Kategori: Sragen

Derita Tumor Ganas di Punggung, Warga Mondokan Sragen Meninggal Dunia


Solopos.com/M Khodiq Duhri/JIBI/Solopos

Warga Sragen meninggal dunia karena tumor ganas di punggungnya.

Solopos.com, SRAGEN — Nur Iva Yuliana, 20, penderita tumor ganas di punggungnya mengembuskan napas terakhirnya di RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen, Kamis (23/2/2017).

Warga Tempelrejo, Mondokan, itu menderita tumor ganas di bagian punggungnya sejak empat bulan terakhir. Iva dibawa ke RSUD pada Rabu (22/2) pukul 13.00 WIB. Tumor di punggungnya sudah membesar sehingga membuatnya kondisi kesehatannya menurun.

“Kondisi dia waktu diperiksa di ruang poliklinik itu sudah gelisah. Kesadarannya sudah menurun. Dia sudah tidak mau lagi makan. Setelah diperiksa di poliklinik, kami membawanya ke bangsal,” terang Kabid Pelayanan RSUD dr. Soehadi Prijonegoro, dr. Sri Herawati, saat ditemui wartawan di kantornya, Kamis.

Di poliklinik, Iva langsung diinfus. Petugas medis juga memeriksa sampel darahnya. Berdasar hasil laboratorium, kandungan leukosit dalam darahnya jauh berada di atas normal.

“Tingginya leukosit itu menandakan sudah ada inveksi yang cukup parah. Sejak pukul 02.00 WIB, dia sudah koma. Baru pada pukul 07.10 WIB, dia meninggal dunia,” terang dr. Hera.

Tim dokter dari RS. dr. Oen Solo mendiagnosa Iva dengan penyakit tumor jenis sarcoma empat bulan lalu. Menurutnya, sarcoma merupakan jenis tumor ganas yang cepat berkembang. Tumor sarcoma pada umumnya menyerang jaringan tubuh bagian tengah (mesoderm), namun dapat juga menyerang jaringan tubuh bagian luar (ektoderm).

Sarcoma sering didapati pada jaringan ikat dan sel-sel pada otot, tulang, dan pembuluh darah. “Empat bulan lalu dia pernah dirawat di RS dr. Oen Solo. Saat dibawa ke sini, ada lokasi baru tumbuhnya tumor yakni di bagian kepala meski ukurannya masih kecil,” papar dr. Hera.

Menurut dr. Hera, sulit mendeteksi penyebab tumor sarcoma. Menurutnya, jenis tumor sarcoma biasa penyakit keturunan. Meski begitu, stres berat juga bisa memicu terjadinya serangan penyakit tumor sarcoma.

Share
Dipublikasikan oleh
Rini Yustiningsih