Deretan Potensi di Wilayah Selatan Wonogiri yang Bakal Jadi Kawasan Industri, Dari Gamping Hingga Bentonit
Kendaraan melintas di proyek Jalur Lintas Selatan (JLS) tepatnya di Desa Sambiroto, Pracimantoro, Wonogiri, belum lama ini. (Danur Lambang Pristiandaru/JIBI/Solopos)

Solopos.com, WONOGIRI – Wilayah selatan Kabupaten Wonogiri bakal menjadi kawasan industri. Hal itu lantaran potensi-potensi yang dimiliki di wilayah tersebut.

Berdasar data potensi bahan galian logam dan nonlogam di Wonogiri yang Solopos.com peroleh dari Laporan Penyelenggaraan Pemerintah Daerah atau LPPD 2018, potensi batu gamping (bahan semen) diperkirakan mencapai 3,599 miliar m3 (di data tertera 3.500 juta m3) yang tersebar di lahan seluas 4.130 ha.

Potensi itu terdapat di Tirtomoyo, Eromoko, Giritontro, Giriwoyo, Paranggupito, Baturetno, Batuwarno, dan Puhpelem. Potensi bahan semen lainnya, yakni clay atau tanah liat di Wonogiri juga melimpah.

Dihantam Pandemi, Penduduk Miskin Jateng Bertambah 301.500 Orang

Clay layak tambang tersimpan di lahan seluas 18.392 hektare (ha) dengan potensi sumber daya 329.076.050 m3. Ketebalan clay yang layak tambang 1,5 meter. Potensi tersebut terdapat di Kecamatan Tirtomoyo, Puhpelem, Bulukerto, dan Purwantoro.

Potensi lainnya seperti bentonit atau lempung sebesar 1.272.727 m3 di Giriwoyo, kalsit yang banyak ditemukan di rekahan batu gampung dan goa-goa di daerah batu gamping 115.000 m3 di Eromoko dan Pracimantoro, dan sebagainya. Data tersebut berdasar hasil penelitian dan survei Pemkab Wonogiri yang bekerja sama dengan Badan Survei Geologi Bandung.

Perda

Seperti diketahui, Pemkab Wonogiri membuka pintu bagi pelaku usaha yang ingin berinvestasi di wilayah selatan, terutama industri pertambangan. Komitmen Pemkab tersebut dipertegas dengan disahkannya Perda RTRW 2020-2040 melalui Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Wonogiri, Selasa (14/7/2020).

Bupati Wonogiri, Joko Sutopo, menyampaikan wilayah selatan menyimpan potensi yang begitu besar berdasar kajian ilmiah, terutama potensi barang galian logam maupun nonlogam. Terbangunnya jalur lingkar selatan atau JLS yang melintas di Pracimantoro-Giriwoyo menambah poin plus.

Pria Tegalmade Sukoharjo Meninggal, Diduga Sengaja Ceburkan Diri Ke Sumur

Dia menilai potensi-potensi tersebut “seksi” untuk menarik para investor. Menyadari hal tersebut Pemkab menjadikan wilayah selatan Wonogiri sebagai kawasan industri. Bupati memastikan kawasan industri sama sekali tidak menyentuh kawasan karst yang merupakan wilayah terlarang didirikan industri pertambangan.

“Ini agar ekonomi wilayah selatan tumbuh pesat. Potensinya mendukung, ada JLS [jalan nasional], potensi melimpah, tenaga kerja di Wonogiri banyak. Sebelumnya ada informasi akan ada investor yang mau membangun industri semen di wilayah selatan. Sampai sekarang belum ada tindak lanjut karena belum ada kejelasan soal kawasan industri di sana. Perda RTRW yang baru ini memperjelas semuanya,” kata Bupati kepada wartawan, Selasa.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom