Debat Pilkada Sukoharjo : Etik Sebut Angka Kemiskinan di Sukoharjo Turun, Benarkah?


Solopos.com/Cahyadi Kurniawan

Solopos.com, SUKOHARJO -- Dua pasangan calon peserta Pilkada Sukoharjo, Etik Suryani-Agus Santosa (EA) dan Joko "Paloma" Santosa-Wiwaha Aji Santosa (Joswi) saling beradu program dalam debat publik putaran kedua yang digelar di Hotel Brothers Solo Baru, Sabtu (21/11/2020). Pada kesempatan itu, Joko Paloma berhalangan hadir karena sakit.

Dalam segmen keenam debat publik putaran kedua Pilkada Sukoharjo, Etik Suryani menyatakan satu dekade terakhir Sukoharjo mengalami lompatan luar biasa.

"PDRB [Produk Domestik Regional Bruto] naik dari Rp16 triliun ke Rp37 triliun, PAD [Pendapatan Asli Daerah] Rp64 miliar menjadi Rp459 miliar, tingkat pengangguran turun dari 7,4% menjadi 3,4%, tingkat kemiskinan turun dari 10,9 persen menjadi 7,1 persen," urai Etik seperti dipantau Solopos.com, Sabtu.

Faktanya, data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan PDRB Sukoharjo 2010 Rp16,357 triliun dan pada 2019 menjadi 36,927 triliun. Pada 2019, PDRB terbesar disumbang oleh industri pengolahan Rp14,388 triliun.

Tingkat Pengangguran Terbuka

Kemudian, jumlah PAD Sukoharjo dalam APBD 2010 Rp60,297 miliar. Pada ABPD 2019, Pemkab Sukoharjo menargetkan PAD Rp359,679 miliar dengan realisasi mencapai Rp458,752 miliar (127,54%).

Data BPS juga menunjukkan tingkat pengangguran terbuka (TPT) Sukoharjo pada 2010 sebesar 7,40 persen. Lalu, pada 2019 angka TPT turun menjadi 3,40 persen.

Selain itu, data BPS memperlihatkan rasio penduduk miskin Sukoharjo pada 2010 10,94 persen dengan jumlah penduduk miskin 90.200 jiwa. Jumlah itu menurun hingga 7,14 persen pada 2019 dengan jumlah penduduk miskin 63.550 orang.

 

Share
Dipublikasikan oleh
Rohmah Ermawati