DEMAM BERDARAH MADIUN : Sudah Dirawat di RSUD, 2 Warga Madiun Pengidap DBD Meninggal Dunia
Perawatan pasien DBD di RSUD Caruban, Kabupaten Madiun, Rabu (20/1/2016). (JIBI/Solopos/Antara/Fikri Yusuf)

Demam berdarah Madiun telah mencabut tiga nyawa warga pada musim penghujan kali ini.

Solopos.com, MADIUN — Jumlah warga Madiun, Jawa Timur (Jatim) yang meninggal dunia akibat demam berdarah dengue (DBD) bertambah. Kantor Berita Antara mengabarkan dua warga Kabupaten Madiun meninggal dunia karena kondisi mereka justru semakin parah setelah dirawat di rumah sakit umum daerah (RSUD) setempat.

"Selama bulan Februari 2016, terdapat dua korban meninggal dunia akibat demam berdarah yang sempat dirawat di sejumlah rumah sakit Kabupaten Madiun," ungkap Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Madiun, Soelistyo Widyantono, di Madiun, Senin (15/2/2016).

Kedua pasien DBD yang meninggal dunia setelah dirawat di RSUD tersebut adalah, Amanda, 3, warga Desa Kaliabu, Kecamataan Mejayan dan Kamila Nafisa Mariyam. Amanda meninggal dunia setelah menjalani perawatan medis di RSUD Caruban, Kabupaten Madiun, sedangkan Kamila meninggal dunia setelah dirawat di RSUD Dolopo, Kabupaten Madiun.

Kedua pasien RSUD Caruban dan Dolopo yang meninggal dunia itu menambah jumlah korban meninggal dunia akibat serangan penyakit demam berdarah pada musim penghujan kali ini.  Sebelumnya, Januari 2016, telah tercatat Pinkan Ayu Maya Savan, 10, warga Desa Kedung Maron, Kecamatan Pilangkenceg meninggal dunia akibat DBD Madiun itu.

"Untuk itu, warga diimbau waspada dengan serangan penyakit demam berdarah. Warga diminta selalu menjaga kebersihan lingkungannya dan melakukan pemberantasan sarang nyamuk guna memutus siklus hidup jentik menjadi nyamuk dewasa peyebar sakit," kata dia.

41 Pasien
Dinas Kesehatan setempat mencatat jumlah penderita demam berdarah dengue di Kabupaten Madiun selama Januari tahun 2016 telah mencapai 25 orang. Sedangkan pada Februari ini, hingga pertengahan bulan, telah terdapat 16 kasus demam berdarah.

Guna mencegah penyebaran penyakit demam berdarah, Dinas Kesehatan Kabupaten Madiun rajin melakukan penyuluhan ke desa-desa dengan melibatkan petugas puskesmas, kader posyandu, dan juru pemantau jentik (jumantik).

Penyuluhan tersebut tentang pemberantasan sarang nyamuk dan penerapan pola hidup bersih dan sehat (PHBS). Adapun, penyuluhan telah dilakukan intensif sejak bulan November dan Desember 2015 seiring mulainya musim hujan.

Penyuluhan tentang peberatasan sarang nyamuk dengan 3 M, yakni menguras, mengubur, dan menutup, masih terus dilakukan hingga musim hujan berakhir.

 

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Madiun Raya
KLIK di sini untuk mengintip Kabar Sragen Terlengkap


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya



Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho