Desa Tanpa Bengkok, Perdes Gilirejo Baru Sragen Merana Tak Punya Tunjangan

Perangkat Desa Gilirejo Baru di Kecamatan Miri, Sragen, selama ini tak pernah menikmati tunjangan hasil dari pengelolaan tanah bengkok karena tak memilikinya. Mereka meminta ada kebijakan dari Pemkab Sragen soal pemberian tunjangan tambahan tersebut.

 Para perangkat Desa Gilirejo Baru, Kecamatan Miri, Kabupaten Sragen. Foto diambil belum lama ini. (Istimewa/Ahmadi)

SOLOPOS.COM - Para perangkat Desa Gilirejo Baru, Kecamatan Miri, Kabupaten Sragen. Foto diambil belum lama ini. (Istimewa/Ahmadi)

Solopos.com, SRAGEN — Selama 22 tahun, kepala desa (kades) para perangkat desa (perdes)  Gilirejo Baru, Kecamatan Miri, Sragen, tidak dapat tunjangan penghasilan dari tanah bengkok. Pasalnya Gilirejo Baru merupakan satu-satunya desa di Kabupaten Sragen yang tidak memiliki tanah bengkok atau kas desa.

Bayan II Desa Gilirejo Baru, Ahmadi, mengungkapkan Gilirejo Baru merupakan desa pemekaran dari Gilirelo Lama pada 2000. Pendapatan para perdes Gilirejo Baru hanya mengandalkan penghasilan tetap, dan tak ada tunjangan karena tak punya tanah bengkok.

PromosiTokopedia Card Jadi Kartu Kredit Terbaik Versi The Asian Banker Awards 2022

“Penghasilan lainnya didapat ya dari nelayan di Waduk Kedung Ombo (WKO) atau dengan menggarap lahan milik Perum Perhutani atau beternak. Yang penting bisa makan. Penghasilan tetap itu untuk bayan senilai Rp2,4 juta per bulan. Kalau untuk kasi [kepala seksi] dan kaur [kepala urusan] Rp2,3 juta per bulan. Sekretaris desa Rp2,7 juta per bulan dan kepala desa Rp4 juta per bulan,“ ujar Ahmadi, Rabu (16/11/2022).

Ia mengatakan para perdes di Gilirejo Baru sudah meminta kepada Pemkab Sragen supaya bisa diupayakan diberi tanah kas desa atau bengkok. Kalau pun tidak ada tanah kas desa, mereka meminta supaya diganti dengan bentuk tunjangan lainnya dari Pemkab Sragen.

Baca Juga: Uniknya Objek Wisata Gunungsono Miri Sragen, Punya Rumah Pohon dengan Latar WKO

“Mohon seumpama tidak ada tanah kas desa, paling tidak ada tambahan penghasilan pengganti bengkok yang bisa bermanfaat bagi kami. Yang penting ada payung hukum yang resmi,“ katanya.

Perdes di Gilirejo Baru terdiri atas dua bayan, kaur keuangan, kaur umum, kaur perencanaan, kasi pemerintahan, kasi kesejahteraan rakyat, kasi pelayanan, dan sekdes. Desa ini memiliki 16 rukun tetangga (RT) dengan jumlah penduduk mencapai 3.000-an jiwa.

“Selama ini perdes Gilirejo Baru selalu loyal. Loyalitas itu kami buktikan dengan pengabdian dan selalu nomor satu dalam pelunasan pajak bumi dan bangunan [PBB]. Setiap tahunnya Gilirejo Baru selalu lunas pada Maret. Belum ada sejarahnya Gilirejo Baru itu menunggak PBB. Nilai PBB itu Rp33 juta per tahun,“ katanya.

Ahmadi berterima kasih kepada Pemkab Sragen, terutama Bupati Sragen, yang sudah memperhatikan pembangunan di Gilirejo Baru. Dia mengatakan jalan-jalan di Gilirejo Baru sudah baik dan jembatan penghubung ke Gilirejo Lama sudah mulai dibangun.

Baca Juga: Pemkab Sragen Belum Temukan Solusi Air Minum di Miri, Ini Masalahnya

Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati, mengakui belum ada solusi yang pas untuk pengadaan tanah bengkok di Gilirejo Baru. Beberapa langkah alternatif sudah pernah dibicarakan. “Tetapi karena berbagai pertimbangan, saya belum bisa mengambil keputusan untuk Gilirejo Baru,“ ujarnya.

Daftar dan berlangganan Espos Plus sekarang. Cukup dengan Rp99.000/tahun, Anda bisa menikmati berita yang lebih mendalam dan bebas dari iklan dan berkesempatan mendapatkan hadiah utama mobil Daihatsu Rocky, sepeda motor NMax, dan hadiah menarik lainnya. Daftar Espos Plus di sini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Solopos.com - Panduan Informasi dan Inspirasi

Berita Terkait

Berita Lainnya

      Berita Terkini

      Selain Parang, Batik Motif Slobog juga Wajib Dihindari Tamu Pernikahan Kaesang

      Selain parang/lereng, ada motif batik lain yang wajib dihindari untuk dikenakana oleh tamu acara pernikahan Kaesang Pangarep dengan Erina Gudono, yaitu motif slobog.

      Korsleting, 1 Rumah di Permukiman Padat Penduduk Delanggu Klaten Terbakar

      Diduga akibat korsleting, satu rumah di tengah permukiman Dukuh Sanggrahan, Desa Sabrang, Kecamatan Delanggu terbakar, Jumat (9/12/2022) dini hari.

      Solopos Hari Ini: Pesta Raya Demokrasi di Desa

      Pemilihan kepala desa (pilkades) di Sukoharjo menjadi pesta rakyat dan dirayakan dengan cara yang khas.

      Presien Jokowi Ungkap Momen Iriana hingga Bobby Menangis saat Siraman Kaesang

      Presiden Jokowi mengungkapkan momen Kaesang Pangarep, Ibu Negara Iriana, dan Bobby Nasution menangis saat acara siraman jelang pernikahan Kaesang di Sumber, Solo, Jumat (9/12/2022).

      Kalahkan Solo, Penurunan Kemiskinan di Sragen 2022 Tertinggi Kedua di Soloraya

      Persentase penurunan kemiskinan di Sragen tahun ini menjadi yang tertinggi kedua di Soloraya. Bahkan, dibandingkan persentase penurunan kemiskinan rata-rata di Jateng, Sragen masih lebih tinggi.

      Belum Nyerah! Tuntas Subagyo Yakin PKR bakal Berlaga di Pemilu 2024

      Ketua Umum Partai Kedaulatan Rakyat (PKR), Tuntas Subagyo, optimistis partainya bakal lolos dan bisa berlaga di Pemilu 2024.

      Bermodal Rp500.000, Mantan KPM PKH di Sragen Kini Miliki 3 Warung Mi Ayam

      Juragan mi ayam dengan label warung Pak Ndut itu menyatakan keluar dari keluarga penerima manfaat (KPM) PKH tahun lalu dan kini sukses dengan memiliki tiga warung mi ayam di wilayah Masaran.

      Janur Kuning Melengkung dan Kembar Mayang dalam Pernikahan Adat Jawa

      Puluhan janur kuning melengkung mulai dipasang menjelang pernikahan adat Jawa, Kaesang Pangarep dan Erina Gudono, Minggu (11/12/2022), selain janur kuning, kembar mayang juga ikut dipasang.

      Realisasi Pendapatan Pajak 2022 di Sukoharjo Naik 16,91%

      Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Kabupaten Sukoharjo Richard Tri Handoko menyebut capaian realisasi pajak daerah sampai dengan (30/11/2022) naik 16,91%.

      Bakesbangpol Karanganyar Gelar Penguatan Kerukunan Beragama, Ini Tujuannya

      Pertemuan bertujuan merawat kerukunan umat beragama dalam rangka memperkokoh persatuan dan kesatuan serta stabilitas negara.

      Ribuan Sukarelawan Jokowi akan Pakai Tanda Pengenal di Pernikahan Kaesang

      Saat ini terdata 13.000 orang lebih [sukarelawan] yang akan datang dan seluruhnya akan diberi tanda pengenal.

      Menang Lawan Petahana, Cakades Terpilih di Wonogiri Akan Rangkul Lawan

      Aris Wahyu Suryanto, mengatakan setelah dinyatakan terpilih dan mengalahkan cakades petahana nomor urut 2, Margono, akan berupaya membangun hubungan baik dengan pihak lawan

      Stok Darah PMI Karanganyar Hari Ini 9 Desember 2022

      Informasi mengenai stok darah di PMI Karanganyar hari ini, Jumat (9/12/2022), bisa disimak pada artikel ini.

      Nyam, Festival Durian Lokal Digelar 4 Hari di Selogiri Wonogiri, Ini Jadwalnya

      Di antara durian lokal yang dijual, berasal dari Sumatra, Kalimantan, hingga beberapa daerah di Jawa. Harga yang ditawarkan pun beragam, mulai dari Rp100.000/tiga buah hingga Rp120.000/buah.

      Diawali Menteri Nyirami Kaesang, Presiden Jokowi dan Ibu Negara Terakhir

      Ada tujuh pasangan yang melakukan siraman kepada calon manten Kaesang yang merupakan keluarga Presiden Jokowi serta menteri, yakni Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud Md bersama istri.