Tutup Iklan

DED dan Masterplan Proyek Revitalisasi Wisata WGM Wonogiri Rampung

DED memuat desain teknis proyek revitalisasi di zona 1, yakni area eksisting atau lokasi berdirinya Wisata WGM.

 Gambar site plan pengembangan objek wisata WGM Wonogiri. (Istimewa)

SOLOPOS.COM - Gambar site plan pengembangan objek wisata WGM Wonogiri. (Istimewa)

Solopos.com, WONOGIRI—Konsultan sudah menyelesaikan desain teknis secara detail atau detail engineering design (DED) zona 1 dan rencana induk atau masterplan revitalisasi Wisata Waduk Gajah Mungkur (WGM) Wonogiri, belum lama ini.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) berencana menggelar diskusi grup atau focus group discussion (FGD) kedua pada Oktober ini di Kabupaten Wonogiri. Namun, hingga Kamis (28/10/2021) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wonogiri belum mendapat informasi lebih lanjut dari Kementerian PUPR.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Penelitian dan Pengembangan (Bappeda Litbang) Wonogiri, Heru Utomo, saat ditemui Solopos.com di Sekretariat Daerah (Setda), Kamis, menyampaikan pihak Kementerian PUPR memberitahu konsultan sudah menyelesaikan DED zona 1 dan rencana induk. DED memuat desain teknis proyek revitalisasi di zona 1, yakni area eksisting atau lokasi berdirinya Wisata WGM.

Baca Juga: Makam Tergerus, Masyarakat Sering Lihat Tulang di Utara Rawa Jombor  

Lokasi tersebut akan dibangun taman wisata. Luasnya lebih kurang 10,3 hektare (ha) yang terdiri atas area eksisting 7,5 ha dan selebihnya lahan parkir dan pedestrian. Sementara, rencana induk memuat rencana proyek yang mencakup zona 1-3.

“Yang dibuat DED zona 1 dulu karena nanti yang dikerjakan pertama zona 1. Ke depan sambil berjalan dibuat DED zona 2 dan zona 3,” kata Heru.

Dia melanjutkan, hingga saat ini belum mendapat informasi mengenai lelang proyek. Idealnya, lelang proyek dilaksanakan setelah DED dan rencana induk rampung. Pihaknya bersama Kementerian PUPR, dan konsultan, menggelar pra-FGD kedua, awal Oktober lalu.

Baca Juga: Ternyata Ada Banyak Makam di Dasar Rawa Jombor Klaten

Saat itu lelang belum dilaksanakan. Kementerian PUPR akan menggelar FGD kedua di Kabupaten Wonogiri, Oktober ini. Namun, Heru mengaku belum mendapat kabar lebih lanjut.

“FGD kedua nanti melibatkan semua pihak terkait, termasuk warga di sekitar lokasi proyek. Sebelumnya sudah digelar uji publik dan FGD pertama,” imbuh Heru.

Dia tak memungkiri sebelumnya memprediksi lelang proyek dapat dilaksanakan Oktober ini. Jika proyek lancar pekerjaan fisik dapat dimulai setidaknya akhir November atau pada Desember 2021.

Baca Juga: Minimarket di Wonogiri Wajib Pasarkan Produk UMKM

Bupati Wonogiri, Joko Sutopo, mengharapkan hal itu terwujud. Saat ini Pemkab menunggu informasi lebih lanjut dari Kementerian PUPR mengingat proyek revitalisasi Wisata WGM dilaksanakan pemerintah pusat.

“Informasi yang kami terima dulu proyeknya multiyears [proyek tahun jamak] dimulai 2021 hingga 2023,” ulas Heru.

 

3 Zona

Data yang Solopos.com peroleh, lokasi proyek terbagi menjadi tiga zona. Zona satu area eksisting. Zona 2 merupakan lahan sisi barat area taman wisata seluas 115 ha. Zona 3 terdapat di sejumlah lokasi di Desa Sendang tak jauh dari area eksisting.

Baca Juga: Mahasiswa UNS Dorong Desa Purworejo Sragen Jadi Sentra Kambing Perah

Zona 1 dikerjakan 2021-2022, sedangkan zona 2 ha dan 3 dikerjakan 2022-2023. Proyek zona 1 terdiri atas dua tahap. Pekerjaan tahap I senilai Rp60 miliar, sedangkan tahap II Rp40 miliar. Estimasi anggaran pekerjaan zona 2 senilai Rp40 miliar. Sementara, zona 3 senilai Rp30 miliar.

Pada pengerjakan zona 2 diproyeksikan ada pembebasan lahan warga yang terdampak proyek. Terdapat dua opsi pembebasan, yakni opsi pertama pembebasan lahan seluas lebih kurang 1 ha dan opsi kedua pembebasan lahan seluas lebih kurang 2 ha.

Sebelumnya, Bupati Joko Sutopo, menyatakan akan merealisasikan opsi kedua. Hal itu supaya area yang dikerjakan bisa maksimal. Lelaki yang akrab disapa Jekek itu tak mempermasalahkan anggaran karena meyakini anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) akan mampu mengaver. Terlebih, anggaran yang dibutuhkan tak terlalu besar. Bupati memperkirakan anggaran untuk merealisasikan opsi kedua Rp3 miliar-Rp4 miliar.

Baca Juga: Menabung di Tabungan Bersama Boyolali, Berhadiah Ayla

“Lahan warga yang terdampak itu ada di dekat bibir waduk. Tanahnya tidak produktif dan tidak strategis. Saya kira warga tidak akan mempermasalahkan kalau nanti lahan diganti rugi,” tukas Bupati.

Sebagai informasi, Wisata WGM akan dirombak total untuk dijadikan wisata baru yang lebih spektakuler. Bahkan, wisata baru tersebut diklaim akan mirip Wisata Guatape Dam, Kolombia. Pengembangan juga mengarah ke barat. Lahan seluas 115 ha akan dibangun berbagai wahana dengan pemandangan WGM.

Kawasan wisata di Desa Sendang, Kecamatan Wonogiri yang tak jauh dari Wisata WGM turut dikembangkan.


Berita Terkait

Espos Plus

Edtech akan Untung Besar dengan Memperbanyak Kursus Daring

+ PLUS Edtech akan Untung Besar dengan Memperbanyak Kursus Daring

Sekolah informal seperti kursus dan pelatihan keterampilan tertentu akan semakin mengadopsi sistem daring. Penyelenggara edtech akan lebih untung jika masuk pasar kursus dan berbagai jasa pelatihan.

Berita Terkini

Solo Hari Ini: 9 Desember 2015, Momen Rudy-Purnomo Menangi Pilkada

Enam tahun lalu, tepatnya pada 9 Desember 2015, pasangan F.X. Hadi Rudyatmo-Achmad Purnomo, meraih 63% suara sekaligus memenangi Pilkada Kota Solo.

Pelaku Perampokan Pet Shop Klodran Karanganyar Teridentifikasi

Polisi sudah menyita sepeda motor pelaku dari kediamannya. Sementara, barang yang diduga pistol yang digunakan saat merampok masih dicari.

Kian Lengkap, Ini Tarif Paket Terbaru Desa Wisata Sumberbulu Mojogedang

Ada lima paket wisata yang ditawarkan pengelola Desa Wisata Sumberbulu, Mojogedang, Karanganyar kepada para wisatawan. Semuanya dipatok dengan harga menarik.

Mayat Perempuan Lansia Ditemukan di Sungai Craken Sragen

Perempuan lanjut usia ditemukan meninggal dunia di saluran Sungai Craken Sragen. Tak ada tanda-tanda penganiayaan pada tubuh korban.

Ibu-Ibu Jatisuko Karanganyar Dapat Pelatihan Menjahit dari Desa

Pemerintah Desa Jatisuko, Kecamatan Jatipuro, Karanganyar, berinisiatif menggelar pelatihan menjahit bagi ibu-ibu rumah tangga setempat untuk meningkatkan keterampilan mereka.

Innalillahi, Warga Matesih Karanganyar Ditemukan Membusuk di Rumahnya

Wardi, warga Dusun Sidodadi, Desa/Kecamatan Matesih, Karanganyar, ditemukan sudah membusuk di kamar rumahnya, Kamis (9/12/2021).

Gelar Sarjana Tak Jamin Lulus Seleksi Perangkat Desa Gabus Sragen

Sejumlah lulusan SMA atau sederajat memiliki total skor cukup tinggi dibandingkan peserta lulusan perguruan tinggi dalam Seleksi Perangkat Desa Gabus, Kecamatan Ngrampal, Sragen.

Misteri Peri Cantik Penggoda di TPU Bonoloyo Solo, Pernah Diisengin?

Ada mitos peri cantik penggoda di TPU Bonoloyo Solo yang kerap menyamar menjadi perempuang berbau wangi kamboja.

Sebelum Dibuang, Bayi Baru Lahir di Sukoharjo Dibekap Ibu Kandungnya

Dengan alasan malu karena telah melahirkan bayi hasil hubungan di luar nikah, seorang wanita berusia 20 tahun asal Nguter Sukoharjo tega membunuh anak kandungnya sendiri tersebut.

Kerap Picu Kecelakaan, Kerusakan Jalan Karangudi-Made Sragen Dikeluhkan

Kerusakan jalan Karangudi-Made, Ngrampal, Sragen, kerap memicu terjadinya kecelakaan lalu lintas.

Dimeriahkan Jikustik, HUT ke-160 De Tjolomadoe Pecahkan Rekor MURI

Peringatan HUT ke-160, De Tjolomadoe dimeriahkan Jikustik dan hadirnya rekor baru dari MURI.

Ekspedisi Ekonomi Digital, Pelayanan Prima Artugo Mudahkan Pelanggan

Di era serba digital, keinginan konsumen dalam memperoleh barang rumah tangga dinilai semakin kompleks.

Seperti Reuni, 15 PGOT Terciduk Kumpul Bareng di Rumah Kosong Sukoharjo

Sebanyak 15 pengemis, gelandangan, dan orang telantar (PGOT) terciduk tengah berkumpul di sebuah rumah kosong di Gembongan, Ngadirejo, Kartasura, Sukoharjo.

Ekspedisi Ekonomi Digital, Ini Cara Pelaku UKM Menjadi Member BNI Xpora

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk mendorong para pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM) yang tengah merintis dan berminat meningkatkan kapasitas bisnis di pasar global.

Tersetrum, Buruh Bangunan di Klaten Alami Luka Bakar Hingga 30%

Seorang pekerja bangunan tersetrum listrik di proyek pembangunan rumah salah satu warga di Kecamatan Jatinom, Klaten. Korban selamat dari maut, namun ia mengalami luka bakar hingga 30 persen di tubuhnya.

Warung Seafood Legenda di Semarang Belum Garap Online, Begini Alasannya

Di saat banyak pelaku usaha berlomba-lomba mulai menggarap pasar online di era serba digital ternyata masih ada pengusaha kuliner yang belum tertarik menggarap online food.