Demo Buruh Semarang: Omnibus Law Lebih Berbahaya daripada Corona
Ahmad Zainuddin menggelar demo tapa pepe sebagai bentuk penolakan Omnibus Law dan desakan pemerintah serius menangan Covid-19 di depan Kantor DPRD Jateng, Kota Semarang, Senin (30/3/2020). (Semarangpos.com-DPD FSPKEP KSPI Jateng)

Solopos.com, SEMARANG -- Seorang aktivis buruh di Semarang, Ahmad Zainuddin, melakukan aksi demo untuk memprotes pembahasan omnibus law oleh DPR. Demi melakukan aksi itu, dia tak mempedulikan sedang berada di tengah pandemi virus corona.

Imbauan melakukan pemerintah untuk melakukan social distancing untuk antisipasi penularan virus corona seolah tak digubrisnya. Ahmad merupakan Ketua DPD Federasi Serikat Pekerja Kimia Energi Pertambangan (FSPKEP) Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Jawa Tengah.

Ahmad menggelar demo dengan melakukan pepe di depan Kantor DPRD Jateng, Kota Semarang, Senin (30/3/2020). Terik matahari dan imbauan dari aparat kepolisian pun seolah tak diindahkan Zainuddin.

Didampingi rekan-rekannya dari serikat pekerja, ia menggelar tapa pepe di depan Gedung DPRD Jateng, Semarang, sebagai demo menolak Omnibus Law.

"DPR dan pemerintah itu seperti mengambil kesempatan dalam kesempitan. Di tengah pandemi corona, mereka justru menggelar rapat paripurna secara tatap muka untuk mengesahkan Omnibus Law," ujar Zainuddin kepada Semarangpos.com, Senin.

Zainuddin sadar jika virus corona atau Covid-19 sangat berbahaya dan menakutkan bagi buruh seperti dirinya. Kendati demikian, ia mengaku lebih takut dengan rencana pengesahan Omnibus Law dalam sidang paripurna DPR.

"Bagaimana tidak? Kalau Covid-19 hanya akan membunuh dalam jangka waktu 14 hari, Omnibus Law akan membunuh buruh selamanya dan menginfeksi secara langsung kepada jutaan rakyat," terangnya.

Focus Corona

Zainuddin pun berharap pemerintah lebih fokus menangani virus corona yang telah membuat 122 orang meninggal dunia, ketimbang Omnibus Law. Karena itulah aksi demo di Semarang tersebut menolak pembahasan Omnibus Law di tengah pandemi corona.

Imbauan pemerintah agar warga bekerja di rumah untuk menanggulangi persebaran virus corona, menurut Zainuddin tidak serius dan terkesan setengah-setengah.

"Buktinya, pemerintah diam saja ketika buruh masih bekerja. Padahal, buruh juga golongan yang rentan terhadap penularan Covid-19, baik saat perjalanan dari rumah maupun saat berada di tempat kerja," ujarnya.

Zainuddin berharap pemerintah segera membuat keputusan yang berpihak kepada masyarakat terutama kaum buruh dalam pandemi virus corona. Karena itu selain menolak Omnibus Law, dalam demo di Kota Semarang itu dia meminta perusahaan-perusahaan segera meliburkan buruh.

"Segera liburkan buruh, karena mereka dan keluarga rentah terhadap penularan Covid-19. Selain itu, laksanakan UU No.6/2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan, di mana pemerintah bertanggung jawab atas kebutuhan hidup dasar dan makanan hewan ternak saat karantina," tegasnya.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom