Terminal Induk Jati, Kudus, Jateng, Selasa (16/1/2018), lengang karena mayoritas bis jurusan Surabaya-Semarang maupun Semarang-Lasem tidak beroperasi menyusul demo awak angkutan di Kota Semarang. (JIBI/Solopos/Antara/Akhmad Nazaruddin Lathif)
Demo awak angkutan umum memprotes perpindahan terminal di Semarang berdampak pada telantarnya penumpang bus di Kudus. Semarangpos.com, KUDUS — Pemindahan terminal transit bus angkutan antar kota dari Terminal Terboyo ke Mangkang dan Penggaron disambut demonstrasi awak angkutan umum di Kota Semarang, Jawa Tengah, Selasa (16/1/2018). Ternyata yang paling menderita atas aksi unjuk rasa itu adalah penumpang di Terminal Induk Jati, Kabupaten Kudus, Jateng. Mengapa? Para penumpang yang hendak bepergian ke sejumlah daerah dari Terminal Induk Jati, Kudus, Jateng, telantar karena tidak ada bus yang beroperasi menyusul adanya demo awak angkutan umum di Terminal Terboyo, Selasa. Tasrin, salah seorang calon penumpang mengakui hendak pergi ke Gresik, namun setelah lama menunggu, tak kunjung ada bus yang masuk ke terminal itu. Padahal, lanjut Tasrin, sehari sebelumnya dirinya dari Gresik ke Kudus juga tidak ada masalah. Ia mengaku, tidak mengetahui adanya unjuk rasa, sehingga tidak ada bus jurusan Semarang-Surabaya yang beroperasi. "Jika mengetahui, tentunya tidak akan pulang ke Gresik sekarang," ujarnya. Sukardi, calon penumpang lainnya juga mengaku baru mengetahui tidak beroperasinya bus jurusan Semarang-Surabaya karena sedang menolak pemindahan Terminal Terboyo ke Mangkang dan Penggaron setelah dirinya sampai di Terminal Jati. "Informasinya, Selasa pagi masih ada bus yang melayani tujuan Surabaya-Jepara. Karena menganggap tidak ada aksi unjuk rasa, saya memang berniat berangkat agak siang," ujarnya. Rencananya, kata dia, Rabu [17/1/2018] ia akan mulai masuk kerja namun karena belum ada bus jurusan Semarang-Surabaya yang beroperasi, maka berangkat ke Gresik pun terpaksa ia tunda. Ia berharap, Rabu pagi semua bus jurusan Surabaya-Semarang kembali beroperasi. Nasib berbeda dialami Santi, penumpang bus jurusan Kudus-Semarang. Ia mengaku sudah naik bus tujuan Semarang, namun ketika hendak memasuki perbatasan Semarang-Demak, bus justru berbalik arah ke Kudus karena awak bus khawatir diminta ikut berdemonstrasi oleh rekan-rekannya sesama awak angkutan umum. "Karena tidak ada angkutan yang akan melayani tujuan Penggaron, saya akhirnya ikut balik lagi ke Kudus karena khawatir telantar," ujarnya. Seniman, salah seorang petugas di Terminal Induk Jati Kudus mengungkapkan, jumlah bus antar-kota dalam provinsi (AKDP) hingga pukul 11.00 WIB hanya 16 bus, sedangkan bus AKAP hanya empat bus. Keempat bus yang berangkat di pagi hari tersebut, kata dia, jurusan Jepara-Surabaya yang kebetulan tidak ikut demo di Semarang karena jurusannya memang tidak sampai ke Semarang. Jumlah tersebut, lanjut dia, tentu berbeda jauh dengan hari-hari biasa yang mencapai 40 bus AKAP dan 39 bus AKDP untuk pencatatan bus masuk mulai pukul 07.00 WIB hingga pukul 15.00 WIB. Jadmiko, salah seorang sopir bus jurusan Semarang-Lasem mengaku, hanya beroperasi sekali jalan, kemudian balik ke garasi, karena khawatir diajak ikut berunjuk rasa. "Meskipun tidak ikut demo, saya juga menolak jika ada pengalihan terminal dari Terboyo ke Mangkang, karena jaraknya menuju terminal yang baru cukup jauh," ujarnya. KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten