Deretan Tempat Religi di Wonogiri yang Kerap Dikunjungi Pejabat Sebelum Nyalon di Pileg atau Pilkada

Terdapat sejumlah tempat di Wonogiri yang didatangi pejabat sebelum nyalon di Pilkada.

SOLOPOS.COM - Makam Kiai Sidik Premono di kawasan Sri Gading, Dusun Karakan, Desa Dlepih, Kecamatan Tirtomoyo, Wonogiri. Foto diambil beberapa waktu lalu. (Solopos/M. Aris Munandar)

Solopos.com, WONOGIRI -- Wonogiri mempunyai beberapa tempat yang biasa dikunjungi pejabat atau politisi sebelum mencalonkan diri sebagai calon legislatif atau kepala daerah.

Salah satu pemerhati tempat wisata religi, Matnawir, mengatakan selama ini ada dua tempat di Wonogiri yang populer dan biasa dikunjungi pejabat atau politisi. Tempat tersebut yakni Sendang Siwani di Kecamatan Selogiri dan Wisata Khayangan di Kecamatan Tirtomoyo.

Ia mengatakan, di Sendang Siwani terdapat petilasan Raden Mas Said atau Pangeran Samber Nyawa. RM Said merupakan seorang pejuang yang mencapi derajat tertinggi, yakni seorang raja. Petilasan dan sosoknya tersebut menjadi simbol yang diagungkan.

Download Petanya di Sini! Ini 3 Rute Bersepeda Sembari Wisata di Solo

Begitu juga di Khayangan terdapat petilasan tapa Raja Mataram yakni Sultan Agung Hanyakrakusuma. Selain Sultan Agung, beberapa raja di tanah jawa juga bertapa di daerah tersebut.

Matnawir mengatakan, tidak hanya di dua tempat tersebut, ada beberapa tempat di Wonogiri lainnya yang biasa dikunjungi pejabat atau politisi untuk memenuhi hajatnya. Tempat-tempat tersebut yakni Sendang Sinangka di Kecamatan Selogiri, Pantai Sembukan di Kecamatan Paranggupito, dan beberapa tempat lainnya.

Makam

Selain itu, ada beberapa makam juga yang sering dikunjungi, seperti Makam Pertama Bupati Wonogiri, Raden Hangabehi (R Ng) Djojosoedharso, makam Kiai Nur Muhammad di Kecamatan Baturetno, makam Kiai Sidik Premono di Kecamatan Tirtomoyo, makam Gedong Giyono di Kecamatan Purwantoro, makam Gunung Giri di Kecamatan Wonogiri.

"Makam orang yang sering dikunjungi tersebut semasa hidupnya mempunyai derajat yang tinggi. Biasanya orang zaman dahulu jika mempunyai derajat tinggi dimakamkan di perbukitan," kata Matnawir saat dihubungi Solopos.com, Rabu (26/8/2020).

Orang yang berkunjung ke daerah tersebut, menurut dia, biasanya mempunyai hajat, urusan pekerjaan, rezeki dan lain-lain. Adapun cara atau ritual yang dijalankan juga berbeda-beda.

Sanksi Warga Tak Bermasker di Klaten: KTP Ditahan Sepekan dan Menyapu

Jika orang Islam yang mempunyai pegangan syariat, mereka akan mendatangi makam dengan cara bertawasul, membaca tahlil dan membaca doa-doa. Jika dilakukan dengan ritual kejawen, caranya bergagam, ada yang berdiam diri hingga bertapa.

Para pengunjung, lanjut Matnawir, biasa melakukan ritual pada malam hari. Karena suasana malam lebih hening. Dan biasanya dilakukan pada malam tertentu, seperti malam Selasa Kliwon atau Jumat Kliwon. Namun setiap pengunjung mempunyai kriteria sendiri.

"Setiap orang mempunyai cara tersendiri yang diyakini agar hajatnya terkabul. Selain itu setiap tempat mempunyai sejarah tersendiri. Di satu tempat jika dilakukan pada malam ini, dengan cara ini, maka akan mendapatkan ini. Begitu kiranya," tutur Matnawir.

Berita Terbaru

Masih Pandemi, KPU Solo Pede Targetkan Partisipasi Pemilih Pilkada 2020 Sampai 77,5 Persen

Solopos.com, SOLO -- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Solo tetap memasang target tinggi untuk tingkat partisipasi pemilih pada Pilkada...

Unik! Cabup-Cawabup Wonogiri Bertukar Pasangan Saat Pengundian Nomor Urut

Solopos.com, WONOGIRI -- Hal-hal penuh kejutan dan unik mewarnai pengundian nomor urut pasangan calon di Pilkada Wonogiri 2020, Kamis...

Jadi Calon Tunggal di Pilkada Sragen, Foto Yuni-Suroto Ada di Kanan Kotak Kosong

Solopos.com, SRAGEN — Pasangan calon bupati-wakil bupati dalam Pilkada Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati-Suroto (Yuni-Suroto), mendapatkan posisi kanan dalam...

Polisi Bripda hingga Aiptu Tempel Ketat Calon Bupati-Wakil Bupati Klaten

Solopos.com, KLATEN — Belasan anggota Polres Klaten melakukan pengawalan melekat ke tiga pasangan calon (paslon) bupati-wakil bupati di Pilkada...

Kelar Pengundian Nomor Urut, 2 Paslon Peserta Pilkada Solo Langsung Umbar Optimisme

ASemSolopos.com, SOLO -- Dua pasangan calon atau paslon peserta Pilkada Solo 2020 langsung mengumbar optimisme begitu acara pengundian nomor...

Anggota Komisioner KPU Wonogiri Pakai Pakaian Adat Saat Pengundian Nomor, Ini Maknanya

Solopos.com, WONOGIRI -- Komisi Pemilihan Umum atau KPU Wonogiri mengusung konsep budaya dan seni dalam melaksanakan tahapan pengundian nomor...

Bupati Klaten Sri Mulyani Segera Cuti, Siapa Pejabat Sementara Penggantinya?

Solopos.com, KLATEN -- Bupati Klaten, Sri Mulyani, yang menjadi peserta Pilkada 2020, segera ambil cuti, namun, hingga saat ini...

Nomor Urut Etik sama Seperti Sang Suami pada Pilkada Sukoharjo 2015, Pertanda Apa?

Solopos.com, SUKOHARJO -- Nomor urut pasangan calon bupati-wakil bupati (cabup-cawabup) Pilkada Sukoharjo 2020, Etik Suryani-Agus Santosa atau EA, secara...

Pilkada Boyolali 2020: Said dan Irawan di Kiri, Kotak Kosong Kanan

Solopos.com, BOYOLALI -- Pasangan Muhammad Said Hidayat dan Wahyu Irawan mendapatkan posisi kiri dalam undian tata letak gambar pasangan...

Pilkada Sukoharjo: EA Nomor Urut 1, Joswi Nomor Urut 2

Solopos.com, SUKOHARJO -- Dua pasangan calon bupati-wakil bupati (cabup-cawabup) Pilkada Sukoharjo 2020 telah mendapatkan nomor urut masing-masing, Kamis (24/9/2020)....