Desa Boleh Usulkan Jumlah KPM BLT Sesuai Kondisi

Pemerintah membolehkan desa mengusulkan jumlah KPM kurang atau lebih banyak dari kuota KPM yang ditetapkan pemerintah sesuai alokasi anggaran BLT.

 Perangkat Desa Nambangan, Kecamatan Selogiri, Kabupaten Wonogiri, mengikuti rapat koordinasi secara virtual dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wonogiri di kantor mereka, Selasa (18/1/2022). (Solopos.com/Rudi Hartono)

SOLOPOS.COM - Perangkat Desa Nambangan, Kecamatan Selogiri, Kabupaten Wonogiri, mengikuti rapat koordinasi secara virtual dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wonogiri di kantor mereka, Selasa (18/1/2022). (Solopos.com/Rudi Hartono)

Solopos.com, WONOGIRI—Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wonogiri meminta pemerintah desa tak perlu risau dalam menyikapi ketentuan ihwal dana desa 2022 untuk bantuan langsung tunai (BLT).

Pemerintah pusat membolehkan pemerintah desa mengusulkan jumlah keluarga penerima manfaat (KPM) lebih sedikit atau pun lebih banyak dari kuota KPM yang ditetapkan sesuai alokasi anggaran BLT, yakni minimal 40 persen dari dana desa. Ihwal BLT 2022 itu dibahas dalam koordinasi virtual Pemkab dengan seluruh perangkat desa di Kabupaten Wonogiri terkait dana desa 2022, Selasa (18/1/2022).

PromosiJake Daniels dan Para Pesepak Bola Gay dalam Pusaran Liga Inggris

Bupati Joko Sutopo, Wakil Bupati Setyo Sukarno, Sekretaris Daerah (Sekda) Haryono, dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) memberi penjelasan kepada pamong desa yang bertanya.

Baca Juga: Naik 100 Persen, Alokasi BLT Wonogiri 2022 Capai Rp85,424 Miliar

Sekretaris Desa (Sekdes) Nambangan, Kecamatan Selogiri, Rohmat, saat ditemui Solopos.com di kantornya seusai koordinasi virtual, Selasa, mengatakan topik mengenai BLT paling banyak dibahas. Pemerintah desa masih risau karena kebanyakan keluarga kurang mampu di desa sudah terkaver bantuan sosial (bansos) dari pemerintah. Sementara, pada 2022 ini pemerintah desa harus mencari banyak KPM BLT.

“Dalam Perpres No. 104/2021 tentang Rincian Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2022 diatur dana desa minimal 40 persen untuk BLT. Apakah desa bisa mengusulkan jumlah KPM kurang dari anggaran BLT yang disediakan pemerintah, itu juga masih jadi pertanyaan,” kata Rohmat.

Kepala Dinas PMD Wonogiri, Antonius Purnama Adi, menjelaskan sesuai ketentuan, dana desa yang dialokasikan untuk BLT 2022 setiap desa sebesar 40 persen dari total dana desa tidak langsung ditransfer dari rekening kas umum negara (RKUN) ke rekening kas desa (RKD) seperti tahun sebelumnya. Dana desa untuk BLT ditransfer sesuai usulan jumlah KPM dari desa.

Baca Juga: Salurkan BLT, Kades di Wonogiri Siap Dianggap Tak Adil

Pemerintah membolehkan desa mengusulkan jumlah KPM kurang atau lebih banyak dari kuota KPM yang ditetapkan pemerintah sesuai alokasi anggaran BLT. Contohnya, dana desa sebesar 40 persen untuk BLT 2022 di desa X yang ditetapkan pemerintah dialokasikan bagi 100 KPM selama setahun. Sementara, KPM di desa X yang benar-benar memenuhi kriteria hanya 60 keluarga.

Desa bersangkutan boleh mengusulkan 60 KPM kepada pemerintah. Pemerintah akan mentransfer dana desa BLT sesuai dengan jumlah KPM yang diusulkan. Sisa anggaran BLT yang sedianya untuk 40 KPM dikunci pemerintah dan tak bisa dicairkan hingga akhir tahun.

“Karena itu desa harus hati-hati. Dari contoh di atas, jika desa memaksakan mengusulkan 100 KPM, padahal sebenarnya yang memenuhi kriteria sebagai KPM hanya 60 keluarga dan 40 KPM lainnya adalah warga mampu, punya mobil misalnya, itu berisiko. Di kemudian hari bisa jadi temuan [pelanggaran],” kata lelaki yang akrab disapa Anton itu saat ditemui di kantornya.

Baca Juga: BLT Senilai Rp37,5 Miliar Sudah Tersalurkan kepada Warga Wonogiri

 

KPM Lebihi Kuota

Dia melanjutkan, pemerintah pusat juga membolehkan pemerintah desa mengusulkan jumlah KPM lebih banyak dari kuota yang ditetapkan. Hal itu jika warga miskin di desa lebih banyak dari kuota.

Merujuk pada contoh di atas, pemerintah desa boleh mengusulkan lebih dari 100 KPM jika jumlah warga miskin yang mememuhi kriteria sebagai KPM lebih dari itu. Misalnya desa mengusulkan 150 KPM. Pemerintah akan mentransfer anggaran BLT sesuai usulan tersebut.

Namun, anggaran BLT untuk mengaver kelebihan 50 KPM diambilkan dari dana desa yang dialokasikan untuk merealisasikan program desa.

Baca Juga: Alhamdulillah! BLT DD di Wonogiri Bisa Cair pada Masa PPKM Darurat

“Sesuai Perpres 190, diatur dana desa 40 persen untuk BLT, 20 persen untuk ketahanan pangan, dan 8 persen untuk penanganan Covid-19. Jadi, dana desa untuk merealisasikan program desa sebesar 32 persen. Jika jumlah KPM BLT yang diusulkan lebih banyak, pemerintah akan mengambilkannya dari yang 32 persen dana desa itu,” ulas Anton.

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini". Klik link https://t.me/soloposdotcom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Solopos.com Berita Terkini

Berita Terkait

Berita Lainnya

Espos Plus

5 Abad Perjalanan Panjang Inggris Legalkan LGBT Melalui Reformasi Hukum

+ PLUS 5 Abad Perjalanan Panjang Inggris Legalkan LGBT Melalui Reformasi Hukum

UU Buggery yang disahkan parlemen Inggris pada masa pemerintahan Henry III pada 1533 menyatakan homoseksual merupakan perbuatan ilegal. Lima abad kemudian, tepat pada 17 Juli 2013, Inggris melegalkan pernikahan sesama jenis melalui reformasi undang-undang.

Berita Terkini

Segini Tarif Jasa Dekorasi Langganan Presiden Jokowi

Ranu Asmoro yang mendekorasi resepsi pernikahan Ketua MK dengan adik Jokowi menetapkan tarif lebih tinggi dibandingkan penyedia jasa dekorasi lain.

Korean Wave Bikin Suasana Korea Begitu Terasa di Atrium Solo Grand Mall

Beberapa kroteria yang dinilai dalam kompetisi ini adalah kostum, koreografi, lipsing, serta kejutan yang diberikan untuk penonton.

Pemkab Sragen Klaim Terus Dampingi Anak Korban Perkosaan di Sukodono

Pemkab Sragen melalui Dinas Pengendalian Pendudukan, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) mengklaim selalu melakukan pendampina terhadap anak korban perkosaan.

800-An Tamu Bakal Saksikan Pernikahan Adik Presiden Jokowi pada 26 Mei

Sekitar 800-an undangan akan hadir pada pernikahan adik Jokowi yang digelar di Gedung Graha Saba Jl. Letjen Suprapto Solo.

1,5 Tahun Kasus Perkosaan Anak di Sragen Tak Tuntas, Polda Turun Tangan

Kapolres Sragen mengaku mengalami dua kendala dalam penanganan kasus perkosaan anak di bawah umur di Sukodono yang sudah berjalan 1,5 tahun.

Espos Plus: Perjalanan Inggris Legalkan LGBT dan Cerita Bandit Jawa

Tiga konten berita terkait perjalanan Inggris yang butuh waktu lima abad untuk melegalkan LGBT, cerita bandit Jawa jadi kecu atau perampok hingga Indonesia jadi ladang empuk jaringan pengedar narkoba internasional menjadi sajian menu Espos Plus edisi Sabtu (21/5/2022).

Bidik Pemilih Pemula Soloraya, Sahabat Ganjar Gelar Lomba TKJ

Sahabat Ganjar Relawan Indonesia atau Saga Relawan Indonesia menggelar lomba Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) yang diikuti para siswa SMK se-Soloraya.

Rumah Baca Sang Petualang Wonogiri Buka Kelas Komputer Berbayar Sampah

Rumah Baca Sang Petualang Wonogiri membuka kelas komputer untuk semua warga yang dibayar dengan sampah. Aksi sosial ini dilakukan untuk meningkatkan literasi digital warga Wonogiri.

Kementan Targetkan Swasembada Kedelai Pada 2026

Kementerian Pertanian (Kementan) menargetkan swasembada kedelai pada 2026. Tahun ini, Kementan mengejar target produksi kedelai 1 juta ton.

Sragen Hari Ini: 21 Mei 2016, Kecelakaan Maut Bus & Motor, 1 Meninggal

Enam tahun lalu, tepatnya pada 21 Mei 2016, terjadi kecelakaan lalu lintas di jembatan Mageru, Kecamatan Sragen, Kabupaten Sragen.

Warga Sragen Wetan Meninggal di Kamar, Ketahuan Seusai Jendela Didobrak

Seorang warga Sragen Wetan Sragen, ditemukan meninggal dunia sendirian di rumah. Korban ketahuan meninggal setelah ada warga yang mendobrak jendela rumahnya.

Tak Kuat Menanjak, Espass Nggelondor ke Jurang di Karangpandan

Mobil Daihatsu Zebra Espas yang dikemudikan warga Karangpandan, Karanganyar, ngglondor masuk jurang setelah tak kuat menanjak. Beruntung, sopir hanya mengalami luka ringan.

Keistimewaan Boyolali, Aneka Kuliner Lezat hingga Ikon Monumen Dunia

Kabupaten Boyolali dengan sederet keistimewaan terdiri atas 22 kecamatan yang dibagi lagi menjadi 261 desan dan 6 kelurahan.

Pengerjaan Proyek Pasar Nglangon Lambat, Bupati Sragen Marahi Konsultan

Bupati Sragen berang saat mengetahui progres pembangunan Pasar Nglangon senilai Rp33,7 miliar baru berjalan 0,48% dari seharusnya 11%.

Wow, Ada Monca Nail Art Juga Loh di Korean Wave Solo Grand Mall

Monca Nail Art menjadi salah satu gerai peserta Korean Wave yang digelar Solopos Media Group (SMG) dan Solo Grand Mall. Monca Nail Art memberi diskon 20% untuk semua treatment.