Tutup Iklan
Para pemrotes RUU Anti-ekstradisi menggunakan raket tenis untuk memukul tabung gas air mata saat pawai menuntut demokrasi dan reformasi politik di Teluk Kowloon, Hong Kong, pada Sabtu (24/8/2019). (Reuters-Tyrone Siu)

Solopos.com, JAKARTA -- Pengunjuk rasa membuat barikade dan bentrok dengan polisi anti huru hara setelah memblokade jalan ke Bandara Internasional Hong Kong, Minggu (1/9/2019) sore ini. Sekelompok pengunjuk rasa dalam jumlah besar berkumpul di sekitar halte bus di terminal bandara mulai pukul 13.00 waktu setempat.

"Sekitar pukul 14.00 [waktu setempat], para pengunjuk rasa mulai menembus barikade yang dipenuhi air, mengarahkan sinar laser pada staf Airport Authority [AA] dan memblokade jalan dengan troli dan bahan lainnya," demikian pernyataan yang dikutip ChannelNewsAsia, Minggu (1/92019).

Polisi Hong Kong mengatakan akan menggelar operasi pembubaran dalam sebuah unggahan di Facebook dengan memperingatkan para pemrotes untuk meninggalkan area bandara sesegera mungkin.

Di luar terminal di pusat internasional, pengunjuk rasa mengaktifkan alat pemadam kebakaran, menumpuk troli bagasi untuk memblokir dan menghancurkan kamera pengintai.

Operator kereta bandara Airport Express menyatakan telah menangguhkan layanan pada Minggu sore. Sementara itu demonstran berpakaian hitam yang bersembunyi dari kamera CCTV dengan meggunakan payung, membangun barikade di stasiun bus bandara dan berusaha menghentikan lalu lintas di jalan utama menuju terminal.

Akan tetapi otoritas bandara menjamin sebagian besar penerbangan berjalan normal. Pihak bandara menerapkan larangan masuk bagi pemrotes setelah penutupan pada Agustus lalu berakhir rusuh.

"Kami berencana mengganggu aktivitas di bandara untuk menarik perhatian apa yang dilakukan pemerintah dan polisi kepada kami," kata seorang pemrotes berusia 20 tahun, yang minta tidak disebutkan namanya.

Dia mengakui jika pihaknya mengganggu bandara maka lebih banyak orang asing akan membaca berita tentang Hong Kong. Polisi kota mengatakan demonstrasi di bandara itu ilegal dan pengunjuk rasa telah "melemparkan benda" pada petugas dan didakwa melakukan barikade. Akan tetapi tidak ada laporan langsung tentang korban di bandara.

"Polisi memperingatkan semua pengunjuk rasa untuk menghentikan tindakan ilegal mereka dan segera pergi," menurut pernyataan pasukan itu.

Avatar
Editor:
Adib M Asfar

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten