DEMAM TELOLET : Bocah-Bocah Semarang Berburu Telolet hingga Terobos Jalan Tol
Beberapa bocah menerobos pagar pembatas jalan tol di Gayamsari, Kota Semarang, Jateng, Senin (16/1/2017). (Facebook.com-Erozz)

Demam telolet membuat bocah-bocah Semarang nekat menerobos pagar pembatas jalan tol.

Solopos.com, SEMARANG -- Demam telolet belum redup. Bocah-bocah Semarang, Jawa Tengah (Jateng), Senin (16/1/2017), nekad menerobos pagar pembatas jalan tol di kawasan Gayamsari demi mendapatkan bunyi klakson dengan nada telolet itu.

Ulah nekat bocah-bocah itu menjadi perbincangan hangat publik pengguna Internet (netizen) yang tergabung dalam grup Facebook Media Informasi Kota Semarang (MIK Semar). Pada umumnya netizen khawatir dengan keselamatan bocah-bocah itu. Maklum saja, jalan tol merupakan jalur lintasan cepat kendaraan, sehingga berkeliaran di tempat itu tentu saja berbahaya.

Perbincangan hangat di grup Facebook MIK Semar terkait demam telolet bocah-bocah Semarang itu dipicu unggahan member pengguna akun Erozz. Ia meng-upload beberapa foto anak-anak yang mengadang kendaraan yang tengah melintas di jalan tol Gayamsari ke dinding grup.

Dalam foto tersebut, terlihat beberapa bocah yang sedang dilanda demam telolet itu menanti kendaraan di tepi jalan tol Gayamsari. Tak hanya itu, seorang bocah tiba-tiba terlihat berada di tengah jalan dan mengadang bus yang melintas.

Tak pelak hal itu langsung menuai beragam komentar dari netizen member MIK Semar. Maklum saja, hal itu dapat membahayakan keselamatan anak-anak tersebut. "Demi telolet nyawa taruhannya," tulis pengguna akun Fajar Afriyanto.

Sebagian netizen yang mengaku pernah melintas di jalan tol Gayamsari dan melihat anak-anak tersebut pun mengungkapkan hal tersebut sering mengejutkan pengguna jalan tol. "Iya. Ngaget2i. Aku sering lewat sana juga pas pintu masuk [tol] Gayamsari juga polisi harusnya dah liat klo ada anak2 dsitu tapi dibiarin w...hmmm," tulis pengguna akun Nurhayati Wallpaper Rembang.

Sementara itu, pengguna akun Facebook Hanif Hunaifi S mengungkapkan bahwa hal tersebut sudah pernah ditindak oleh pihak berwajib, namun saat ditindak anak-anak tersebut kabur. Setelah petugas pergi, bocah-bocah yang terserang demam telolet itu kembali lagi melakukan aktivitas yang membahayakan tersebut. (Ginanjar Saputra/JIBI/Semarangpos.com)

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom