Desa Krendowahono Gondangrejo Karanganyar Krisis Air Bersih
Pekerja sedang berusaha memompa air di sumur dalam di Ngrawan, Krendowahono, Karanganyar Senin (28/9/2020). (Istimewa/ Pemdes Krendowahono)

Solopos.com, KARANGANYAR – Beberapa dusun di Desa Krendowahono, Gondangrejo, Karanganyar mengalami krisis air bersih. Warga masih kekurangan air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Selain program nasional penyediaan air minum dan sanitasi berbasis masyarakat (Pamsimas) yang rusak, proses pengeboran sumur dalam juga masih terkendala kecilnya debit air yang keluar.

Pantauan Solopos.com BPBD Karanganyar kembali memasok ribuan liter air di Dusun Kayen. Pasalnya, hingga saat ini belum ada tindakan untuk memperbaiki Pamsimas yang diduga mengalami kerusakan pipa bawah tanah akibat pergerakan tanah.

6 Kuliner Tradisional Khas Ngawi Lezat & Murah Meriah

Kades Krendowahono, Syarif, mengatakan hingga saat ini proses pemasokan air di Dusun Kayen masih terus berjalan. Akibat Pamsimas yang rusak sebanyak 450 jiwa warga di dusun tersebut mengalami krisis air bersih.

Saat ini proses pasokan air masih terus berjalan. Saya belum mengecek lagi hari ini bagaimana tindak lanjutnya. Yang jelas warga masih membutuhkan air bersih karena di sana Pamsimasnya rusak,” jelas dia kepada Solopos.com, Senin (28/9/2020).

Selain itu, Syarif juga mengatakan pihaknya masih menunggu proses pembangunan sumur dalam bantuan BBWSBS melalui BPBD Karanganyar di Ngrawan. Pasalnya hingga saat ini debit air yang keluar dari sumur tersebut masih belum sesuai harapan.

Kami belum sempat berkomunikasi juga dengan BBWSBS. Tapi hingga saat ini masih terus dipompa airnya, namun debitnya masih kecil. Masih belum mencukupi untuk kebutuhan air bersih di Ngrawan,” imbuh dia.

Waspada! Wonogiri Masuk 25 Wilayah Rawan Gempa di Pulau Jawa

Terpisah, Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Karanganyar, Nugroho Budi Santosa, mengatakan pihaknya sudah mengirimkan air bersih sebanyak 80.000 liter di Dusun Kayen. Pengiriman air bersih sesuai dengan permohonan dan kebutuhan warga yang mengalami krisis.

Masih terus dikirim [air bersih]. Sekalian ke Jatikuwung. Karena di Karanganyar dua lokasi tersebut yang dilaporkan membutuhkan air bersih. Kadang kalau ada yang punya hajatan minta lagi,” jelas dia.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom