Defisit anggaran Karanganyar capai Rp 40 miliar
Bupati Rina Iriani

Karanganyar (Solopos.com)--Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Karanganyar 2012 diperkirakan mengalami defisit senilai Rp 40 miliar, dengan asumsi pendapatan mencapai Rp 1.122.510.999.000 dan kebutuhan belanja dan pengeluaran pembiayaan mencapai Rp 1.162.510.999.000.

Seusai memaparkan Kebijakan Umum APBD 2012 serta Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (KUA PPAS) 2012 di gedung DPRD Karanganyar, Bupati Karanganyar, Rina Iriani SR mengatakan, untuk menutup defisit tersebut maka pada 2012 Pemkab Karanganyar akan mendatangkan investor dari berbagai negara, seperti Jepang, Korea dan India untuk pengembangan sektor perindustrian dan pariwisata.

“Untuk pengolahan sampah di Jumantono, sudah ada investor dari Korea yang sudah menyanggupi pengelolaannya. Jika ini berhasil, setidaknya pendapatan asli daerah senilai Rp 4 miliar setiap tahun akan mengalir ke Karanganyar,” katanya saat ditemui wartawan, Kamis (17/11/2011).

Sedangkan untuk industri tekstil, Pemkab akan menggandeng dengan investor dari India. Untuk pengijauan, pihaknya sudah bekerjasama dengan Jepang.

Dalam paparan KUA PPAS, ditargetkan pendapatan meningkat 28 persen dari tahun anggaran 2011 penetapan. Pendapatan tersebut berasal dari PAD senilai Rp 85.508.462.100 (naik 3,55 persen), target dana perimbangan 2012 yang mencapai Rp 806.458.423.000 (naik 24,76 persen), target lain-lain pendapatan daerah yang sah mencapai Rp 230.544.113.900 (naik 89,09 persen).

Sementara untuk belanja yakni terdiri atas belanja pegawai 2012 senilai Rp 762.977.967.000. “Pengalokasian belanja itu sudah termasuk rencana kenaikan gaji 10 persen sesuai pidato Presiden RI pada Agustus 2011 lalu, yakni untuk alokasi tunjangan sertifikasi guru, alokasi gaji untuk CPNS menjadi PNS serta kenaikan tunjangan komunikasi intensif DPRD,” paparnya.

(fas)



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom