DESA WISATA JATENG : Ribuan Desa di Jateng Belum Miliki Pokdarwis
Wisatawan sedang menikmati keindahan bawah air di umbul Ponggok, Polanharjo, Klaten, Senin (13/1/2014). Keindahan bawah air di beberapa umbul (mata air) di Klaten mempunyai potensi yeng cukup besar untuk dikembangkan sebagai obtek wisata. (Sunaryo HB/JIBI/Solopos)

Desa wisata Jateng, ada ribuan desa di Jateng yang belum miliki Kelompok sadar wisata (Pokdarwis).

Solopos.com, KLATEN--Ribuan desa di Jateng belum memiliki kelompok sadar wisata (Pokdarwis). Padahal, kehadiran Pokdarwis sangat diperlukan guna mengembangkan potensi wisata di suatu daerah.

Demikian penjelasan Kepala Seksi (Kasi) Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Jateng, Siti Mulyatmi Bernadeta, saat ditemui wartawan di Ponggok, Polanharjo, Sabtu (30/7/2016). Berbagai sosialisasi telah dilakukan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng agar di setiap desa di Jateng memilIki Pokdarwis. Hal itu termasuk Lomba Kepariwisataan Pokdarwis Jateng Tahun 2016 di Ponggok, Jumat-Minggu (29-31/7/2016).

“Saat ini, Pokdarwis yang ada di Jateng baru 550 [yang tersebar di berbagai desa]. Padahal, jumlah desa di Jateng mencapai 7.000-an. Ini menjadi persoalan tersendiri karena banyak manfaat yang diperoleh ketika suatu desa memiliki Pokdarwis. Tahun depan, kami mematok target ada 750 desa yang sudah memiliki Pokdarwis. Dengan pola bertahap itu, semoga semua desa di Jateng bisa memiliki Pokdarwis,” katanya.

Siti Mulyatmi Bernadeta mengatakan berbagai keuntungan yang diperoleh setiap desa saat memiliki Pokdarwis, di antaranya dapat merumuskan potensi wisata alam di desa yang bersangkutan. Selanjutnya, Pokdarwis tersebut dapat mengembangkan potensi wisata desa yang ditujukan untuk mengembangkan kesejahteraan masyarakat.

“Dengan adanya Pokdarwis biasanya manajemen dan pengelolaan wisata alam di suatu desa semakin tertib dan terarah. Setiap desa itu tentu memiliki potensi wisata. Untuk itu harus dikembangkan. Di situlah peran Pokdarwis. Tak hanya mengembangkan potensi wisata, tapi juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat, seperti membangun networking antardaerah, pengembangan fasilitas pendukung [suvenir, kuliner, dan sebagainya]. Intinya bisa mengajak masyarakat sadar wisata dan mencermati sapta pesona,” katanya.

Terpisah, Sekretaris Desa (Sekdes) Ponggok, Yani Setiadi, mengatakan masyarakat Ponggok sangat terbantu dengan dijadikannya Ponggok sebagai tuan rumah Lomba Kepariwisataan Pokdarwis Jateng 2016. Selain dapat menambah wawasan tentang pengembangan dunia kepariwisataan, perlombaan tersebut semakin menyadarkan masyarakat Ponggok terkait pentingnya dunia wisata.

“Kebetulan di Ponggok ini sudah ada wisata air. Ke depan, wisata ini akan dikembangkan terus. Tak hanya wisata air, tapi kami padu dengan kuliner,  dan lain sebagainya yang bisa menguntungkan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sini,” katanya.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya








Kolom