Derita Petambak Bandeng di Pantura Jateng: Produksi Turun, Pasar Tak Pasti, Tapi Harga Pakan Tinggi

Kawasan pantai utara atau yang dikenal dengan jalur pantura seharusnya memiliki potensi produksi perikanan yang besar karena secara geografis, kota/kabupten di kawasan ini dekat dengan laut

 Hasil perikanan ikan bandeng di Jawa Tengah (Sumber: Antaranews.com)

SOLOPOS.COM - Hasil perikanan ikan bandeng di Jawa Tengah (Sumber: Antaranews.com)

Solopos.com, SEMARANG —  Kawasan pantai utara atau yang dikenal dengan jalur pantura seharusnya memiliki potensi produksi perikanan yang besar karena secara geografis, kota/kabupten di kawasan ini dekat dengan laut sehingga memudahkan untuk mencari ikan dan sumber daya laut lainnya.

Namun faktanya, produksi perikanan dan sumber daya laut di area pantura, khususnya di Jawa Tengah ini tidak begitu signifikan seperti yang dibayangkan. Menurut data yang diperoleh dari situs Jateng.bps.go.id, Selasa (21/9/2021), data produksi perikanan khususnya hasil ikan di daerah pantura di Jawa Tengah per 16 April 2021 hanya berkisar antara 2 hingga 1.000-an ton

Mengutip dari berbagai sumber yang ada, diungkapkan oleh Dewan Pembina Serikat Petambak Pantura Indonesia (SPPI) Riyono pada April 2020 silam, salah satu faktor yang menyebabkan turunnya produksi perikanan di daerah pantura adalah anjloknya harga ikan, khususnya jenis bandeng sementara harga pakan naik karena imbas bahan baku impor.

Baca Juga: Murah Meriah! Tiket Masuk Grand Canyon Versi Hitam di Pekalongan Cuma Rp5.000

Hal inilah yang membuat rekan-rekan nelayan mulai resah karena ikan bandeng yang cenderung turun, sedangkan pasar mengalami ketidakpastian hingga langkah pemulihan yang masih belum jelas saat itu

Sementara itu, mengutip dari Antaranews, Data Koperasi Perikanan Darat Minorejo pada tahun 2019 melaporkan bahwa produksi ikan bandeng sebesar 662.239 ton dengan 58 petambak yang memproduksi hingga 50 ton per tahun. Volume tersebut saat ini dinilai sulit terserap pasar karena permintaan menurun.

Dalam hal ini, Riyono berharap bahwa pemerintah mencarikan pasar ikan bandeng dengan harga memadai dan juga BUMN bisa membeli panen petambak yang kemudian dimasukan dalam paket jaring pengaman sosial pemerintah.

Baca Juga: Kemenperin Minta Pabrik Rokok Segera Serap Tembakau Petani Temanggung

Selain bergantung pada pemerintah, dirinya juga mengajak para pengusaha besar untuk membeli hasil panen petambak. Karena berbagai upaya sudah ditempuh dengan mempertemukan petambak dan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Tengah namun menurut dia belum membuahkan hasil.

Produktivitas Perikanan Tertinggi di Pantura

Meskipun hasil produksi perikanan di daerah pantura sedang mengalami penurunan, namun ada satu daerah di pantura yang terlihat paling signifikan dalam produksi dan nilai jual hasil perikanan. Dari data Jateng.bps.go.id tersebut, menunjukan bahwa Semarang, baik kawasan kota maupun kabupaten memiliki hasil produksi perikanan yang paling tinggi di antatara kawasan pantura di Jawa Tengah.

Dari data tersebut terlihat bahwa jumlah produktivitas perikanan, khususnya hasil ikan, mencapai 1,220 ton  per 16  April 2021. Dari hasil jumlah tersebut didominasi oleh ikan bandeng. Hal ini tidak lepas dari ikan Semarang sebagai sentra produksi dan penjualan ikan bandeng, baik itu bandeng segar ataupun bandeng presto sehingga banyak didapati industri rumah tangga yang memproduksi dan menjual ikan bandeng tersebut.

Baca Juga: Profil Yuliyanto, Wali Kota Salatiga yang Gantengnya Mirip Aktor Hong Kong

Dari data tahun 2015, industri rumah tangga ikan bandeng ini didominasi oleh beberapa kecamatan, seperti Kecamatan Tugu, Kecamatan Tembalang, Kecamatan dan Kecamatan Semarang Utara. Sedangkan hasil produk olahan ikan bandeng yang banyak diproduksi dan dijual adalah bandeng duri lunak.

Mengutip Bisnis.com, terkait dengan ekspor, Kepala Balai Karantina Ikan, Pengendalian Mutu Dan Keamanan Hasil Perikanan (BPKIM) Semarang, Raden Gatot Perdana mengatakan bahwa kualitas produk perikanan di Jawa Tengah harus dijaga untuk mempertahankan kinerja ekspor yang tengah moncer.

Diirinya mengatakan bahwa jika mutu produksi baik, maka pembeli luar negeri juga ikut senang karena produk yang diterima sudah sesuai dengan standar permintaan pasar luar negeri. Dirinya juga mengungkapkan bahwa untuk menjamin mutu produk, diperlukan modernisasi proses pengolahan perikanan karena secara langsung memberikan pengaruh kepada produk yang dihasilkan.

Gatot optimis bahwa kinerja ekspor produk perikanan Jawa Tengah pada tahun 2021 bakal mengalami pertumbuhan postif  dibading tahun sebelumnya. Dirinya memperikarakan ada kenaikan sekitar 5-8 persen dari tahun sebelumnya,

Wilayah pesisir Pantai Utara seperti Kabupaten Semarang, Kabupaten Pati, serta Kabupaten Rembang merupakan sentra perusahaan pengolahan produk perikanan di Jawa Tengah. Pasar ekspornya sementara ini masih di dominasi oleh negara-negara Asia seperti China, Jepang, dan Korea Selatan.


Berita Terkait

Berita Terkini

Polda Jateng Ungkap Alasan Tahan Kakek di Demak yang Bacok Maling

Polda Jateng ungkap alasan melakukan penahanan terhadap Mbah Minto, kakek penjaga kolam ikan di Demak yang bacok pencuri.

Walah! Tunggakan PBB di Semarang Capai Rp35 Miliar

Tunggakan pembayaran pajak bumi dan bangunan atau PBB tahun 2021 di Kota Semarang mencapai Rp35 miliar.

Heboh Banteng vs Celeng, Ganjar Tapak Tilas Sukarno di Ternate

Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, berkunjung ke Kesultanan Ternate yang juga pernah dikunjungi Sukarno saat polemik banteng vs celeng tengah mencuat.

Selfie Membawa Maut, Dua Ibu Muda di Banyumas Tersambar Kereta

Selfie membawa maut dialami dua ibu muda di Banyumas, Jawa Tengah (Jateng) yang tersambar kereta saat asyik berswafoto di jalur kereta api.

Srumbung Gunung Buat Master Plan Menuju Desa Wisata Kreatif Perdamaian

Visual 3 dimensi master plan yang sudah final telah ditunjukkan kepada masyarakat Srumbung Gunung di acara soft opening Gazebo Kuliner Nusantara.

Ini Dia 4 Masjid di Semarang dengan Bangunan Unik

Masjid di Kota Semarang berjumlah ribuan dan beberapa di antaranya memiliki bentuk bangunan yang unik.

Lezatnya Tiwul Lava Merapi, Ada yang Meleleh

Kuliner tiwul lava merapi menjadi salah satu makanan unik yang patut dicoba saat berkunjung ke wilayah Magelang, Jawa Tengah.

Rujak Belut Khas Brebes, Lembut Legit Lazizzz, Mau Coba?

Rujak belut merupakan kuliner khas Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, yang lezat, gurih, dan sedap tiada tanding.

Diramalkan Kelep, Rumah Warga di Pesisir Semarang Ini Nyaris Amblas

Selain di Kabupaten Demak, wilayah di kawasan pantai utara (Pantura) Jawa Tengah yang terancam tenggelam adalah Kota Semarang, khususnya daerah pesisir.

Dampak Rob, Rumah di Pesisir Pekalongan Kelep Permanen

Perumahan di dekat pantai kawasan Pekalongan sudah banyak yang tenggelam saat banjir rob datang dan bahkan ada yang sudah tenggelam permanen.

Polisi Temukan Bukti Baru Kasus Mayat Perempuan di Hutan Grobogan

Aparat Polres Grobogan, Jawa Tengah (Jateng) menemukan bukti baru dari kasus penemuan mayat perempuan dalam plastik di hutan.

Batik Pemalangan, Coraknya Unik, Pewarnanya Alami Hlo

Batik Pemalangan memiliki corak yang unik dan khas yang dipadukan dengan pewarna dari bahan-bahan alami.

Kakek di Demak Dipenjara Usai Bacok Pencuri, Ini Kata Pakar Hukum Undip

Mbah Minto, seorang kakek berusia 74 tahun yang bekerja sebagai penjaga kolam ikan di Kabupaten Demak dipenjara setelah gagalkan aksi pencuri.

Masa Kelam Goa Jepang Brebes Bikin Wisatawan Nangis Bombai

Goa Jepang ini juga sebagai bukti jika ada wisatawan Jepang yang berkunjung, mereka bisa mendengar informasi mengenai masa kelam zaman penjajahan jepang di Indonesia.

Wisata Lembah Nirwana, Terasa Seperti di Surga

Lembar Nirwana di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, menawarkan pengalaman wisata yang seru serasa seperti di surga.