Desa-Desa di Klaten Masih Pertahankan Rumah Isolasi
Seorang warga berjaga di pintu masuk di RW 005, Tijayan, Manisrenggo, Klaten, Jumat (8/5/2020). Daerah itu menerapkan isolasi skala dukuh hampir dua pekan terakhir menyusul salah seorang warga setempat dinyatakan positif Covid-19 akhir April lalu. (Espos/Ponco Suseno)

Solopos.com, KLATEN – Pemerintah desa di Klaten hingga kini masih mempertahankan tempat isolasi mandiri bagi warga yang berstatus suspek Covid-19 termasuk para pemudik yang berdatangan. Sejumlah desa memastikan tempat isolasi mandiri itu siap digunakan untuk karantina mandiri bagi warga yang terkonfirmasi positif Covid-19 tanpa mengalami gejala klinis.

29 Nakes RSUD Wonogiri Positif Covid-19, Pemkab Cari Pengganti dari Faskes Lain

Seperti di Desa Kadilanggon, Kecamatan Wedi. Warga dan pemerintah desa setempat mempertahankan rumah isolasi mandiri yang ada di setiap RW dari total sekitar sembilan RW. Jumlah rumah isolasi yang disiapkan sejak akhir Maret itu lebih dari 15 lokasi memanfaatkan rumah kosong serta gedung fasilitas umum.

Kepala Desa Kadilanggon, Sukiyo Tarwicahyadi, menjelaskan tempat isolasi yang disediakan dilengkapi sejumlah fasilitas seperti lampu, tempat tidur, serta kamar mandi. “Rumah isolasi sampai sekarang berlanjut. Kalau ada yang pulang dari perantauan, harus ke rumah isolasi. Alhamdulillah sekarang tidak ada yang pulang,” jelas Sukiyo kepada wartawan, Jumat (24/7/2020).

Sukiyo menuturkan rumah isolasi selama ini tetap terawat meski kosong. Perawatan dilakukan oleh pemilik rumah serta gugus tugas tingkat RW hingga desa.

Pecah Rekor! Pasien Positif Covid-19 Soloraya Tembus 1.010 Orang

Sukiyo menuturkan rumah isolasi yang disediakan di setiap RW pernah termanfaatkan terutama oleh warga yang pulang kampung dari tanah perantauan seperti Jakarta, Bali, Kalimantan, Bandung, bahkan Jogja. Jumlah total warga yang pernah menjalani isolasi mandiri di rumah isolasi yang ada pada masing-masing RW sekitar 35 orang.

Sukiyo menjelaskan rumah isolasi itu dimaksudkan agar warga yang menjalani isolasi mandiri benar-benar tak melakukan kontak dengan siapapun selama 14 hari menjalani karantina. Hal itu sudah menjadi kesepakatan warga dan pemerintah desa di Kadilanggon.

Logistik Warga yang Isolasi Mandiri

Begitu pula dengan kebutuhan logistik warga yang menjalani isolasi mandiri. Seluruh kebutuhan disediakan oleh keluarganya. “Yang menyediakan makanan dari keluarganya sendiri sehingga desa tidak terlalu terbebani. Namun, ketika ada warga miskin menjalani isolasi mandiri, dari desa tetap memberikan bantuan,” tutur Sukiyo.

Asyik! Mi Ayam Instan Wonogiren Bisa Dibeli Lewat E-Commerce

Disinggung rencana pemkab untuk meminta masing-masing desa menyediakan tempat isolasi nonrumah sakit bagi warga yang terkonfirmasi positif tanpa gejala klinis, Sukiyo menjelaskan rumah isolasi siap digunakan. “Selama itu untuk warga Kadilanggon, bukan warga dari desa lain, kami siap. Alhamdulillah sampai saat ini belum ada warga kami yang terkonfirmasi positif,” urai dia.

Kepala Desa Bolopleret, Kecamatan Juwiring, Catur Joko Nugroho, mengatakan hingga kini rumah isolasi masih dipertahankan untuk antisipasi ketika dibutuhkan sebagai lokasi bagi warga yang menjalani karantina mandiri. Ada dua rumah isolasi yang disiapkan di desa tersebut. “Pernah ada tiga orang yang menjalani isolasi mandiri di rumah isolasi,” kata Catur.

Desa Jomboran Klaten

Kepala Desa Jomboran, Kecamatan Klaten Tengah, Agung Widodo, mengatakan sebelumnya ada tiga rumah isolasi yang disiapkan untuk karantina mandiri warga. Rumah isolasi itu memanfaatkan rumah kosong milik warga. “Rumahnya masih. Tetapi sekarang tidak terpakai karena juga protokol tidak seketat dulu. Kalau dulu itu ketika ada pendatang dimasukkan ke karantina dulu,” urai dia.

Wawali Positif Corona: Pejabat, Legislator, dan Wartawan Solo Tes Swab

Disinggung permintaan pemkab agar setiap wilayah menyediakan rumah isolasi nonrumah sakit, Agung menjelaskan masih menunggu instruksi dari tingkat kabupaten.

Sebelumnya, Gugus Tugas Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 Klaten meminta para camat agar di setiap wilayah bisa disiapkan tempat isolasi pasien Covid-19 nonrumah sakit. Persiapan itu dilakukan untuk mengantisipasi jika kembali terjadi lonjakan jumlah pasien terkonfirmasi hingga kapasitas rumah sakit tak mampu lagi menampung pasien.

Tempat isolasi nonrumah sakit itu untuk pasien terkonfirmasi positif tanpa gejala klinis serta tak membutuhkan alat bantu. Hanya saja, gugus tugas hingga kini masih mengandalkan tempat isolasi di rumah sakit bagi seluruh pasien terkonfirmasi positif. Kapasitas kamar isolasi rumah sakit hingga kini dipastikan masih mencukupi untuk menampung seluruh pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Klaten.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom