Desa di Wonogiri Bikin Video untuk Sosialisasi Bansos, Videonya Kocak Banget!
Screenshot cuplikan video Balada Bansos Batuwarno (Youtube)

Solopos.com, WONOGIRI -- Berbagai cara dilakukan pemerintah untuk menyosialisasikan aturan bantuan sosial atau bansos, salah satunya lewat video sosialisasi bansos.

Hal ini seperti yang dilakukan warga Kecamatan Batuwarno, Kabupaten Wonogiri, yang membuat video berjudul Balada Bansos Batuwarno. Video yang diunggah di Youtube tersebut memberi gambaran aturan dalam penyaluran bansos pandemi Covid-19.

Tak cuma memberi pencerahan, video sosialisasi bansos tersebut juga dibubuhi adegan kocak serta para pemain yang bertingkah jenaka. Hingga saat ini, sudah ada dua video yang diunggap dengan tema sama.

Pemungutan Pajak Digital Bisa Picu Ketegangan Dunia

Misalnya di video pertama Balada Bansos Batuwarno, ada salah satu tokoh perempuan berdaster dan berkerudung, namun diperankan pria. Ibu-ibu ini sempat jatuh terjerembab kala hendak mendatangi tukang sayur.

Di video Balada Bansos Episode 2 lebih kocak lagi. Ada salah satu tokoh di video yang protes lantaran kepada desa tidak memberinya bansos pandemi Covid-19. Padahal dirinya adalah keponakan sang kepala desa.

Sri, perempuan yang protes tersebut datang menemui Kepala Desa Sumberejo, Kecamatan Batuwarno, Tri Haryanto (Triko). Dia datang bersama Minten, warga lain yang menerima bansos, dan seorang ketua RT.

53 Mahasiswa Indonesia di Wuhan Diwisuda saat Pandemi Covid-19

Protes Tak Terima Bansos

Sri protes karena tidak mendapatkan bantuan, sedangkan tetangganya, Minten, mendapat bansos. Padahal Sri keponakan Triko.

Minten mengatakan drinya terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK) dari tempat kerjanya, selain itu suaminya sakit keras.

Triko lalu menjelaskan Sri tidak mendapat bansos karena sudah menerima bantuan Program Kelurga Harapan (PKH). Sedangkan Minten mendapat bansos karena terkena PHK dan sebelumnya tidak menerima bantuan PKH maupun Bantuan Sembako Pangan (BSP).

Terungkap! Penyerang Wakapolres Karanganyar Ternyata Warga Madiun

Saat perbincangan terjadi, datang seorang laki-laki mengunjungi rumah Kades. Kades dan warga ketakutan lantaran pria itu preman di Desa Sumberejo.

Di luar dugaan, laki-laki tersebut justru mengembalikan bansos. β€œPak Polo niki bansose kulo wangsulke amargi taksih kathah ingkang mbetahaken [Pak Kepala Desa, ini bansos saya kembalikan karena masih banyak yang membutuhkan],” kata sang preman.

β€œTak tompo Jek, luar biasa [saya terima Jek, luar biasa],” sahut Kepala Desa. Dia lalu mengingatkan Sri untuk belajar pada pria tersebut. Sang preman adalah sopir yang kena PHK, namun lantaran merasa masih memiliki penghasilan lain, dia dengan kesadaran sendiri mengembalikan bansos.

Outlet Minuman Manis di The Park Mall Solo Ini Beri Promo Beli 1 Gratis 1

Video diunggah di Youtube

Cerita di video sosialisasi bansos ini sangat sederhana dan mudah dicerna. Video ini dibuat Tim Pelaksana Inovasi Desa (TPID) Kecamatan Batuwarno bekerjasama dengan Pemdes Sumberejo. Video tersebut diunggah di chanel Youtube 8 Productions sejak Minggu (16/6/2020).

Hingga Senin (22/6/2020) pukul 12.30 WIB, video berdurasi dua menit 33 detik tersebut ditonton lebih dari 1.000 kali dan dibubuhi 75 tanda suka.

Anggota TPID Batuwarno, Arfan Agusta, mengatakan video tersebut dibuat untuk memudahkan edukasi kepada masyarakat terkait penyaluran bansos. Karena fakta di lapangan penyaluran bansos menjadi perdebatan dan perselisihan di kalangan masyarakat.

Klaten Siapkan Protokol Kesehatan Desa Paseduluran Pengungsi Merapi

Ke depan, tim TPID akan membuat video lagi dengan tema lain, tetapi masih berkaitan dengan kondisi Covid-19.

"Pemerintah tidak mungkin menyampaikan secara langsung kepada masyarakat secara individu. Jika dibuat video, masyarakat bisa mendapat sosialisasi melalui handphone masing-masing. Intinya mempermudah sosialisasi dan pemahaman," kata dia saat dihubungi Solopos.com, Sabtu.

Kades Sumberejo, Tri Haryanto, yang juga berperan dalam video itu mengatakan cuplikan video tersebut menggambarkan kejadian nyata saat pendataan dan penyakulan bansos di masa pandemi.

Hot News, Bantu Tangani Covid-19 Bisa Dapat Keringanan Pajak Penghasilan!

Ada Kecemburuan Penerima Bansos

Sebagian masyarakat belum mengetahui regulasi atau kriteria penerima bansos. Sehingga sering kali terjadi kecemburuan antar warga dan melakukan protoes.

Menurut dia, ada warga yang sudah menerima PKH dan BSP tetapi masih meminta bantuan. Ada juga yang sudah mempu, tetapi tetap melakukan protes karena tidak didata. Padahal penerima bansos ada kriteria yang ditentukan.

"Problem-problem yang ada coba kita sampaikan dengan video pendek. Dengan harapan mereka memahami kriteria penerima bansos," kata dia saat ditemui Solopos.com di rumahnya, Sabtu.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya









Kolom