Kategori: Klaten

Derita PO Bus Dua Lebaran Tanpa Cuan


Solopos.com/Taufiq Sidik Prakoso

Solopos.com, KLATEN–Sama seperti Lebaran 2020, Lebaran 2021 membuat pengelola jasa transportasi umum termasuk para agen bus gigit jari. Sudah dua lebaran mereka tak memperoleh cuan sama sekali karena larangan mudik.

Momen yang semestinya panen rezeki justru tak dapat penghasilan lantaran mudik Lebaran masih dilarang gegara pandemi Covid-19 belum berakhir.

Pengelola salah satu agen Perusahaan Otobus (PO) di Terminal Ir Soekarno Klaten, Muklis, mengatakan kondisi agen bus terpuruk sudah dua kali Lebaran.

“Dua tahun ini tidak ada yang bisa dijagakke [diharapkan]. Padahal Lebaran itu pas ramai-ramainya penumpang,” kata Muklis saat berbincang dengan Solopos.com, Rabu (28/4/2021).

Muklis mengatakan sejak ada pandemi Covid-19 kondisi jasa transportasi terpuruk. Penumpang menyusut ditambah masih diberlakukan larangan mudik Lebaran.

Berharap Perhatian

“Sampai saat ini tetap bertahan usaha di jasa agen bus. Harapannya ada perhatian kepada kami. Setahu saya, selama ini belum ada bentuk bantuan kepada agen bus terutama agen di sini [Terminal Ir Soekarno Klaten] dari pemerintah,” kata Muklis.

Pengelola agen PO lainnya, Suryadi, berharap pemerintah bisa memberikan pelonggaran agar transportasi darat bisa tetap beroperasi. Dia menilai kebijakan peniadaan mudik Lebaran tak adil.

Suryadi mengatakan selama ini pengelola PO bus sudah mematuhi ketentuan termasuk menjalankan protokol kesehatan. Protokol yang diterapkan seperti membatasi jumlah penumpang, mewajibkan seluruh orang yang berada di dalam bus selalu mengenakan masker, hingga bus rutin disemprot disinfektan.

“Setiap tahun dari PO bus sudah menjalankan aturan entah itu pajak termasuk menjalankan protokol kesehatan tetapi tidak ada pelonggaran sedikit pun. Bus tetap dilarang beroperasi [saat mudik Lebaran]. Sementara pasar, mal, dan lain-lain tetap bisa buka,” kata Suryadi.

Masih Menunggu

Terkait kios agen bus bakal ditutup selama 6-17 Mei mendatang, Suryadi mengatakan belum bisa dipastikan. Pengelola agen bus masih menunggu kepastian dari pengurus PO bus.

“Kami menunggu dari perusahaan seperti apa. Harapannya kalau memang dilarang beroperasi ya semua moda transportasi tidak beroperasi,” jelas dia.

Pengelola Teknologi Informasi Terminal Ir Soekarno Klaten, Saryana, mengatakan ada sekitar 26 kios agen bus di terminal. Dia tak menampik selama dua tahun terakhir para pengelola agen bus tak bisa mendulang keuntungan pada momen Lebaran menyusul ada larangan mudik.

“Tetapi untuk kepentingan yang lebih besar [mencegah persebaran Covid-19], mereka memahami,” kata Saryana.

 

Share
Dipublikasikan oleh
Abu Nadhif