Demi ke Sekolah, Siswi Madrasah di Sigi Sebrangi Sungai Diangkut Ekskavator
Tangkapan layar video pelajar menyebrangi sungai dengan mesin eksavator (Instagram/manaberita)

Solopos.com, SOLO — Para pelajar Madrasah Aliyah Vumbulangi, Desa Bangga, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah tidak seberuntung pelajar lain yang mudah mengakses sekolahnya. Sebuah video yang menunjukkan perjuangan pelajar Sigi viral di media sosial. Para pelajar tersebut harus diangkut ekskavator demi melewati arus deras sungai, untuk pergi ke sekolahnya.

Fotografer dan Model Seksi Ditangkap Gara-Gara Pemotretan di Situs Kuno?

Di antara gembar-gembor pembangunan dan infrastruktur yang merata di Indonesia, masih ada saja hal yang menghambat laju pendidikan masyarakatnya. Di beberapa daerah ada anak-anak yang mesti melewati jembatan rusak, berenang melewati sungai demi menimba ilmu di sekolah.

Seperi video yang diunggah oleh akun Instagram @manaberita pada Rabu (2/12/2020). Video tersebut ternyata merupakan video yang diunggah oleh akun Facebook Hikmah Ladjidji.

 

Lihat postingan ini di Instagram

 

Sebuah kiriman dibagikan oleh MANAberita (@manaberita)

Video Viral Madrasah Sigi

Dalam video berdurasi 20 detik itu, tampak para pelajar putri yang akan berangkat menuju sekolah. Para pelajar tersebut harus menyebrangi sungai beraliran deras dengan bantuan ekskavator, atau mesin pengeruk.

Antara Lucu dan Kasihan, Begini Suasana Pembukaan Mal Pertama di Kamerun

Bagian pengeruk pada mesin tersebut mampu mengangkut empat orang pelajar sekaligus. Saat menaiki belalai ekskavator itu, para pelajar ini menjerit-jerit entah ketakutan atau mungkin merasa seru.

Para pelajar ini merupakan siswa-siswi Madrasah Aliyah Vumbulangi, Desa Bangga, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah. Ternyata mereka harus mengikuti ujian akhir semester secara tatap muka, lantaran di desa tersebut jaringan internet masih belum tersedia. Sehingga para pelajar tersebut tidak bisa mengikuti ujian secara online, seperti yang dilakukan sekolah-sekolah lain saat ini.

Sementara itu, keterangan video yang viral itu menjelaskan, kondisi Desa Bangga pasca bencana alm sejak dua tahun lalu. Kondisi desa tersebut memang belum pulih seutuhnya. Bahkan para penduduk masih ada yang terpaksa tinggal di hunian sementara yang dibangun oleh para relawan.

Ganggu Sarang Lebah Saat Mancing, Tiga Lansia Disengat 10.000 Lebah

Seperti yang diketahui, Sigi diguncang gempa pada tahun 2018 silam. Gempa itu mengubah bentang alam Sigi, Sulawesi Tengah menjadi rawan banjir bandang dan longsor.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom