp130.000 itu kami tambah belajar bermain gamelan pada malam hari. Silakan datang, kami layani sesuai kebutuhan. Bisa mengambil paket atau langsung ke objek wisata yang dituju," kata Ketua Desa WLD, Mulyono, saat berbincang dengan wartawan di Pasar Ciplukan, Minggu (25/10/2020).

Desa WLD baru berumur setahun. Desa wisata tersebut dirintis warga setempat. Mulyono, menyampaikan masing-masing objek wisata tersebut dikelola oleh kelompok sadar wisata (pokdarwis). Lantas, pokdarwis tersebut menginduk kepada Desa WLD.

Hajatan di Karanganyar Abaikan Protokol Kesehatan, Satpol PP Kewalahan 

Diresmikan Bupati

Seluruh objek wisata di Desa Gentungan itu sudah berjalan setahun terakhir, tetapi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar baru meresmikan pada Minggu kemarin. Bupati Karanganyar, Juliyatmono, meresmikan desa wisata tersebut dengan menandatangani prasasti.

"Semua [objek wisata] itu inisiatif warga. Tujuan awal kan untuk memberdayakan masyarakat. Objek wisata berkembang. Pasar Ciplukan itu terbaru, tiga bulan ini berjalan," tutur dia.

Salah satu warga Dukuh Mlilir, Nur, berjualan pecel gendar, buah-buahan, dan minuman di Pasar Ciplukan. Dia mendapat tambahan penghasilan sejak membuka usaha satu kali dalam sepekan di pasar tiban. Pada hari biasa Nur berjualan bubur.

Begini Cara Perhutani Upayakan Wisata Alam di Karanganyar Aman Dikunjungi

"Ya lumayan, daripada di rumah. Saya bisa menambah penghasilan," tutur Nur saat berbincang dengan Solopos.com.

Bupati Karanganyar, Juliyatmono, mendukung upaya masyarakat meningkatkan kesejahteraan dengan memanfaatkan potensi wilayah masing-masing. Ia mendorong warga lain untuk melakukan hal yang sama dengan warga Desa WLD.

"Kami siap memberikan dukungan sesuai kebutuhan. Semua yang ada di desa itu bisa untuk wisata. Orang sinau kehidupan silakan ke sini. Apa pun ada di Karanganyar," tutur Bupati saat memberikan sambutan sebelum meresmikan Desa Wisata Lembah Dungde.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom