Denda Rp20.000 Bagi Pelanggar Protokol Kesehatan di Karanganyar Berlaku Mulai Besok

Penerapan denda bagi pelanggar protokol kesehatan diharapkan bisa menekan persebaran Covid-19.

SOLOPOS.COM - Ilustrasi pemakaian masker di mobil (Freepik).

Solopos.com, KARANGANYAR --Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar mulai besok, Kamis (1/10/2020), memberlakukan denda Rp20.000 kepada masyarakat yang terjaring operasi penertiban protokol kesehatan.

Bupati Karanganyar, Juliyatmono, berharap penerapan denda bagi pelanggar protokol kesehatan bisa menekan persebaran Covid-19.

Meski demikian, Juliyatmono meminta aparat pemerintah tidak berlaku keras saat mengingatkan dan menertibkan masyarakat.

"Pemerintah jangan mengambil tindakan yang berlebihan. Fokus pada edukasi dan menyadarkan dengan suasana nyaman. Jangan ciptakan suasana tegang apalagi dimarahi. Edukasi [di Karanganyar] harus berbeda," jelas dia saat bertemu dengan camat se-Kabupaten Karanganyar di Ruang Podang I kompleks Kantor Bupati Karanganyar, Senin (28/9/2020).

49 Orang Jalani Swab Test Covid-19 di Karanganyar, Di Antaranya Nakes

Yuli, sapaan akrab Juliyatmono, mengingatkan tentang gerakan pencegahan Covid-19.

Bupati menyinggung bahwa camat dan kepala desa/lurah masih menjadi ketua gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 di wilayah masing-masing. Tim itu belum dibubarkan.

"Terus menerus sosialisasi. Camat menjadi leading sosialisasi, pencegahan, dan penindakan di kecamatan dan didukung polsek dan koramil. Disiplinkan masyarakat agar tidak lalai. Keliling wilayah sosialisasikan gerakan memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak selama pandemi Covid-19," kata Bupati saat memberikan sambutan.

Duh! Populasi Hiu Terancam Punah Gara-Gara Jadi Bahan Vaksin Covid-19

Hal terakhir yang disinggung Yuli, sapaan akrabnya, adalah penyelenggaraan hajatan di Kabupaten Karanganyar selama pandemi. Yuli menyebut izin penyelenggaraan hajatan berada di tangan camat.

Tak Terdapat Kasus Positif Covid-19

Maka dari itu, Yuli meminta camat memastikan protokol kesehatan diatur dengan baik. Camat juga wajib memastikan dusun tempat akan diselenggarakan hajatan itu tidak terdapat kasus terkonfirmasi positif Covid-19.

Yuli melarang pelabelan zona merah untuk satu desa yang terdapat kasus terkonfirmasi positif Covid-19. Hal itu, menurutnya akan mengganggu aktivitas ekonomi masyarakat.

Pelabelan zona merah hanya pada tingkat dusun dimana terdapat kasus terkonfirmasi positif Covid-19.

"Orang punya hajatan silakan, jangan sampai [penyelenggaraan hajatan] dibubarkan. Ora pantes. Sing penting protokol kesehatan dan Satpol PP, linmas tidak lalai mengingatkan. Harus ada petugas di setiap hajatan untuk memastikan protokol kesehatan. Kami tidak menyaratkan izin keramaian," ungkapnya.

Selain Ngargoyoso, 2 Puskesmas Di Karanganyar Ini Pernah Ditutup Sementara Karena Corona

Berbeda dengan hajatan, Yuli secara gamblang menyebut bahwa konser, hiburan yang mengumpulkan massa dilarang selama pandemi. Penyelenggaraan kegiatan itu membutuhkan izin keramaian.

Sementara itu, kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Karanganyar fluktuatif. Hingga Selasa (29/9/2020) mencapai 460 kasus terkonfirmasi positif Covid-19.

Berita Terbaru

Wali Kota Solo Ingin Sarana Cuci Tangan Pasar Tradisional Permanen

Solopos.com, SOLO — Wali Kota Solo F.X. Hadi Rudyatmo ingin fasilitas umum cuci tangan di pasar tradisional dipermanenkan. Itu...

Penertiban Prokes Karanganyar, Masyarakat Lebih Pilih Sanksi Sosial

Solopos.com, KARANGANYAR — Masyarakat yang terjaring operasi penertiban protokol kesehatan atau Prokes di Kabupaten Karanganyar lebih banyak memilih sanksi...

Dengan 3M, Warga Gunung Kemukus Sragen Siap Perangi Corona

Solopos.com, SRAGEN — Puluhan tempat cuci tangan dan sabun tertata di halaman depan rumah warga dan warung makan di...

Penyemprotan Disinfektan Sepekan Sekali di Pasar Dibal Boyolali

Solopos.com, BOYOLALI - Penyemprotan disinfektan di Pasar Dibal Boyolali dilakukan setiap sepekan sekali. Hal itu demi mengamankan pedagang maupun...

Pengelola dan Mitra Wisata di Karanganyar Siap Bentuk Satgas Mandiri

Solopos.com, KARANGANYAR -- Pengelola wisata dan mitra destinasi wisata di Karanganyar bersedia membentuk Satgas Covid-19 mandiri. Satgas ini nantinya...

Tak Pakai Masker, Warga Wonogiri Tak Bisa Ambil Bantuan

Solopos.com,WONOGIRI -- Pemerintah Kabupaten Wonogiri melalui Dinas Sosial Wonogiri memperketat penerapan protokol kesehatan dalam penyaluran bantuan sosial. Warga yang...

Dinkes Karanganyar Tingkatkan Langkah Antisipasi Covid-19

Solops.com, KARANGANYAR — Kabupaten Karanganyar hingga Selasa (20/10/2020) masih berstatus zona merah Covid-19 lantaran tingginya angka penduduk yang terpapar virus...

Satgas Desa di Sragen Tegakkan Protokol Kesehatan di Tempat Hajatan

Solopos.com, SRAGEN — Di tengah pandemi Covid-19, sejumlah warga menggelar hajatan dengan aturan ketat, seperti di wilayah Desa Sambi,...

3 Kecamatan di Karanganyar Jadi Fokus Peningkatan Razia Masker

Solopos.com, KARANGANYAR — Tiga kecamatan di Karanganyar menjadi fokus perhatian peningkatan giat razia masker. Hal ini lantaran ketiga kecamatan tersebut...

Pemkab Sukoharjo Intensifkan Germas Untuk Setop Penularan Covid-19

Solopos.com, SUKOHARJO -- Pemkab Sukoharjo bakal mengintensifkan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) untuk memutus mata rantai persebaran Covid-19. Perilaku...