Tutup Iklan
Budidaya udang galah di Desa Cepokosawit, Kecamatan Sawit, Kabupaten Boyolali. Foto diambil beberapa waktu lalu. ( Farida Trisnaningtyas/JIBI/SOLOPOS)


Budidaya udang galah di Desa Cepokosawit, Kecamatan Sawit, Kabupaten Boyolali. Foto diambil beberapa waktu lalu. (
Farida Trisnaningtyas/JIBI/SOLOPOS)

Masyarakat Desa Cepokosawit, Kecamatan Sawit, Kabupaten Boyolali berupaya memanfaatkan tanah kas desa yang kurang produktif untuk budidaya udang galah. Pengembangan udang galah ini sekaligus untuk mengenalkan Desa Cepokosawit menjadi desa wisata.

Kades Cepokosawit, Slamet Raharjo menuturkan, sudah ada dua hektare lahan milik kas desa yang disulap menjadi kolam budidaya udang galah. Bahkan, di sebagian kolam sudah ditebar sebanyak 40.000 benur atau bibit udang. Menurutnya, lahan tersebut kurang produktif untuk tanaman padi karena selalu tergenang. Alhasil, ia dan warga setempat memanfaatkannya untuk budidaya udang.

Total lahan yang akan dimanfaatkan seluas empat hektare. Selain budidaya udang, tanah kas desa yang produktif juga akan dikembangkan menjadi lahan tanaman padi organik. “Pengembangan desa wisata ini melalui program nasional pemberdayaan masyarakat (PNPM) Mandiri. Total alokasi dana mencapai Rp1 miliar,” tuturnya saat ditemui Solopos.com belum lama ini.

Slamet menjelaskan, dana tersebut juga dipergunakan untuk pembangunan talud, petak-petak kolam, serta pembenahan saluran air. Pembangunan tahap selanjutnya yakni, membuka akses jalan masuk ke lokasi kolam udang. Ia pun bekerja sama dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata untuk mendukung program desa wisata.  Bahkan, ia tak menutup kemungkinan untuk menggandeng investor demi mengembangkan desa wisata ini.

Ia pun segera membuat peraturan desa (Perdes) untuk mengatur ketentuan kerjasama pengembangan desa wisata. Ia berharap, desa wisata ini dapat membuka lapangan kerja dan mengangkat potensi Desa Cepokosawit. Sementara Kepala Disbudpar Boyolali, Sugiyanto menyambut positif upaya Pemdes Cepokosawit untuk mengembangkan wilayahnya. Menurutnya, pengembangan desa membutuhkan jiwa kewirausahaan yang tinggi. Oleh karena itu, ia mendukung upaya pengembangan desa wisata ini.

“Kita lihat sendiri potensinya. Tinggal dilakukan pembenahan yang lebih optimal. Akan tetapi, partisipasi masyarakat sangat diperlukan untuk desa wisata ini,” jelasnya.

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten