ilustrasi kran air PDAM (Dok/Solopos)

Solopos.com, SOLO — Perumda Air Minum (PDAM) Toya Wening Kota Solo segera menyusun detail engineering design (DED) pipa saluran distribusi warga ke seluruh Solo dari lokasi reservoir di Desa Plesungan, Karanganyar.

Sumber air dari reservoir tersebut berasal dari Instalasi Pengolahan Air (IPA) Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Regional Wososukas (Wonogiri, Solo, Sukoharjo, Karanganyar, dan Sragen) di Waduk Gajah Mungkur (WGM) Wonogiri.

Plt Direktur Teknik PDAM Toya Wening Solo, Tri Atmaja Sukamulya, mengatakan DED disusun menyusul lelang proyek pembangunan pipa sepanjang 65 kilometer dari Desa Sendang ke Desa Plesungan.

Akhir 2018 lalu, intake (sumuran), reservoir (pipa penyadap), pipa transmisi, dan silo atau bak tampung untuk air baku telah rampung. Disusul IPA yang selesai dibangun tahun ini. Proses berikutnya adalah menyiapkan perpipaan dari IPA ke reservoir lalu perpipaan saluran distribusi pelanggan.

“DED disusun tahun depan kemudian disusul pembangunan kontruksi pada tahun berikutnya, baru bisa dialirkan. Saat ini kami masih membahas material yang akan digunakan, termasuk ukuran pipa, dan pilihan apakah dibangun underground atau di atas permukaan tanah,” kata dia, kepada solopos.com, belum lama ini.

Tri menyampaikan pertimbangan tersebut dilakukan agar dana yang dikeluarkan lebih efisien. Jika pemasangan pipa dilakukan di dalam tanah maka akan memakai pipa PVC, sedangkan jika di permukaan tanah menggunakan pipa besi. Ukuran pipa yang digunakan berdiameter 200-150-100-75-50 milimeter.

“Kami menggunakan tanah kampung, tanah kota, dan tanah provinsi. Jadi enggak jadi masalah. Tapi kami sedang merancang ada yang underground ada yang di permukaan,” kata dia.

Sementara soal pipa jaringan dari Desa Sendang ke Desa Plesungan, bakal menggunakan saluran irigasi pertanian sehingga tidak ada pembebasan lahan. Tri memprediksi SPAM Wososukas bisa dinikmati warga Kota Bengawan pada 2022.

Kapasitas total SPAM Regional Wosusokas adalah 1.450 liter per detik dengan rincian pada tahap pertama 750 liter per detik dan tahap kedua 700 liter per detik. Dari kapasitas itu, Solo mendapatkan jatah terbanyak dengan debit air 700 liter per detik.

“Tahap pertama kami mendapat 200 liter per detik. Kalau sudah operasi, kami akan mengurangi penggunaan sumur dalam sehingga puluhan ribu pelanggan akan dilayani dari Mata Air Cokro Tulung, tiga IPA yang mengolah air Sungai Bengawan Solo, dan SPAM Wososukas,” kata dia.

Pelaksana harian Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS), Isgianto, mengatakan pembangunan pipa dari Desa Sendang ke Desa Plesungan ditangani oleh Ditjen Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).

“Informasinya masih ada review sedikit. Kalau proyek kami sudah selesai di 2018 lalu, seperti silo, IPA, intake, dan sebagainya,” kata dia, dihubungi terpisah.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten