Kategori: Wonogiri

Desa di Wonogiri yang Siap Lakukan Pemakaman Jenazah Covid-19 Tersebar di 5 Kecamatan


Solopos.com/Aris Munandar

Solopos.com, WONOGIRI -- Beberapa sukarelawan desa di Wonogiri telah siap dan terlatih melakukan pemakaman sesuai dengan protokol kesehatan atau prosedur pemakaman jenazah Covid-19. Bahakan mereka juga membantu pemakaman ke daerah lain yang membutuhkan.

Berdasarkan data yang dihimpun Solopos.com, beberapa desa yang sudah siap melakukan pemakaman dengan protokol kesehatan tersebar di beberapa kecamatan, di antaranya Selogiri, Pracimantoro, Giritontro, Sidoharjo dan Manyaran.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Wonogiri, Bambang Haryanto, mengatakan pihaknya dan dinas terkait sudah melakukan pelatihan pemakaman jenazah pasien Covid-19 ke beberapa sukarelawan desa.

Baca Juga: Sudah 10 Hari Mulut Luweng di Pracimantoro Wonogiri Belum Juga Ditemukan, Warga Tak Menyerah!

"Kami memberi pelatihan kepada desa yang meminta untuk dilatih, atas inisiatif mereka sendiri. Jika pelatihan masuk program kami, bisa saja nanti tidak berdampak kepada sukarelawan," kata dia saat dihubungi, Minggu (14/2/2021).

Sukarelawan yang telah dilatih, kata dia, tidak hanya melakukan pemakaman di desa masing-masing. Namun juga membantu daerah lain yang ada jenazah Covid-19, bahkan lintas kecamatan. Sehingga kesiapan mereka untuk memakamkan jenazah Covid-19 cukup tinggi.

Sementara itu, lanjut Bambang, desa yang hingga saat ini belum ada sukarelawan yang bisa memakamkan, pihaknya akan mengerahkan personel BPBD. Sehingga sukarelawan di desa tidak terlalu keberatan.

"Personel utama saat pemakaman dari BPBD. Kemudian sukarelawan desa turut membantu. Dalam proses itu mereka bisa mempelajari sekaligus diberi edukasi soal mengurus pemakaman. Kami juga selalu melakukan evaluasi," ujar dia.

Ia mengatakan, selama pandemi, personel pemakaman Covid-19 BPBD Wonogiri tidak kewalahan dalam menjalankan tugas. Pekerjaan mereka dilandasi dengan beribadah membantu sesama. Meski demikian, hal itu jangan sampai membuat seluruh pihak lengah dalam menerapkan protokol kesehatan.

"Paling utama itu kondisi mereka fit saat melakukan pemakaman. Alat perlindungan diri yang dipakai memiliki pengamanan level tinggi. Semua ada prosedurnya yang ketata," kata Bambang.

Baca Juga: Dihadiri Ratusan Tamu, 3 Hajatan Warga di Grogol Sukoharjo Dikukut Satgas Covid-19

Telah diketahui, pemakaman dengan protokol kesehatan belum memberi kepastian bahwa jenazah positif Covid-19. Bisa saja yang dimakamkan dengan prosedur tersebut merupakan pasien suspect Covid-19.

Berdasarkan data di website resmi Pemkab Wonogiri, jumlah pasien positif Covid-19 yang meninggal dunia hingga Sabtu (13/2/2021) pukul 21.00 WIB, sebanyak 113 orang. Sedangkan jumlah pasien positif kumulatif sebanyak 2.983 orang, dengan kasus aktif sebanyak 124 orang.

Share
Dipublikasikan oleh
Ahmad Baihaqi