Demi Bisa Jadi Laki-Laki, Wanita Surabaya Ini Ajukan Permohonan ke Pengadilan

Seorang wanita asal Surabaya untuk kali kedua mengajukan permohonan ganti kelamin ke Pengadilan Negeri Surabaya.

 Ilustrasi (Foto: Dokumentasi)

SOLOPOS.COM - Ilustrasi (Foto: Dokumentasi)

Solopos.com, SURABAYA -- Seorang perempuan asal Surabaya berinisial, PN, 19, berusaha untuk mengganti jenis kelaminnya menjadi laki-laki. Upaya legal pun ia tempuh dengan mengajukan permohonan ganti kelamin ke Pengadilan Negeri Surabaya pada Oktober 2019.

Namun karena ketidaksiapan alat bukti dan saksi-saksi, PN akhirnya mencabut berkas permohonan itu setelah pengadilan empat kali menggelar sidang tanpa dihadiri oleh pemohon maupun kuasa hukumnya.

PromosiHari Keluarga Nasional: Kudu Tepat, Ortu Jangan Pelit Gadget ke Anak!

PN tak menyerah. Setelah dua bulan lebih berlalu, PN kembali mengajukan permohonan ganti jenis kelamin ke Pengadilan Negeri Surabaya. Lantas kenapa PN ingin ganti kelamin?

Awalnya, wanita asli Blora sebelum pindah dan menjadi warga Surabaya ini berkelamin ganda (perempuan dan laki-laki). Namun, seiring waktu, secara fisik pemohon merasa lebih nyaman dengan jenis kelamin laki-laki karena kromosomnya dominan laki-laki.

"Permohonan kami masukkan tadi siang. Kali ini saya optimistis permohonan akan dikabulkan karena kami sudah siapkan bukti bukti tertulis. Salah satunya resume medis yang di-support oleh pihak rumah sakit dr Soetomo," ujar Martin Suryana selaku kuasa hukum PN, seperti dikutip detik.com, Rabu (22/1/2020).

Selain telah mempersiapkan bukti tertulis, lanjut Martin, pihaknya juga akan menghadirkan sejumlah saksi-saksi. Di antaranya dokter, bidan dan ahli hukum agama untuk melihat dari perspektif agama.

"Juga kemungkinan kami perkuat untuk menghadirkan ahli hukum agama Islam, untuk melihat dari prespektif hukum agama agar tidak menimbulkan hal-hal yang dipertentangkan di tengah masyarakat," lanjutnya.

Martin belum mengetahui kapan sidang akan digelar. Tapi ia optimistis sepekan setelah pengajuan permohonan sidang akan digelar. "Biasanya sih satu minggu setelah permohonan diajukan baru keluar penetapan sidangnya. Nanti saya kabari lagi kalau sudah ada jadwal sidangnya," ujarnya.

Sebelumnya, PN yang kelahiran Blora namun kini jadi warga Surabaya itu mencabut pengajuan permohonan ganti kelamin setelah Pengadilan Negeri Surabaya telah empat kali menggelar sidang pembuktian. Sidang tersebut selalu tertunda lantaran pihak pemohon atau perwakilannya selalu tidak datang. Belakangan diketahui ini dikarenakan ketidaksiapan pemohon dalam mengajukan bukti dan saksi.

Kali ini, PN melalui kuasa hukumnya yakin permohonan ganti kelamin yang diajukannya akan dikabulkan hakim.

Sementara itu, dalam wawancara pada Oktober 2019 lalu, Humas Pengadilan Negeri Surabaya, Sigit Sutriono, mengatakan pihak pemohon sudah mengajukan nama jika sudah berganti kelamin. "Nama yang sudah dipersiapkan dan akan diganti yakni Ahmad Putra Adinata," kata dia saat itu.

 

Sumber: Detik.com

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini". Klik link https://t.me/soloposdotcom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Solopos.com Berita Terkini

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Bingung Malam Mingguan? Pemkot Madiun Bikin Hiburan Musik Setiap Malming Loh

<strong>Madiunpos.com, MADIUN</strong> — Pemerintah Kota Madiun tahun 2020 ini benar-benar ingin maksimal dalam menghibur masyarakat. Bagaimana tidak, dalam satu tahun ke depan akan ada pentas seni musik yang akan diselenggarakan setiap malam Minggu atau Sabtu malam.

Pasien RSUD Ponorogo Hanya Perlu Tekan Aplikasi untuk Antre Perawatan

<strong>Madiunpos.com, PONOROGO</strong> -- Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Harjono Ponorogo membuat sebuah aplikasi bernama Andalan atau kepanjangan dari Aplikasi Pendaftaran Online. Aplikasi ini diciptkan untuk memberikan kemudahan bagi pasien yang hendak periksa tidak perlu lagi untuk mengantre di rumah sakit.

Rayakan Imlek, Lima Barongsai Beraksi di Stasiun Madiun

<strong>Madiunpos.com, MADIUN</strong> -- Aksi lincah barongsai membuat Stasiun Madiun geger, Sabtu (25/1/2020) pagi. Para penumpang yang sedang menunggu kedatangan kereta pun terlihat tertarik melihat aksi lima barongsai tersebut.

Penataan Wajah Kota Madiun Bikin Masyarakat Pangling

<strong>Madiunpos.com, MADIUN —</strong> Pemerintah Kota Madiun kini sedang menata wajah perkotaan dengan konsep yang lebih menarik dan lebih segar. Ada sejumlah lokasi di Kota Madiun yang kini jadi lebih menarik dan Instagramable.

Target Serapan Bulog Madiun Tak Tercapai Gara-Gara Ini

<strong>Madiunpos.com, MADIUN --</strong> Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) Subdivre IV Madiun mengaku penyerapan beras petani sepanjang 2019 tidak memenuhi target. Penyebabnya, para petani lebih memilih menjual hasil panen ke tengkulak daripada ke Bulog.

Asyik, Setiap Rabu Masyarakat Boleh Berkunjung ke Lanud Iswahjudi

<strong>Madiunpos.com, MAGETAN --</strong> Sekitar 800 anak-anak dari Taman Kanak-kanak di wilayah Magetan dan sekitarnya memadati pelataran Main Apron Pangkalan Udara Iswahjudi, Rabu (22/1/2020). Mereka berwisata dan belajar tentang berbagai pesawat tempur di Lanud Iswhajudi.

Pecinta Otomotif di Surabaya Siap-Siap, GIIAS Digelar Maret

<strong>Madiunpos.com, SURABAYA --</strong> <em>Event</em> tahunan Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) akan kembali digelar digelar di Surabaya pada 20-29 Maret 2020. Kesuksesan penyelenggaraan dalam lima kegiatan serupa sebelumnya membuat Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) kembali memilih Kota Pahlawan sebagai tuan tumah GIIAS 2020 The Series.

Akhirnya Terungkap Penyebab Keracunan Massal dalam Perayaan Tahun Baru 2020 di Jember

<strong>Madiunpos.com, JEMBER --</strong> Masih ingat kasus keracunan massal gara-gara masakan ikan tongkol pada perayaan Tahun Baru 2020 yang membuat 199 warga Jember tumbang?

Ayah di Trenggalek Perkosa Dua Anaknya Hingga Sakit Jiwa

<strong>Madiunpos.com, TRENGGALEK -</strong>- Entah setan apa yang merasuki seorang ayah di Trenggalek ini hingga tega memerkosa dua putri kandungnya.

Demi Bisa Jadi Laki-Laki, Wanita Surabaya Ini Ajukan Permohonan ke Pengadilan

<strong>Madiunpos.com, SURABAYA --</strong> Seorang perempuan asal Surabaya berinisial, PN, 19, berusaha untuk mengganti jenis kelaminnya menjadi laki-laki. Upaya legal pun ia tempuh dengan mengajukan permohonan ganti kelamin ke Pengadilan Negeri Surabaya pada Oktober 2019.

ZA, Pelajar Pembunuh Begal Divonis Pidana Pembinaan Setahun

<strong>Madiunpos.com, MALANG --</strong> Seorang pelajar SMK di Kabupaten Malang, Jawa Timur, berinisial ZA, akhirnya divonis hukuman pidana pembinaan dalam lembaga selama satu tahun. ZA sebelemnya didakwa melakukan pembunuhan berencana setelah membunuh seorang begal untuk melindungi pacarnya yang hendak diperkosa.

Tiap Hari ada 7 Janda Baru di Ponorogo, Ini Penyebabnya

<strong>Madiunpos.com, PONOROGO --</strong> Kasus perceraian di Kabupaten Ponorogo terbilang tinggi. Sepanjang tahun 2019 lalu, Pengadilan Agama (PA) Ponorogo memutuskan 2.805 perkara perceraian. Jika angka tersebut dibagi 365 hari, artinya setiap hari ada 7 wanita yang menjadi janda.

Puluhan Kambing di Pacitan Mati Mengenaskan Diserang Hewan Misterius

<strong>Madiunpos.com, PACITAN —</strong> Puluhan ekor kambing milik sejumlah warga Kecamatan Kebonagung, Kabupaten Pacitan, mati dengan cara misterius. Diduga puluhan kambing ini diserang hewan buas yang hingga kini masih misterius.

Ingin Hidupkan Lagi Kawasan Pecinan, Pemkot Madiun Lakukan Ini

<strong>Madiunpos.com, MADIUN —</strong> Dalam memperingati Tahun Baru Imlek tahun 2020, Pemkot Madiun menyelenggarakan PeceLand Chinese New Year Festival 2020, Rabu (22/1/2020). Festival ini digelar di Jalan Batanghari, Kota Madiun, mulai 22-26 Januari.

Korsleting, 1 Rumah di Madiun Ludes Terbakar

<strong>Madiunpos.com, MADIUN --</strong> Satu rumah di Desa Kare, Kecamatan Kare, Kabupaten Madiun, kebakaran, Rabu (22/1/2020) pagi. Rumah milik Suriyem itu ludes dilalap sijago merah.

E-Tilang Segera Diberlakukan di Kota Madiun

<strong>Madiunpos.com, MADIUN --</strong> Kota Madiun segera memberlakukan tilang elektronik (e-tilang) pada 2020 ini. Sebanyak 21 kamera pengintai atau CCTV sudah terpasang di 21 persimpangan di seluruh wilayah Kota Madiun.