DEMO SALATIGA : Biaya Rekreasi Tak Transparan, Siswa SMAN 2 Salatiga Unjuk Rasa
Sejumlah siswa SMAN 2 Salatiga berdemo di depan sekolah yang bertempat di Kelurahan Tegalrejo, Kecamatan Argomulyo, Salatiga, Jateng, Selasa (14/2/2017). (Facebook.com-Edi Yuli Anto)

Demonstrasi atau unjuk rasa dilakukan para pelajar SMA Negeri 2 Salatiga.

Solopos.com, SALATIGA – Demonstrasi digelar siswa Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 2 Salatiga di depan sekolah yang beralamat di Jl. Tegalrejo 79, Kelurahan Tegalrejo, Kecamatan Argomulyo, Kota Salatiga, Jawa Tengah (Jateng) tersebut, Selasa (14/2/2017).

Para pelajar itu terlihat berkumpul untuk menyuarakan aspirasi kepada kepala sekolah mereka . Berdasarkan informasi yang dikabarkan sejumlah saksi mata di grup Facebook Kabar Salatiga, para pelajar itu berunjuk rasa saat kegiatan belajar mengajar belum usai. Para siswa keluar kelas dan berkumpul di lapangan basket serta di depan sekolah untuk berdemonstrasi.

Sejumlah netizen yang mengaku sebagai orang tua siswa SMAN 2 Salatiga mengungkapkan para pelajar itu mempermasalahkan biaya rekreasi yang dibebankan sekolah kepada pelajar. Para siswa menuntut kepala sekolah mereka untuk segera bersikap transparan dengan membuka perincian dana rekreasi yang dibebankan kepada siswa.

"Banyak hal yang jadi ganjalan di SMAN 2. Yang terakhir masalah dana rekreasi yang dari pihak sekolah belum bersedia memberikan perincian," tulis pengguna akun Facebook Lies Ya Lestiyani.

Demosntrasi yang dilakukan para pelajar SMAN 2 Salatiga itu tak berlangsung lama. Setelah berhasil ditenangkan, para pelajar berkenan kembali ke kelas mereka masing-masing untuk melanjutkan kegiatan belajar mengajar.

Sebagian netizen yang mengetahui kabar adanya aksi unjuk rasa siswa SMAN 2 Salatiga tersebut menyayangkan aksi demo yang dilakukan pelajar semacamitu. Mereka menganggap upaya peserta didik menuntut transparansi pungutan yang dilakukan pengelola sekolah itu tak layak, para pelajar menurut mereka mestimnya fokus pada mata pelajaran di kelas. Sejumlah netizen juga mengimbau para pelajar lebih baik melakukan musyawarah walaupun janji transparansi anggaran sekolah terus ditutup-tutupi otoritas pendidikan di Kota Salatiga. (Ginanjar Saputra/JIBI/Semarangpos.com)

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom