Rumah segitiga di Taman Saraswati Ngargoyoso, Karanganyar. (Solopos/Candra Mantovani)

Solopos.com, KARANGANYAR – Konsep restoran segmen milenial yang kekinian mulai menjamur di kawasan wisata seperti Ngargoyoso, Karanganyar, Jawa Tengah. Pelaku bisnis menilai kaum milenial merupakan target konsumen potensial yang harus difasilitasi kebutuhannya ketika berwisata.

Sebut saja beberapa restoran berkonsep kekinian di kawasan Ngargoyoso yang sudah lebih dulu eksis seperti rumah teh Ndoro Dongker. Popularitas restoran sekaligus tempat yang instagramable untuk swafoto membuat banyak pengusaha tertarik mengaplikasikan konsep yang sama di Ngargoyoso.

Restoran Segoro Ijo

Salah satu resto kekinian di Ngargoyoso yang baru muncul adalah Restoran Segoro Ijo yang menyajikan arsitektur persegi berlapis lantai tiga. Selain itu, pengunjung bisa menikmati pemandangan kebun teh dari atas secara langsung karena bentuk bangunan yang sengaja dibuat terbuka.

Pengelola Restoran Segoro Ijo, Sumiyati, mengatakan restoran tersebut baru dibuka pada tahun ini dan sengaja dikonsep pas dengan keinginan kaum milenial. Hal itu karena pemilik restoran yang juga merupakan anggota DPR, Paryono, ingin memfasilitasi anak muda yang berkunjung ke kebun teh di Ngargoyoso.

“Konsep arsitektur modern yang digabung budaya ini memang sengaja dibentuk oleh owner kami. Dia ingin restoran ini cocok sekali untuk anak muda dan keluarga. Bentuknya sudah dibuat bertingkat dengan berbagai instalasi untuk swafoto. Selain itu, dari sini bisa melihat pemandangan kebun teh dari atas sehingga memanjakan mata. Kalau saya lihat di sini satu-satunya yang punya view paling bagus,” ujarnya ketika berbincang-bincang dengan Solopos.com, Jumat (29/11/2019).

Resto Segoro Ijo di Ngargoyoso, Karanganyar. (Solopos/Candra Mantovani)
Resto Segoro Ijo di Ngargoyoso, Karanganyar. (Solopos/Candra Mantovani)

Rumah Teh dan Kopi Saraswati

Restoran lainnya yang menerapkan konsep sejenis adalah Rumah Teh dan Kopi Saraswati. Berbeda dengan Segoro Ijo, restoran tersebut menerapkan konsep milenial yang dipadu dengan edukasi. Selain itu, bangunan rumah segitiga yang digunakan untuk lesehan layaknya rumah kurcaci menjadi pembeda sekaligus daya tarik bagi wisatawan.

“Kalau konsep memang dari awal kami sudah menyasar segmen milenial. Kami ada pembeda rumah segitiga yang bisa buat swafoto. Karena memang kami anggap di Ngargoyoso ini kan tempat wisata, banyak anak muda yang datang makanya kami membuat tempat yang memang diinginkan oleh kebanyakan anak muda,” ucap pengelola restoran, Saraswati.

Menjamurnya restoran kekinian di Ngargoyoso, Karanganyar, tentu saja menjadi daya tarik wisatawan. Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Karanganyar, Titis Sri Jawoto, mengaku senang apabila kawasan wisata di Ngargoyoso didukung oleh restoran berkonsep milenial.

Pasalnya, kaum milenial adalah target konsumen yang juga sekaligus sebagai agen promosi destinasi wisata. Sehingga, dia mendukung penuh adanya perkembangan resto berkonsep kekinian tersebut.

“Kalau menjamur ya saya mendukung. Soalnya tidak dimungkiri milenial itu target utama yang potensial juga yang kami sasar. Kalau ada banyak fasilitas pendukungnya termasuk restorannya, tentu akan meningkatkan nilai jual. Karena orang berwisata itu kan mencari pemandangan, udara segar dan mengabadikannya melalui foto. Jadi tentu kami akan terus mendukung hal tersebut,” tutur dia.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten