Derita Gangguan Jiwa, ASN di Kudus Batal Dipecat

Satu di antara empat orang aparatur sipil negra aKudus yang terancam dipecat dibatalkan pemecatannya dengan alasan mengalami gangguan kejiwaan setelah dilakukan pemeriksaan.

 Ilustrasi aparatur sipil negara (ASN) di Lingkungan Pemkab Kudus. (Antara-Akhmad Nazaruddin Lathif)

SOLOPOS.COM - Ilustrasi aparatur sipil negara (ASN) di Lingkungan Pemkab Kudus. (Antara-Akhmad Nazaruddin Lathif)

Solopos.com, KUDUS — Satu dari empat aparatur sipil negeri (ASN) yang sebelumnya diusulkan untuk dijatuhi hukuman disiplin berat berupa pemecatan karena mangkir masuk kerja hingga 176 hari selama setahun lolos dari lubang jarum.

Satu orang itu dibatalkan pemecatannya dengan alasan mengalami gangguan kejiwaan setelah dilakukan pemeriksaan. “Akhirnya yang diusulkan untuk dilakukan pemecatan hanya tiga ASN dari sebelumnya ada empat ASN,” kata Pelaksana tugas Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan, dan Pelatihan (BKPP) Kabupaten Kudus Catur Widyatno, Selasa (28/1/2020).

Ia mengungkapkan salah seorang ASN yang merupakan guru SD tersebut mengalami gangguan kejiwaan karena faktor keluarganya sehingga saat ini harus menjalani pengobatan. Hasil pemeriksaan tim medis, kata dia, juga sudah diketahui dan memang benar yang bersangkutan tidak masuk kerja karena gangguan kesehatannya tersebut.

Sementara tiga ASN yang diusulkan untuk berikan sanksi disiplin berat, ada yang bertugas sebagai guru dan Tata Usaha SMP di Kudus. Sebelum diusulkan untuk diberikan sanksi berat, mereka sudah diberikan pembinaan, baik oleh kepala sekolahnya sendiri, UPT, hingga dipanggil oleh Inspektorat maupun BKPP menyusul tidak masuk kerja selama setahun mencapai 176 hari.

Surat teguran kepada ASN tersebut, juga sudah dilayangkan hingga tiga kali, namun tidak juga diindahkan. Kepala sekolahnya juga sempat datang ke rumah yang bersangkutan, ternyata memang tidak ada di rumah dan tidak masuk sekolah.

Tugasnya sebagai pendidik ternyata tidak dijalankan dengan benar sehingga melanggar kedisiplinan ASN. Di dalam Peraturan Pemerintah No. 53/2010 tentang Disiplin ASN disebutkan bahwa jika dalam 46 hari tidak masuk kerja, maka yang bersangkutan diberhentikan dengan hormat.

Sanksi berat terhadap ketiga ASN tersebut, akan dilaksanakan setelah ada surat persetujuan dari Kementerian Dalam Negeri yang saat ini tengah dalam proses untuk dikirim. Dari ketiga ASN yang diusulkan pemecatannya, dua di antaranya diusulkan pemberhentian dengan hormat dan satu ASN diusulkan dipecat tidak dengan hormat karena keterlibatan dalam kasus tindak pidana.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Berita Terkait

Espos Plus

Geng QZRUH Dulu Anarkistis Sekarang Humanis

+ PLUS Geng QZRUH Dulu Anarkistis Sekarang Humanis

QZRUH yang pada era 1980-an hingga 1990-an dikenal sebagai geng remaja anarkistis di Kota Jogja kini mengubah citra menjadi geng dengan aneka kegiatan sosial. QZRUH Reborn berusaha mengubah citra geng ini menjadi lebih humanis.

Berita Terkini

Curi Pohon Jati Untuk Perbaiki Rumah, 2 Warga Grobogan Ditangkap

Polsek Gabus dan Polhutmob Gundih menangkap dua warga Gabus karena melakukan pencurian kayu jati di kawasan hutan KPH Gundih, Desa Suwatu, Gabus.

Misteri Umbul Senjoyo, Petilasan Jaka Tingkir di Salatiga

Objek wisata Umbul Senjoyo diyakini sebagai petilasan Jaka Tingkir yang sering dipakai ritual kungkum.

Siswi SD di Grobogan Ditemukan Meninggal di Irigasi, Ini Penyebabnya

Putri Anjani berusia 6 tahun, warga Desa Karanggeneng RT 003, RW 001 Kecamatan Godong ditemukan meninggal dunia di saluran irigasi.

Korban Meninggal Kecelakaan di Balikpapan Warga Cilacap

Kecelakaan maut di Balikpapan menyebabkan satu orang warga Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah (Jateng), meninggal dunia.

Horok-horok, Kuliner Khas Jepara yang Lahir pada Masa Penjajahan

Horok-horok merupakan makanan atau kuliner khas Kabupaten Jepara yang bisa dijadikan pengganti nasi.

Ayo Ikut! Polda Jateng Sediakan 1.000 Vaksin Booster di CFD Semarang

Polda Jateng menyediakan 1.000 dosis vaksin booster untuk warga yang ingin menjalani vaksinasi ketiga saat acara car free day atau CFD di Semarang.

Diadukan Warga, Warung & Kafe Miras di Semarang Digerebek Satpol

Satpol PP Kota Semarang menggerebek warung dan kafe yang menjajakan minuman keras atau miras.

Asyik! Kapal ke Karimunjawa Kembali Beroperasi

Kapal penyeberangan yang biasa melayani wisatawan ke Karimunjawa kembali beroperasi.

Kisah Bandeng Juwana Elrina yang Tetap Eksis Selama 41 Tahun

Kisah inspiratif kali ini hadir dari bisnis kuliner Bandeng Juwana Elrina di Kota Semarang yang mampu menjaga eksistensi selama 41 tahun.

Kronologi Terdeteksinya Omicron di Kota Semarang

Covid-19 varian Omicron terdeteksi masuk ke wilayah Kota Semarang, di mana ada empat warga dari lingkungan satu keluarga yang terpapar.

Jateng Catat Perdana Kasus Omicron, Gubernur Ganjar: Tidak Perlu Panik

Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Ganjar Pranowo, meminta masyarakat tidak panik dalam menyikapi masuk atau terdeteksinya Covid-19 varian Omicron di Jateng.

Pantai Tanjung Gelam, Maldives-nya Indonesia di Karimunjawa

Pantai Tanjung Gelam di Karimunjawa menyuguhkan pemandangan sunset yang memesona selayaknya di Maldives.

Sumur Jalatunda, Sumur Keramat Pengabul Keinginan

Berdasarkan kepercayaan masyarakat sekitar, jika seseorang bisa melempar batu dan mengenai dinding Sumur Jalatunda, maka segala keinginan dan cita-citanya akan terkabul.

6 Kepala Daerah di Jateng Habis Masa Kerjanya di 2022, Siapa Saja?

Sebanyak enam kepala daerah di Jawa Tengah (Jateng) akan mengakhiri masa kerja atau jabatannya pada tahun 2022 ini.

Ini Isi Ramalan Sabdo Palon yang Terbukti Benar

Sabdo Palon dikenal sebagai peramal ulung yang beberapa ramalannya dikaitkan dengan peristiwa besar di Indonesia.

Varian Omicron Masuk Jateng, Kapolda: Waspada & Taat Prokes

Kapolda Jateng, Irjen Pol. Ahmad Luthfi, meminta masyarakat Jateng untuk mewaspadai persebaran Covid-19 varian Omicron yang sudah terdeteksi di Jateng.