Tutup Iklan
Dejavu, Kematian Satpam Cantik Sragen Mirip Kisah Tragis Anggota PPS Tenggak
Warga berkerumun di lokasi ditemukannya sepeda dan sepatu milik Sugiyanti di tepi Sungai Bengawan Solo, tepatnya di Dukuh Metep, Tenggak, Sidoharjo, Sragen, Rabu (3/6/2020). (Istimewa-Khusnul Aziz)

Solopos.com, SRAGEN -- Meninggalnya angota satpam PT PAN Brothers, Sugiyanti, membangkitkan memori kematian anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS) Desa Tenggak, Sidoharjo, Sragen, Triyanto, setahun lalu.

Jasad keduanya sama-sama ditemukan mengapung di Sungai Bengawan Solo.

Jejak terakhir kedua warga Sragen itu pun ditemukan di lokasi sama di Dukuh Metep RT 11, Desa Tenggak.

Hasil Rapid Test Massal: 15 Orang di Sragen, Masaran, Tanon & Sukodono Reaktif

"Ini seperti dejavu. Sepeda motor keduanya sama-sama ditemukan lebih dulu di lokasi yang sama. Pada hari berikutnya baru ditemukan jasadnya mengapung di sungai," papar tokoh masyarakat Tenggak, Khusnul Aziz,  Jumat (5/6/2020).

"Jadi, kemungkinan kalau benar bunuh diri, keduanya terjun ke sungai di lokasi yang sama," tambah dia.

Diberitakan, jasad satpam cantik ditemukan di Dukuh Cermo, Desa Sribit, Kecamatan Sragen, Kamis (4/6/2020) pagi.

Warga Dukuh Jenak, Desa Patihan, Sidoharjo, Sragen, itu berangkat kerja Selasa (2/6/2020), namun tak pulang.

Saat menemukan motor Honda Vario berpelat nomor AD 6715 TY, Selasa siang, warga curiga pemiliknya sengaja menceburkan diri ke Sungai Bengawan Solo.

Kecurigaan warga itu beralasan. Pasalnya, pada 8 Maret 2019 lalu warga juga menemukan Yamaha Jupiter berpelat nomor AD 4390 YY diparkir di lokasi sama.

Satpam Cantik di Sragen Hilang: Selasa Pagi Pamit Kerja, Sampai Rabu Siang Tak Pulang

Motor itu milik Triyanto, 36, warga Dukuh Nglombo RT 003, Desa Tenggak, Sidoharjo, Sragen, yang diduga bunuh diri di Bengawan Solo, Kamis (7/3/2019) malam.

Jenazah laki-laki anggota PPS Desa Tenggak, Sidoharjo, Sragen, ditemukan di bawah Jembatan Mantingan, Ngawi, Jawa Timur, Sabtu (9/3/2019) pukul 05.30 WIB.

Jenazah Triyanto dievakuasi dengan perahu karet milik SAR Himalawu Sragen kemudian dinaikkan ke daratan di di Desa Klandungan, Ngrampal, Sragen, pukul 07.45 WIB.

Jenazah Triyanto mengeluarkan bau tidak sedap dan kondisinya membengkak karena lebih dari 24 jam berada di air.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya





Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho