Dedikasi Sutopo BNPB: Pahlawan Kemanusiaan Hingga Lawan Hoaks Bencana
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, dirawat di rumah sakit, Senin (15/10/2018). (Twitter-@Sutopo_PN)

Semarangpos.com, SEMARANG -- Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Doni Monardo, menyebut Sutopo Purwo Nugroho sebagai Pahlawan Kemanusiaan. Tak hanya mengabarkan informasi tentang kebencanaan saat menderita kanker paru-paru, Sutopo juga kerap melawan informasi yang tidak benar (hoaks).

Sutopo yang menjabat sebagai Kepala Pusat Data Informasi dan Hubungan Masyarakat (Pusdatinmas) BNPB meninggal dunia saat menjalani perawatan di Rumah Sakit St. Stamford Modern Cancer, Guangzhou, Tiongkok, Minggu (7/7/2019).

Putra dari pasangan Suharsono Harsosaputro dan Sri Roosmandari ini berpulang sekitar pukul 02.20 waktu Guangzhou atau sekitar pukul 01.20 WIB. Sutopo meninggalkan seorang istri, Retno Utami Yulianingsih, dan dua orang putra, yakni Muhammad Ivanka Rizaldy Nugroho dan Muhammad Aufa Wikantyasa Nugroho.

Sesuai rencana, jenazah akan dipulangkan ke Tanah Air dan dijadwalkan tiba pada Minggu malam sekitar pukul 20.30 WIB di Bandara Soekarno Hatta, lalu disemayamkan di rumah duka di Raffles Hill I-6 No 15 Cibubur. Kemudian jenazah akan diterbangkan ke Solo melalui Bandara Soetta pada Senin (8/7/2019) pukul 05.20 WIB untuk selanjutnya dimakamkan di tempat kelahirannya, Boyolali.

Doni Monardo memerintahkan kepada seluruh staf untuk menyiapkan segala sesuatunya terkait pemakaman. Doni juga meminta secara khusus agar penerimaan jenazah sang Pahlawan Kemanusiaan itu dapat diproses dengan pemakaman menggunakan tradisi kedinasan BNPB dan juga melibatkan unsur BPBD Boyolali dan Jawa Tengah.

"Pak Topo adalah Pahlawan Kemanusiaan yang telah ikut membesarkan nama BNPB sejak dibentuk tahun 2008. Pak Topo juga telah mengharumkan nama Indonesia dalam sejumlah karyanya antara lain penghargaan tertinggi yang diterima Pemerintah RI di Baku Azerbaijan dari PBB di Bidang Inovasi Kebencanaan melalui peta bencana,” ujar Doni dalam keterangan resmi.

Sutopo meninggalkan Tanah Air menuju Guangzhou, Tiongkok untuk menjalani pengobatan sejak 15 Juni 2019 lalu. Menurut dokter, waktu pengobatannya yang dijalani Sutopo akan memakan waktu selama 30 hari.

Akan tetapi, Sutopo telah dipanggil terlebih dahulu sebelum menyelesaikan pengobatannya tersebut. Informasi terakhir, kanker yang dideritanya telah menyebar ke otak, tulang, dan beberapa organ vital tubuh lainnya.

Dalam menjalankan tugas sebagai Pahlawan Kemanusiaan dan informan andalan BNPB, Sutopo selalu tampil dengan penuh totalitas dalam memberikan informasi kebencanaan. Sebagai contoh ketika Indonesia dilanda bencana bertubi-tubi pada tahun 2018 seperti gempa bumi beruntun di NTB, gempa bumi disusul tsunami dan likuifaksi yang dahsyat di Sulawesi Tengah, dan tsunami senyap di Selat Sunda.

Bencana tersebut menimbulkan banyak jatuh korban jiwa dan dampak kerugian mencapai puluhan trilyun rupiah. Pada saat yang bersamaan, Sutopo juga tengah berjuang melawan penyakit kanker paru-paru yang menggerogoti.

Selain berjuang melawan penyakit kanker stadium 4B, ia juga tidak menyerah melawan berbagai berita yang simpang siur dan informasi bohong alias hoaks terkait bencana. Hal itu dia lakukan melalui media sosial yang dia kelola secara pribadi dan melalui siaran pers kepada para awak media.

Selama proses pengobatan kemoterapi di Indonesia, Sutopo selalu langsung kembali ke kantor untuk memberikan konferensi pers. Di rumah sakit ia membuat siaran pers dan menyebarkan ke ribuan wartawan yang dikelolanya dalam grup WhatsApp bernama Wapena dan Medkom BNPB 1-7.

Dedikasi Sutopo sebagai Aparatur Sipil Negara yang berprestasi telah dibuktikan dengan beberapa penghargaan yang ia raih sejak tahun 2012, baik untuk individu maupun untuk unit kerja yang dipimpin, yakni Pusdatin BNPB.

Meski hampir semua penghargaan itu atas nama pribadinnya, namun bagi Sutopo semua penghargaan itu ia didedikasikan untuk BNPB. Beberapa penghargaan yang dicapai tahun 2018 dan 2019 adalah:

 Tahun 2018:

  1. The First Responder Asia, dari The Strait Times, Singapura
  2. The Most Inspirational Aparat Sipil Negara (ASN), dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB)
  3. Communicator of the Year 2018, dari Kementerian Komunikasi dan Informasi
  4. Pegawai Sipil Negara (PNS) Inspiratif  Terfavorit 2018, dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB)
  1. Outstanding Spokeperson of the Year 2018, dari dari Jakarta Foreign Correspondents Club (JFCC)
  2. Pejabat Tinggi Pratama Teladan, dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB)
  3. Tokoh Komunikasi Kemanusiaan, dari Kementerian Komunikasi dan Informasi
  4. Human Initiative Award 2018, dari PKPU
  5. Tokoh Teladan Anti Hoax, dari Mafindo
  6. Humas Pemerintah Terbaik, dari Perhimpunan Hubungan Masyarakat Indonesia (Perhumas Indonesia)
  7. Inspirator Terbaik Penyintas Kanker Paru, dari Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI)
  8. IAGI Award 2018, dari Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
  9. PNS Inspiratif 2018, dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB).

 Tahun 2019:

  1. Obsesion Award 2019 Kategori Best Bureaucrats, dari Obsession Media Group (OMG)
  2. Tokoh Perubahan Republika 2018, dari Republika
  3. Public Relation Berkinerja Cemerlang, dari Majalah PR Indonesia
  4. Liputan6 Awards 2019 Kategori Pengabdian Masyarakat, dari SCTV



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom