Tutup Iklan

Demo BEM SI 2 Tahun Jokowi Ma'ruf Memanas, Massa Bakar Ban

Massa dari BEM Seluruh Indonesia (SI) membakar ban di lokasi demonstrasi 2 tahun pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi)-Wapres Ma'ruf Amin.

 Suasana demonstrasi 2 tahun Jokowi-Ma'ruf di Jakarta Pusat (Detik.com)

SOLOPOS.COM - Suasana demonstrasi 2 tahun Jokowi-Ma'ruf di Jakarta Pusat (Detik.com)

Solopos.com, JAKARTA — Aksi Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) mulai memanas. Massa membakar ban di lokasi demonstrasi 2 tahun pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi)-Wapres Ma’ruf Amin.

Pantauan Detik.com di sekitar kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat, Kamis (21/10/2021), massa berjaket almamater berwarna merah mulai menumpuk ban di dekat kerumunan massa. Mereka kemudian membakar ban tersebut.

Pada pukul 15.36 WIB, asap tampak membubung dan kerumunan massa melingkari ban tersebut. Polisi kemudian memberi peringatan agar massa tidak membakar ban.

“Kami dari kepolisian Polres Metro Jakarta Pusat mengingatkan agar tidak bertindak membakar ban. Berbahaya. Kepada petugas agar dapat memadamkan api segera. Massa aksi diperingatkan menjauh,” ucap seorang petugas kepolisian dari balik kawat berduri.

Baca juga: 13.666 Orang Desak Selebgram Rachel Vennya Dihukum

Demo BEM
Suasana demonstrasi 2 tahun Jokowi-Ma’ruf di Jakpus (Rakha/detikcom)

Tak lama kemudian polisi mendatangi massa dan memadamkan api. Pada pukul 15.47 WIB, api dari ban yang dibakar sudah dipadamkan.

Massa yang membakar ban tampak berlari ke arah Jalan Medan Merdeka Selatan. Massa dari BEM SI menyampaikan orasi di Jl Medan Merdeka Barat. Polisi masih berjaga dengan kawat berduri di Jalan Medan Merdeka Barat.

Massa dari BEM SI ini menggelar demonstrasi peringatan 2 tahun pemerintahan Jokowi-Ma’ruf Amin. Massa tetap berorasi meski diguyur hujan deras.

Baca juga: Tiga Kemungkinan Alasan Vaksin Booster Layak Diberikan Menurut WHO

Koordinator BEM SI, Naufal, mengatakan aksi tersebut dilakukan berdasarkan kajian. Terdapat sejumlah tuntutan yang dibacakan massa, mulai tuntutan agar pemerintah menjamin kebebasan akademik.

Kemudian biaya pendidikan yang berkeadilan, pendidikan aman dari kekerasan seksual, penegakan marwah akademik. Serta mencabut revisi UU KPK, UU Minerba, UU Cipta Kerja, dan aturan turunannya, evaluasi total Kabinet Indonesia Maju dan tuntutan lainnya.

 


Berita Terkait

Espos Plus

Mengenal Prawirodigdoyo, Sosok Penunggang Kuda di Simpang 4 Karanggede

+ PLUS Mengenal Prawirodigdoyo, Sosok Penunggang Kuda di Simpang 4 Karanggede

Kebanyakan warga salah kaprah dengan menganggap patung penunggang kuda di simpang empat Karanggede Boyolali adalah Pangeran Diponegoro, padahal sosok penunggang kuda itu adalah Raden Tumenggung Prawirodigdoyo.

Berita Terkini

Gunung Semeru Erupsi, BPBD Siapkan Evakuasi Warga

Gunung Semeru yang berada di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur (Jatim), mengeluarkan erupsi berupa awan panas dan hujan abu tebal.

Hasil Survei Pilpres Terbaru: Anies Teratas, Ganjar & Puan Turun

Hasil survei IPO terbaru terkait tingkat elektabilitas tokoh yang dikaitkan Pilpres 2024 menyatakan Anies Baswedan berada di urutan teratas, mengungguli Ganjar Pranowo.

Menko Airlangga Beri Apresiasi ke TNI dan Polri, Ini Alasannya

Terkendalinya kasus Covid-19 di Indonesia tidak terlepas dari akselerasi vaksinasi yang dilakukan dengan melibatkan TNI dan Polri.

Survei IPO Terbaru: Kepuasan pada Kinerja Presiden Jokowi Kian Turun

Hasil survei Indonesia Political Opinion atau IPO menyebutkan kepuasaan publik terhadap kinerja Presiden Joko Widodo atau Jokowi terus mengalami penurunan.

Cek Ya! Lihat Komet Leonard Selama Desember Ini Tanpa Bantuan Alat

Komet C/2021 A1 atau dikenal dengan Komet Leonard akan kelihatan di Indonesia sepanjang Desember 2021.

Terungkap! Ini Modus Pasutri Buka Panti Pijat Plus-Plus di Tangerang

Polda Banten mengungkap sindikat prostitusi berkedok panti pijat yang dibuka pasutri dan sudah beroperasional selama 5 tahun di ruko Tangerang.

10 Berita Terpopuler: Harga Tanah-Rumah Colomadu Tinggi-Geger Siskaeee

Kabar harga tanah dan rumah tinggi, khususnya di Kecamatan Colomadu dan ulah Siskaeee di Bandara YIA menjadi berita terpopuler di Solopos.com, Sabtu (4/12/2021).

Menolak Dikawal, Jenderal Hoegeng: Kalau Mau Mati Ya Mati

Mantan Presiden RI Abdurrahman Wahid (Gus Dur) sempat memujinya dengan berkata,"Hanya ada 3 polisi jujur di negara ini yakni polisi tidur, patung polisi, dan Hoegeng".

Sejarah Hari Ini : 4 Desember 1829, Inggris Larang Ritual Sati di India

Berbagai peristiwa penting terjadi pada 4 November salah satunya pelarangan ritual Sati seperti terangkum dalam Sejarah Hari Ini.

Resmi, Polri Larang Kerumunan Natal dan Tahun Baru 2022

Jika dalam penerapan Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 62 Tahun 2021 ada temuan pelanggaran maka petugas akan melakukan pembinaan hukum.

Partai Gerindra Bukan Partai Kos-Kosan, Maksudnya?

Muzani mengatakan, Jawa Barat telah menjadi "kandang" Prabowo dan Gerindra sejak Pemilu 2014-2019.

Bangga, Kolam Selam Terdalam se-Asia Tenggara Ternyata Milik Kopassus

Kolam yang biasa digunakan berlatih pasukan katak (Paska) Kopassus ini mempunyai kedalaman 16 meter.

Imigrasi Bandara Soetta Tolak 19 WNA, Ini Penyebabnya

Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Soekarno-Hatta, menolak 19 WNA yang akan masuk ke wilayah Indonesia.

Tengok Haji Lulung, Zulhas: Persaudaraan di Atas Politik

Kedatangan Zulhas dan Eko Patrio ini disambut bahagia oleh Haji Lulung dan keluarga.

Surat Pengangkatan 57 Eks Pegawai KPK sebagai ASN Polri Terbit

Setelah Perpol terbit, pengangkatan 57 eks pegawai KPK menjadi ASN Polri masih perlu disosialisasikan sebelum resmi menjadi ASN.

Mantap! Polda Kalsel Ringkus Mafia Tanah

Ada pihak yang mengaku sebagai pemilik sah tanah dengan menunjukkan dokumen asli dan tidak pernah memberikan kuasa jual kepada kedua tersangka