Demi Bisa Nonton Bola, Pasoepati Janji Tak Datangi Stadion
Presiden Pasoepati, Maryadi Gondrong. (Solopos.com-Crisna Canis Cara)

Solopos.com, SOLO — Pasoepati bakal menaati aturan baru kompetisi sepak bola nasional yang rencananya digelar tanpa kehadiran penonton. Kelompok pendukung Persis Solo ini berkomitmen mendukung kelancaran kompetisi dengan menonton laga di rumah masing-masing.

Janji Pasoepati itu disampaikan karena mereka begitu ingin menonton kembali sepak bola lokal. Mereka berharap PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) menyiapkan saluran live streaming untuk menunjang kampanye menonton bola dari rumah.

Presiden Pasoepati, Maryadi Gondrong, mengakui kebijakan kompetisi sepak bola tanpa penonton di stadion cukup berat bagi suporter. Apalagi para fans sudah setahun terakhir tak menyaksikan aksi idolanya langsung di stadion. Namun pihaknya memahami pandemi Covid-19 membuat suporter harus lebih bersabar. “

Baca Juga: Peluang Bisnis Camilan

Kepuasan suporter itu ya nonton dari tribune. Namun saat ini sepertinya harus ditahan dulu. Kita harus mendukung program pemerintah, yang penting kompetisi bisa segera berjalan,” ujar Gondrong kepada Solopos.com, Senin (15/2/2021).

Komitmen Pasoepati penting mengingat kelompok suporter itu memiliki ribuan anggota yang tersebar di Soloraya dan beberapa kota lain di Pulau Jawa, Sumatra dan Kalimantan. Gondrong mengaku bakal segera berkoordinasi dengan korwil-korwil apabila izin kompetisi sudah resmi turun.

Turnamen Pramusim

Kota Solo rencananya bakal mulai menghelat ajang bola via turnamen pramusim pada 20 Maret-25 April 2021. Adapun Liga 2 2021 yang diikuti Persis Solo akan dihelat 26 Juli-27 November 2021. “Kami akan koordinasi ke teman-teman agar nonton lewat live streaming saja,” ujar Gondrong.

Baca Juga: 4 Zodiak Ini Kata Astrologi Karismatik & Populer

Sementara itu, PSSI telah menyiapkan program kampanye untuk mengedukasi suporter agar mendukung kompetisi tanpa penonton. Ketua Divisi Pembinaan Suporter PSSI, Budiman Dalimunthe, mengaku telah bertemu dengan pentolan suporter di Jogja, Solo, Bandung, Malang, Surabaya dan Jakarta terkait hal tersebut.

“Kalau pimpinan suporter, mereka komitmen untuk menontin tim dari televisi saja. Kalau izin keluar, langsung kami masifkan kampanye,” ujarnya dilansir Antara.

Dia menyebut suporter yang tergabung dalam kelompok resmi akan lebih mudah diedukasi. Namun yang menjadi tantangan adalah mengelola suporter yang tidak masuk dalam kelompok.

KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Solopos



Berita Terkini Lainnya








Kolom