DEMO PONOROGO : Tak Ditemui Anggota Dewan, Ratusan PKL Kecewa

DEMO PONOROGO : Tak Ditemui Anggota Dewan, Ratusan PKL Kecewa

SOLOPOS.COM - Ratusan pedagang kaki lima (PKL) berunjuk rasa di DPRD Ponorogo menolak relokasi, Rabu (26/10/2016). (Abdul Jalil/JIBI/Madiunpos.com)

Demo Ponorogo, ratusan pedagang kecewa karena tidak ditemui anggota dewan.

Solopos.com, PONOROGO — Ratusan pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di trotoar dan jalan protokol di Ponorogo kecewa dengan anggota DPRD Ponorogo. Kekecewaan mereka karena tidak ada satu pun anggota dewan yang menemui pedagang yang hendak mengadu soal rencana relokasi PKL ke Jl. Suromenggolo.

Pantauan Madiunpos.com di gedung DPRD Ponorogo, Rabu (26/10/2016) siang, ratusan PKL memadati gedung dewan. Saat itu tidak ada satu anggota dewan pun yang menemui mereka. Beberapa kali pedagang berteriak ingin menemui anggota dewan. Mereka hanya ditemui pegawai Sekretariat DPRD Ponorogo.

Ketua Paguyuban PKL Jl. Juanda Ponorogo, Sutrisno, mengatakan sangat kecewa kepada anggota DPRD Ponorogo yang tidak menemui pedagang yang hendak mengeluh. Kedatangan pedagang, kata dia, untuk menyampaikan aspirasi mengenai kebijakan Pemkab Ponorogo yang hendak merelokasi pedagang.

“Ini kantor DPRD apa pos kamling? Kok tidak ada anggota dewan yang menemui kami. Kami ke sini ingin mengeluh dan menyampaikan aspirasi,” jelas dia kepada wartawan di depan gedung dewan, Rabu.

Sutrisno mengatakan Setwan Ponorogo menjanjikan anggota dewan akan menemui PKL pada Jumat (28/10/2016) untuk mendengarkan aspirasi pedagang. Dia berharap dengan bertemu anggota dewan bisa menyampaikan aspirasi pedagang.

Sekwan Ponorogo, Sukokartono, mengatakan saat ini anggota DPRD Ponorogo sedang berada di luar kota, sehingga tidak bisa menemui pedagang yang hendak menyampaikan aspirasi. Dia menyampaikan segera melaporkan hal itu kepada pimpinan dewan.

“Kami akan segera sampaikan ke pimpinan dewan. Kami hanya memfasilitasi dalam pertemuan ini, sehingga mengenai jadwal pertemuan tidak tahu,” jelas dia.

Berita Terkait

Berita Terkini

Gerobak Bakul Cilok Jatuh Saat Diangkut Satpol PP, Isinya Berceceran di Jalan Bikin Netizen Emosi

Video viral gerobak cilok kuah yang diangkut mobil Satpol PP jatuh hingga isinya berceceran di jalan yang membuat netizen emosi.

Hati-Hati Lur! Begal Payudara Gentayangan di Grobogan, Ini Lokasinya

Begal payudara menghantui warga Grobogan, Jawa Tengah.

Tempati Posisi Ketiga, Rio Waida Harus Lalui Babak Eliminasi Selancar Olimpiade Tokyo 2020

Rio Waida harus melalui babak eliminasi pada putaran kedua karena berada di posisi ketiga pada putaran pertama.

Gregoria Mariska Lewati Tantangan Pertama di Olimpiade Tokyo Seusai Taklukkan Pemain Myanmar

Pebulu tangkis tunggal putri Indonesia Gregoria Mariska Tunjung melewati tantangan pertama setelah mengalahkan pemain asal Myanmar Thet Htar Thuzar.

Kisah Bagas Pemanah Indonesia di Olimpiade Tokyo: Anak Pak Bon SD Asal Klaten & Mantan Atlet Panahan Andalan Jateng

Kisah inspiratif tentang Bagas, atlet panahan Klaten, anak pak bon SD di Jatinom dan mantan atlet pemanah andalan Jateng yang berlaga di Olimpiade Tokyo.

Gawat! Lonjakan Kasus Positif Corona di Klaten Melampaui Kudus

Jumlah kasus Corona aktif di Klaten saat ini dinilai melebihi lonjakn kasus yang sempat terjadi di Kudus beberapa waktu lalu.

Beredar Selebaran Kritikan Penanganan Covid-19, Ini Tanggapan Kapolres Kudus

Polisi turun tangan menelusuri sejumlah selebaran berisi kritikan kepada pemerintah tertempel di sejumlah ruas jalan di Kudus.

Hotel dan RS di Solo Ini Buka Layanan Isoman, Segini Tarifnya

Hotel di Solo yang membuka layanan isolasi mandiri (Isoman) bekerja sama dengan rumah sakit untuk memantau kesehatan para tamu yang positif Covid-19 berstatus orang tanpa gejala (OTG).

Ortu Meninggal karena Covid-19, Bocah Yatim Piatu di Kaltim akan Dibantu Dinsos Sragen

Dinsos Sragen menindaklanjuti informasi adanya bocah berumur 10 tahun, Alviano Dafa Raharjo, yang menjadi yatim piatu karena ortu meninggal karena Covid-19.

Asale Pesanggrahan, Saksi Bisu Kejayaan Kopi di Desa Deles, Klaten pada Zaman Kolonial

Kawasan Pesanggrahan PB X di Deles, Klaten dikenal sebagai tempat yang berkaitan perkebunan kopi sekaligus tempat produksi.

WHO Ajak Seluruh Negara Lacak Asal Virus Corona

World Health Organization atau WHO menyerukan seluruh negara di dunia melacak asal-usul virus corona pemicu Covid-19.

Menengok Desa Bonyokan Klaten, Kampung Pencetak Atlet Panahan Tingkat PON hingga Olimpiade

Dukuh Bonyokan Desa Bonyokan,Jatinom, dikenal sebagai daerah pencetak atlet panahan profesional dalam beberapa tahun terakhir.