Desa Karangwuni Polokarto, Pusatnya Bakul Gempol Pleret Sukoharjo

Desa  Karangwuni, Kecamatan Polokarto, Sukoharjo, menjadi pusatnya produsen dan penjual gempol pleret.

 Sajian es gempol pleret di Tegalmade, Mojolaban, Sukoharjo, Selasa (5/7/2022). (Magdalena Naviriana Putri)

SOLOPOS.COM - Sajian es gempol pleret di Tegalmade, Mojolaban, Sukoharjo, Selasa (5/7/2022). (Magdalena Naviriana Putri)

Solopos.com, SUKOHARJO— Minuman tradisional gempol pleret sudah ada sejak zaman dulu. Salah satu daerah produsen gempol pleret yakni Desa  Karangwuni, Kecamatan Polokarto, Sukoharjo.

Dulu, mayoritas warga di Desa Karangwuni merupakan produsen gempol pleret. Kepala Desa Karangwuni, Polokarto, Sukoharjo, Hartono mengatakan saat ini ada sekitar sembilan warga Karangwuni yang menjadi produsen gempol pleret.

PromosiBorong Penghargaan, Tokopedia Jadi Marketplace Favorit UMKM

Sisanya sekitar 15 orang menjual es gempol pleret ke berbagai wilayah. Belasan itu belum termasuk para reseller. Oleh karena itu, ia menduga jumlahnya lebih dari 15 orang.

“Awalnya itu jualan di desa, lalu ada yang merantau hingga ke Semarang, dan jualan di sana. Tapi kalau sejak kapan saya kurang paham,” kata Kepala Desa Karangwuni,

Baca Juga: Segarnya Es Gempol Pleret Khas Solo, Gurih-Gurih Nyoi…

Gempol pleret adalah minuman yang disajikan seperti dawet. Minuman itu terdiri atas gempol dan pleret yang terbuat dari tepung beras.

Gempol memiliki rasa gurih dengan bentuk bulat-bulat putih. Sementara pleret terasa sedikit lebih manis karena campuran gula jawa dan bentuknya panjang pipih berwarna coklat.

Kedua adonan dari tepung beras ini memiliki rasa cenderung hambar. Biasanya disajikan dengan kuah santan yang gurih. Namun, seiring berjalannya waktu penjual memodifikasi rasa hingga tampilan gempol pleret itu.

Salah seorang penjual gempol pleret di Tegalmade, Mojolaban, Sukoharjo, Darman, 53 mengatakan telah berjualan es gempol pleret hampir 30 tahun. Dia mendapatkan resep dari ibunya dan meneruskan usahanya hingga kini.

“Kalau saya dari 1993. Saya tahu resepnya langsung dari ibu saya. Kalau gempol pleret itu awalnya hanya santan gurih saja. Tapi sekarang mengikuti zaman karena ada yang suka manis jadi saya sediakan kuah gula jawa,” katanya saat berbincang-bincang di sela-sela menyiapkan pesanan pelanggan, Selasa (5/7/2022).

Baca Juga: Suegeerr… 3 Es Legend di Solo Ini Wajib Banget Dicicipi

Saat ini es gempol pleretnya disajikan dengan dua varian. Varian asli dengan kuah santan yang terasa gurih. Sementara bagi pelanggan yang menyukai rasa manis akan disajikan dengan kuah gula jawa ditambah dengan bubur mutiara. Seporsi gempol pleret manis maupun gurih hanya dia jual dengan harga Rp5.000.

Sejak 1993 Darman telah berkeliling menjajakan gempol pleret dari kampung ke kampung di jalanan persawahan sekitar rumahnya. Hingga kurang lebih sepuluh tahun dia memilih membuka lapak gempol pleretnya di Tegalmade, Mojolaban itu.

Setiap hari kecuali Jumat pada pukul 11.00 WIB-15.00 WIB lapaknya selalu siap menerima pelanggan. Cuaca menjadi tantangan tersendiri baginya mengingat ketika hujan, pembeli tak ada yang singgah ke lapaknya itu.

“Kalau hari Jumat libur, sama kalau hujan biasanya agak susah soalnya kan ini di tengah sawah juga. Kalau tahun ini kan kebanyakan juga musim hujan terus, kalau enggak hujan alhamdulillah ramai terus,” kata dia.

Dalam sehari, dia mampu menghabiskan 10 kilogram-12 kilogram tepung beras untuk pembuatan esnya itu. Omzet yang didapatnya mencapai Rp500.000-Rp800.000 per hari tergantung berapa banyak gempol pleret yang dibawanya.

Baca juga: Ini Keistimewaan Kue Cucur Pranggong Boyolali yang Tembus Pasar Nasional

Darman telah berjualan es gempol pleret  hampir 30 tahun lamanya. Omzetnya mampu mencukupi kebutuhan sehari-hari. Ia akan mewariskan usahanya jika anak dan cucunya mau. Saat ini anaknya telah diajarkan proses pembuatan dan diajak berjualan di lapaknya itu.

Mewariskan usaha gempol pleret sudah hal lumrah di kampungnya yakni Desa Karangwuni, Kecamatan Polokarto, Sukoharjo. Pembuatan gempol pleret juga telah turun temurun di sana.  “Kalau kata mbah-mbah saya dulu di desa saya [Karangwuni] itu pembuatan gempol pleret turun temurun,” jelas Darman.

 

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini". Klik link https://t.me/soloposdotcom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Solopos.com Berita Terkini

Berita Terkait

Berita Lainnya

      Berita Terkini

      The Alien Buka Konser Dream Theater Buka Konser di Stadion Manahan Solo

      Dream Theater membuka konser di area parkir Stadion Manahan Solo pada Rabu (10/8/2022) pukul 20.00 WIB dengan lagu berjudul The Alien.

      Ini Kisah Unik Joko Tingkir dan Perahu Peninggalannya di Sragen

      Makam Joko Tingkir menjadi salah satu tempat di Sragen yang banyak dikunjungi peziarah. Peninggalannya yang berupa bongkahan kayu bekas perahunya pun masih menjadi daya tarik pengunjung untuk datang.

      5 Desa Ini akan Dilintasi Pipa Transmisi Bendungan Pidekso Wonogiri

      Proyek pembangunan intake dan pipa transmisi air baku Bendungan Pidekso Wonogiri sudah dalam tahap pengerjaan fisik.

      Kreatif! Warga Ampel Boyolali Bikin Tulisan Penyemangat di Pagar

      Saat memasang umbul-umbul sudah sangat mainstream, warga RT 01/RW 07, Dusun Tumpak, Desa Sidomulyo, Kecamatan Ampel, Boyolali punya cara lain untuk menghiasi lingkungan mereka di momentum HUT ke-77 Kemerdekaan RI ini.

      Hasil Tangkapan Ikan di WGM Wonogiri Terus Menurun, Nelayan: Tak Lazim!

      Hingga pekan kedua Agustus 2022, ikan hasil tangkapan nelayan di Waduk Gajah Mungkur (WGM) Wonogiri masih minim.

      Lomba Lari Sangirun 2022 Bakal Beda dan Lebih Menarik, Catat Jadwalnya

      Kemendikbudristek menjanjikan ada yang beda pada lomba lari Sangirun 2022 ini. Selain itu jumlah pesertanya ditambah lebih dari dua kali lipat.

      Mentan Datang Lagi ke Gondangrejo Karanganyar

      Mentan Syahrul Yasin Limpo kembali mendatangi Desa Sejosari, Kecamatan Gondangrejo, Karanganyar untuk mengecek persiapan acara penanaman kelapa gajah besok Kamis (11/8/2022). Rencananya acara itu dihadiri Presiden Jokowi meski belum bisa dipastikan.

      Viaduk Gilingan Solo Diperbaiki, Warga Curhat Pusingnya Cari Jalan

      Rencana perbaikan viaduk Gilingan di Jl Ahmad Yani, Banjarsari, Solo, yang berdampak pada penutupan jalan membuat warga pusing mencari jalan alternatif.

      Ambrol Maret 2022, Jembatan Kadirejo Klaten Mulai Diperbaiki

      Jembatan Kadirejo, Kecamatan Karanganom, Klaten akhirnya mulai dibangun. Pembangunan ditargetkan rampung pada Desember 2022.

      Pembebasan Lahan Underpass Joglo Solo Rp400 Miliar, Apa Saja yang Kena?

      Anggaran pembebasan lahan untuk penataan kawasan dan underpass di Simpang Joglo, Solo, disiapkan senilai Rp400 miliar.

      Naga Baruklinting, Seni Rupa, dan Pelestarian Lingkungan

      Seni dan budaya—lebih khusus lagi pameran seni rupa—bisa diberdayakan untuk menggugah kembali kesadaran menjaga lingkungan demi kesinambungan kehidupan.

      2 Website Resmi Pemkab Boyolali Diretas, Ada Gambar Wanitanya

      Sejumlah situs atau website resmi Pemkab Boyolali diretas oleh pihak tak dikenal.

      Penonton Masuk Gate Konser Dream Theater di Solo, Begini Keramaiannya

      Para penonton antre dengan rapi memasuki area konser Dream Theater saat open gate di Stadion Manahan Solo, Rabu (10/8/2022).

      Waspada, Sudah 7 Kasus Kebakaran Terjadi di Sragen dalam 10 Hari

      Warga Sragen diimbau waspada bahaya kebakaran yang potensi nya cenderung meningkat saat kemarau tiba.

      Konser Dream Theater di Solo Pakai Listrik dari PLN, Lebih Murah Lho

      Konser Dream Theater di Stadion Manahan Solo, Rabu (10/8/2022), mendapat dukungan listrik andal dari PT PLN, bukan genset.