Aulia Haryo Suryo (empat dari kanan) dan Surya Panca (tiga dari kanan) terpilih menjadi Presiden Pasoepati dam Wakil Presiden Pasoepati tahun 2018-2019 secara aklamasi dalam Kongres VII Pasoepati di Balai Kota, Minggu (4/4/2018). JIBI/Solopos/Chrisna Chanis Cara

Solopos.com, SOLO - Presiden Pasoepati, Aulia Haryo Suryo, mengutuk keras aksi tak terpuji yang dilakukan terhadap pemain dan ofisial Persis Solo saat melawan PSIM Jogja, Senin (21/10/2019) sore WIB. Pria yang akrab disapa Rio itu menyebut harus ada sanksi tegas untuk insiden tersebut.

Pada laga bertajuk Derbi Mataram di Stadion Mandala Krida, kericuhan terjadi di pengujung laga. Saat itu, Persis sedang unggul dengan skor 2-3 atas sang tuan rumah. Namun, pertandingan harus dihentikan karena adanya kericuhan.

Ada lemparan botol yang mengarah ke pemain dan ofisial Persis. Para suporter tuan rumah juga turun ke lapangan. Para pemain dan ofisial Laskar Sambernyawa melarikan diri ke ruang ganti. Asisten Pelatih Persis, Choirul Huda, terluka akibat insiden itu.

“Mereka ini seharusnya saat berada di lapangan terlindungi. Saya juga menyayangkan ketidakmampuan panpel dan pihak keamanan. Apalagi, ini kan standar Liga 2 Indonesia. Kami berharap PSIM mendapat sanksi tegas dari operator liga,” katanya kepada Solopos.com, Senin.

Lebih lanjut, ia mengaturkan rasa terima kasih setinggi-tingginya kepada seluruh tim Persis. Mereka telah berjuang sehingga apa yang selama ini diidam-idamkan suporter, yaitu menang melawan PSIM di Mandala Krida bisa terwujud. “Kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Persis, khususnya para pemain,” tutur Rio.

Rio mengatakan Pasoepati akan menunggu kepulangan Persis ke Solo. Pasoepati selanjutnya akan memberikan bonus yang dikumpulkan sejak beberapa hari lalu sebagai penyemangat dan apresiasi kepada pemain Persis. “Kami tunggu mereka pulang,” tutupnya.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten