Dengan Iming-Iming Bantuan, Warga Klaten Diminta Kumpulkan Fotokopi E-KTP dan Bayar Rp5.000

 Ilustrasi penipuan uang (Pastoralmeanderings.blogspot.com)

SOLOPOS.COM - Ilustrasi penipuan uang (Pastoralmeanderings.blogspot.com)

Warga Klaten di sejumlah kecamatan diminta mengumpulkan fotokopi e-KTP dan membayar Rp5.000 dengan iming-iming bantuan.

Solopos.com, KLATEN — Warga di sejumlah kecamatan di Klaten dijanjikan mendapatkan bantuan dari salah satu bank di luar negeri. Untuk mendapatkan bantuan itu, warga diminta mengumpulkan fotokopi kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) serta pas foto.

Warga juga diminta membayar Rp5.000 sebagai pengganti formulir bertuliskan surat kuasa penerima manfaat. Informasi yang dihimpun Solopos.com, aksi pengumpulan e-KTP itu terjadi sejak awal pekan ini.

Warga yang diminta mengumpulkan fotokopi identitas serta pas foto itu tersebar di sejumlah desa di Kecamatan Bayat seperti Desa Kebon dan Desa Banyuripan. Selain Bayat, aksi yang sama terjadi di wilayah Kecamatan Wedi.

Salah satu warga Bayat, Nur, mengatakan pada Selasa (6/6/2017), salah satu tokoh masyarakat di wilayahnya mendatangi satu per satu warga untuk mengumpulkan fotokopi e-KTP serta foto berukuran 3×4.

Dengan pengumpulan itu, warga dijanjikan mendapatkan bantuan sekitar Rp16,5 juta/orang. Namun, ia tak berkenan membeberkan detail alamat tempat ia tinggal. “Sebelumnya tidak ada sosialisasi. Kami juga tidak tahu asal bantuan itu dari mana,” katanya saat dihubungi Solopos.com, Jumat (9/6/2017) malam.

Warga lantas berdatangan ke rumah tokoh masyarakat setempat. Saat mengumpulkan fotokopi e-KTP serta foto, warga diminta mengisi formulir serta melakukan cap jempol berwarna merah serta membayar Rp5.000/orang dengan alasan pengganti formulir.

“Saat dimintakan konfirmasi ke pemerintah desa, ternyata mereka tidak mengetahui ada bantuan itu,” kata warga tersebut.

Lantaran curiga, warga lantas menelusuri pelaku yang meminta penghimpunan fotokopi e-KTP serta menyebarkan formulir yang disebut-sebut digunakan untuk pencairan dana hibah dari salah satu bank di luar negeri. Orang yang dimaksud berhasil ditemukan hingga warga mengadukan persoalan itu ke mapolsek.

“Yang datang ke wilayah kami itu ada dua orang. Kemudian polisi datang dan membawa mereka ke mapolsek pada Rabu [7/6/2017]. Warga yang mengumpulkan fotokopi e-KTP itu ada 50-an orang. Informasinya ini juga terjadi di wilayah lain seperti di Kecamatan Wedi,” tutur dia.

Nur hanya berharap kejadian serupa tak terulang agar tak ada lagi warga di daerah lain yang menjadi korban. “Memang perlu peningkatan kewaspadaan masyarakat,” ungkapnya.

Kapolsek Bayat, AKP Suyono, membenarkan sudah memeriksa sejumlah orang yang menyebarkan formulir tersebut. “Mereka memberikan selembar kertas yang disebut sebagai voucher bagi yang memiliki e-KTP,” kata dia.

Suyono menjelaskan awalnya polisi meminta keterangan dari salah warga Bayat bernama Tukimin yang diduga ikut dalam kegiatan penghimpunan fotokopi e-KTP itu. “Kemudian dari kelompok mereka berdatangan ke polsek. Mereka berasal dari berbagai kecamatan seperti Karangdowo dan Wedi,” ungkapnya.

Mereka mengaku dari lembaga atau kelompok bernama UN Swissindo. Suyono tak menampik saat ditanya dalam penghimpunan fotokopi e-KTP tersebut warga diminta membayar Rp5.000 sebagai pengganti formulir.

Terkait hal itu, Suyono mengatakan pembayaran sebagai penggantian formulir bisa masuk kategori pungutan liar (pungli). “Setiap memberikan bentuk selebaran pengisian, warga dimintai Rp5.000, suruh membeli pengganti pembelian itu. Akhirnya, kami ambil langkah-langkah,” tutur dia.

Diperkirakan ada 100-an warga yang mengumpulkan fotokopi e-KTP serta membayar Rp5.000. Lebih lanjut, Suyono menjelaskan untuk sementara para pelaku pengumpulan fotokopi e-KTP serta penyebaran selebaran tersebut diberi pembinaan.

“Kami minta mereka menemui masyarakat yang sudah terdaftar serta mengembalikan uang yang sudah dihimpun. Kami minta untuk kegiatan tersebut tidak dilanjutkan. Kalau memang terjadi lagi bisa diproses ke ranah hukum,” urai dia.

Diduga para korban kelompok itu tak hanya berasal dari wilayah Bayat. “Setiap kecamatan itu ada dua orang. Yang aktif melakukan kegiatan satu orang. Kemungkinannya tidak hanya terjadi di Bayat,” urai dia.


Berita Terkait

Berita Terkini

Sejarah Hari Ini : 20 Oktober 1944, Pembebasan Beograd dari Jerman

Pembebasan Beograd menjadi salah satu peristiwa yang terjadi pada tanggal 20 Oktober yang terangkum dalam Sejarah Hari Ini.

Muncul Klaster Covid-19 di Sekolah Solo, Tes Acak bakal Diperluas

Satgas Penanganan Covid-19 Solo bakal memperluas tes acak di sekolah lain yang menyelenggarakan PTM untuk antisipasi dini klaster penularan virus corona.

Peringatan Maulid Nabi ala SMP Birrul Walidain Muhammadiyah Sragen

Siswa SMP Birrul Walidain Muhammadiyah Sragen memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW dengan menulis sosok kisah Nabi Muhammad dan akan membukukan karya murid tersebut.

Kendaraan Serbu Antar Presiden Jokowi, Ganas Juga Spesifikasinya

Spesifikasi kendaraan taktis (Rantis) P6 ATAV V1 atau kendaran serbu segala medan yang ditunggangi Presiden Jokowi di Tarakan.

Tak Ada Temuan Siswa Positif Covid-19 saat PTM di Sragen

Disdikbud Sragen mengusulkan menambah durasi jam pelajaran untuk PTM yang semula tiga jam menjadi empat jam/hari untuk mengejar ketertinggalan materi.

Suap Rp700 Juta Antar Bupati Kuansing ke Sel Penjara

Ada kesepakatan antara Andi Putra dan SDR terkait persetujuan agar perkebunan milik PT AA dijadikan perkebunan kemitraan.

Keren, STT Warga Vaksinasi Ribuan Warga Sukoharjo

STT Warga mendapat apresiasi dari Polres Sukoharjo karena membantu percepatan vaksinasi Covid-19, tidak hanya warga kampus tapi juga masyarakat umum.

Terkait Kasus Mantan Manajer, Denny Sumargo Duga Ada Korban Lain

Denny Sumargo ungkapkan mantan manajernya itu disebut melakukan pemalsuan dokumen yang merugikan seorang talent.

Pemkab Wonogiri Atur Strategi Cegah Lonjakan Kasus Covid-19 Akhir Tahun

Selain masalah kesehatan, Pemkab Wonogiri perlu memperhatikan aspek ekonomi, pendidikan, budaya, dan sosial.

Event Pameran Dongkrak Transaksi Solo Great Sale 2021

Penyelenggaraan event pameran seperti Ekraf Mart 2021 dan BUMN-UMKM Great Sale 2021 turut mendongkrak transaksi Solo Great Sale.

Atalanta, Asa MU Menghentikan Tren Buruk

Laga terakhir, Manchester United takluk dari Leicester City 2-4 dalam Liga Inggris pada akhir pekan lalu.

PTM SMA/SMK di Wonogiri Pedomani Prosedur Provinsi

Di Kabupaten Wonogiri ada empat SMA yang sudah pernah menggelar uji coba, yakni SMAN 1-3 Wonogiri dan SMAN 1 Wuryantoro.

Rock in Solo Digelar Indoor, Down for Life Dipastikan Tampil

Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka menegaskan event Rock In Solo 2021 akan digelar Indoor namun masih merahasikan lokasinya.

Rhoma Irama Ingin Sulap Studio Soneta Group Jadi Museum

Rhoma Irama berharap penggemar bisa tetap menikmati musik dangdut Soneta Group melalui studio itu jika dia telah tiada nantinya.

Dihajar PSIM, Klub Atta Halilintar Kian Terpuruk

Kekalahan itu membuat tim milik Atta Halilintar itu semakin berada di jurang klasemen Grup C Liga 2 dengan torehan 1 poin.