Demam, 1 Pendaki Gunung Lawu Asal Sragen Diisolasi 2 Jam
Ilustrasi pendaki tengah melintas di jalur pendakian lawu beberapa waktu lalu. (Istimewa/ Yeyen Choiri)

Solopos.com, KARANGANYAR – Seorang pendaki dari Sragen sempat diisolasi sukarelawan Gunung Lawu di jalur Ceto saat hendak mendaki, Sabtu (27/6/2020) pagi. Hal ini lantaran pendaki tersebut diketahui demam lantaran suhu tubuhnya tinggi saat dicek di pos registrasi.

Hal tersebut diungkapkan Koordinator Lapangan Bidang Destinasi Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Karanganyar, Nardi, ketika dihubungi Solopos.com, Senin (29/6/2020).

Dia mengatakan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 untuk pendaki di Gunung Lawu sudah ditentukan dan diterapkan. Salah satunya pengecekan suhu tubuh para pendaki sebelum mendaki gunung.

Diberitakan sebelumnya, jalur pendakian Gunung Lawu dibuka sejak Senin (22/6/2020). Sejak saat itu ada beberapa pendaki yang mulai melakukan pendakian.

Jarang Disorot, Ini Sosok Dian Ekawati Istri Didi Kempot

Tetapi pada Sabtu (27/6/2020) seorang pria berusia 35 tahun asal Sragen terpaksa harus diisolasi lantaran suhu tubuhnya di atas 37,8 derajat celsius. Meski demikian pendaki yang akan menaklukkan Gunung Lawu itu dipastikan tidak terjangkit Covid-19.

“Memang sempat ada satu kasus kami cek suhu tubuhnya tinggi. Kami kemudian gerak cepat dan mengisolasi langsung di posko yang sudah disediakan. Kami lihat dan cek setiap setengah jam ternyata suhunya turun. Sekitar dua jam kami cek lagi ternyata sudah normal. Kemungkinan itu terjadi karena tubuh yang bersangkutan sedang adaptasi dengan lingkungan gunung yang dingin,” beber dia.

Nardi menjelaskan, hingga saat ini belum ada pendaki lainnya yang menunjukan gejala demam tinggi. Meskipun begitu, dia juga menganjurkan kepada pendaki menjaga stamina dan melakukan pemanasan sebelum memulai pendakian di Gunung Lawu.

Hendak Edarkan Uang Palsu Rp465 Juta, 3 Pria Ditangkap di Jatinom Klaten

Ruang Isolasi

Saat ini baru ada satu ruang isolasi di pos resgistrasi jalur pendakian Gunung Lawu via Ceto. Sedangkan, di jalur pendakian Cemara Kandang belum disediakan ruangan isolasi bagi pendaki yang mengalami demam. Nardi mengatakan pihaknya diminta berkoordinasi dengan puskesmas terdekat bila terjadi kasus mengkhawatirkan.

“Untuk ruang isolasi berkapasitas empat orang. Kalau bantuan tenaga medis, kami belum melakukan tapi memang sudah ada perintah jika ada kasus ya langsung berkoordinasi dengan puskesmas terdekat,” beber dia.

Dihubungi terpisah, Kepala Disparpora Karanganyar, Titis Sri Jawoto, mengatakan hingga saat ini belum banyak pendaki yang mendaki Gunung Lawu. Meskipun begitu, dia menegaskan tidak ada pembatasan kuota khusus dan tetap memperhatikan penerapan protokol Covid-19 bagi pendaki.

Berkat KB, Wanita Asal Ngrampal Sragen Dapat Sepeda dari Bupati


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya





Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho