DEMAM BERDARAH SEMARANG : Waspadai DBD dan Malaria saat Kemarau Basah!
Nyamuk demam berdarah (JIBI/Solopos/Istimewa)

Demam berdarah diprediksi Dinas Kesehatan Semarang bakal melanda saat kemarau basah seperti saat ini.

Solopos.com, SEMARANG — Masyarakat diimbau mewaspadai penyakit yang ditularkan nyamuk, seperti demam berdarah dengue, chikungunya, dan malaria pada musim kemarau basah seperti yang terjadi saat ini.

"Info yang saya terima, sekarang Jateng memasuki musim kemarau basah, ini perlu diwaspadai karena nyamuk suka dengan udara hangat, tapi banyak airnya," kata Kepala Dinas Kesehatan Jawa Tengah Yulianto Prabowo di Semarang, Kamis (21/7/2016).

Melalui Dinas Kesehatan di seluruh kabupaten dan kota, ia mendorong masyarakat kembali menggiatkan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) di lingkungan masing-masing. Selain itu, program 3M (menguras, menutup, dan mengubur) juga perlu digiatkan kembali demi menjaga keluarga dari serangan DBD serta malaria.

"Masyarakat yang tinggal di daerah rob, perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit DBD dan malaria karena habitat nyamuk itu [Aedes aegypti] di daerah yang berair," ujarnya. Yulianto berharap musim kemarau basah di Jateng tidak berlangsung lama agar nyamuk Aedes aegypti tidak dapat berkembang biak.

Terkait dengan musim kemarau basah, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Jawa Tengah mengimbau masyarakat setempat mewaspadai kemarau basah karena berpotensi menimbulkan bencana alam seperti banjir serta tanah longsor. "Hujan pada musim kemarau [kemarau basah] akibat fenomena La Nina ini diperkirakan terjadi hingga Agustus 2016 sehingga perlu diwaspadai oleh masyarakat," kata Kepala Stasiun BMKG Jawa Tengah Tuban Wiyoso.

Menurut dia, berdasarkan pengamatan BMKG diketahui bahwa di Jateng diperkirakan masih banyak terjadi hujan karena dipengaruhi air pasang di daerah Samudera Hindia sedang tinggi sehingga masih memengaruhi intensitas hujan. Ia mengungkapkan bahwa pada Juli 2016 masih akan terjadi hujan dengan intensitas ringan, sedang, sampai tinggi, tapi memasuki Agustus diperkirakan mulai menurun meski masih ada potensi terjadi hujan. "Intensitas hujan tinggi masih berada di daerah Jateng bagian tengah, bagian selatan barat, dan sedikit bagian utara," katanya.

 

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya



Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho