Para pemain Persis Solo melakukan selebrasi. (Madiunpos.com-Abdul Jalil)

Solopos.com, SOLO - Duel melawan PSIM Jogja dalam lanjutan Liga 2 Indonesia sangat krusial bagi Persis Solo. Laskar Sambernyawa dituntut menang agar bisa lolos ke babak 8 Besar Liga 2.

Duel PSIM melawan Persis itu akan digelar di Stadion Mandala Krida Jogja, Senin (21/10/2019). Demi meraih kemenangan melawan PSIM, Persis dipastikan menurunkan skuat terbaiknya. Sejumlah pemain yang masih belum 100 persen fit terus dipersiapkan untuk laga bergengsi tersebut.

Salah satu pemain yang mendapat perhatian lebih adalah kiper Muh. Sendri Johansah. Sendri mengalami cedera pada laga melawan PSBS Biak, Rabu (9/10/2019) lalu. Ia kemudian menjalani pemeriksaan intensif di RS Indriati Solo Baru, Sukoharjo.

Dokter Persis, dr. Iwan Wahyu Utomo, mengungkapkan hasil MRI (Magnetic Resonance Imaging) terhadap Sendri dan konsultasi dengan dokter spesialis ortopedi menunjukan sang kiper mengalami hernia nucleus pulposus (HNP). Iwan mengatakan dalam istilah sederhana, kondisi yang dialami Sendri adalah saraf terjepit minimalis pada punggung bawah.

“Kondisi itu diakibatkan trauma umum atau trauma langsung pada pinggang, misalnya jatuh. Sehingga, terjadi penonjolan di tulang belakang dan menimbulkan nyeri,” ungkapnya saat dihubungi Solopos.com, Rabu.

Untuk menanganinya, Sendri mendapat obat antinyeri, diminta menghindari posisi yang menimbulkan nyeri, dan mendapat fisioterapi untuk meningkatkan fleksibilitas dan stabilitas serta keseimbangan tubuh. “Kami akan berkoordinasi dengan pelatih fisik, fisioterapis dan masseur. Sendri bisa dan harus bisa bermain lawan PSIM. Ini rencananya seperti itu,” kata dia.

Pada laga uji coba melawan UNS, Kamis, Sendri bisa saja dimainkan karena cederanya minimalis. Tetapi ia kemungkinan akan merekomendasikan kepada pelatih untuk menyimpan sang pemain. “Tapi semua terserah coach Salahudin. Hari ini nanti saya pantau latihan di Dibal,” terang dia.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten