Demi Imunitas Warga & Roda Ekonomi, Puskesmas Gantiwarno Klaten Buka Depot Jamu
Depot jamu de' Jagansa yang berada di Puskesmas Gantiwarno, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. (Istimewa)

Solopos.com, KLATEN — Puskesmas Gantiwarno, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah membuka depot jamu di lokasi setempat, Selasa (11/8/2020). Selain mengkampanyekan gemar minum jamu guna meningkatkan imunitas warga, depot jamu yang di-launching awal Agustus itu bertujuan menggerakkan roda ekonomi di tengah pandemi Covid-19.

Depot jamu di Puskesmas Gantiwarno itu bernama de' Jagansa alias dengan Jamu Gantiwarno sehat. Program ini sebenarnya sudah dirintis sejak awal Januari 2020 lalu.

Tujuan utamanya mengajak masyarakat minum jamu setiap hari. Selama ini, mengonsumsi jamu masih diyakini dapat meningkatkan daya tahan tubuh.

Dari segi medis, mengonsumsi jamu juga tidak memberikan efek samping yang merugikan. Justru dengan meminum jamu, masyarakat lebih sehat dan dapat meningkatkan kekebalan tubuh.

Usai Indehoi, Suami Malah Bakar Istri karena Cemburu

Lantaran muncul pandemi Covid-19 sejak pertengahan Maret 2020, de'Jagansa sempat berhenti. Begitu menginjak awal Agustus 2020, de' Jagansa diluncurkan dengan dihadiri jajaran Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) Gantiwarno.

Roda Ekonomi

Depot jamu di Puskesmas Gantiwarno Klaten itu mampu menggerakkan roda perekonomian karena menggandeng para pembuat jamu. Puskesmas Gantiwarno berperan menyediakan depot, sedangkan jamunya disuplai 14 pembuat jamu tradisional yang berada di Gantiwarno.

Meski jamu dibikin para pembuat jamu di Gantiwarno, Puskesmas Gantiwarno juga berperan sebagai quality control. Jamu yang dipasarkan ke masyarakat harus bersih dan sehat. Hal itu mulai dari pengolahan, pengemasan, hingga pemasaran.

Aneka jamu yang dijual di kompleks Puskesmas Gantiwarno, seperti jamu kunir asem, jamu beras kencur, jamu temulawak, jamu kunci sirih, dan jamu pahitan. Aneka jamu dijual dengan harga terjangkau, paling murah Rp2.000 per gelas hingga Rp6.000 per botol.

Agar masyarakat lebih paham dengan jamu, Puskesmas Gantiwarno juga menyebarkan leaflet pembuatan aneka jamu. Hal itu termasuk khasiat masing-masing jamu.

Hari Ini Dalam Sejarah: 11 Juli 2003, Pemimpin Militer Jemaah Islamiyah Ditangkap

Depot jamu de'Jagansa sengaja diletakkan di lokasi strategis, yakni di ruang tunggu pasien yang berkunjung ke Puskesmas Gantiwarno Klaten.

"Di Gantiwarno ini banyak perajin jamu. Jamu tradisional ini sangat berguna meningkatkan imunitas. Dari sini, kami berkreasi mengkampanyekan jamu. Jamu masih relevan dikonsumsi saat ini, apalagi di tengah pandemi Covid-19. Melalui jamu, masyarakat diharapkan selalu sehat. Kami pun juga ingin membantu perajin jamu di sini," kata Kepala Puskesmas Gantiwarno, Ahmad Budoli, saat ditemui wartawan di kantornya, Selasa (11/8/2020).

Jam Buka

Ahmad Budoli mengatakan depot jamu dibuka setiap waktu pelayanan mulai pukul 08.00 WIB-10.00 WIB. Kampanye minum jamu yang dilakukan Puskesmas Gantiwarno dinilai selaras dengan program nasional, Pemprov Jateng, hingga Kabupaten Klaten.

"Kami hanya menyediakan tempat. Kami ingin warga di Gantiwarno tetap sehat dan perajin jamu bisa terangkat," katanya.

Hal senada dijelaskan Penjabat (Pj) Pengembangan Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM) Pengembangan Puskesmas Gantiwarno, Anita Nuke. Nantinya, Puskesmas Gantiwarno Klaten bakal mengevaluasi hasil depot jamu ke depannya.

"Yang paling ramai dibeli jamu beras kencur. Mencapai 10 botol per hari. Selain mengajak minum jamu, kami juga menyosialisasikan gerakan menanam tanaman apotek hidup di pekarangan masing-masing. Jamu yang dijual di sini layak konsumsi karena kami memantau dari pengolahan hingga pengemasan [termasuk pemasarannya]. Ke depan, kami akan terus mengembangkan program ini," katanya.

Camat Gantiwarno, Lilis Yuliati, mengatakan aneka jamu yang dijual di depot jamu di Puskesmas Gantiwarno merupakan produk jamu dari berbagai desa di Gantiwarno. "Penjual jamu di Gantiwarno bergantian menjual jamunya [di Puskesmas Gantiwarno]," katanya.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom