Debat Pilkada Grobogan: Sri-Bambang Ditanya Covid-19 dan Pupuk
Debat Publik Pilkada Grobogan penajaman visi misi paslon Sri Sumarni dan Bambang Pujiyanto, yang diselenggarakan KPU Grobogan, Rabu (25/11/2020). (Solopos.com/Arif Fajar Setiadi)

Solopos.com, PURWODADI – Penanganan pandemi Covid-19 dan permasalahan pupuk di kalangan petani muncul dalam Debat Pilkada Grobogan 2020, yang diselenggarakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Grobogan, Rabu (25/11/2020) siang.

Debat Pilkada Grobogan yang digelar di salah satu hotel di Purwodadi, menghadirkan lima panelis dan pertanyaan dari masyarakat. Pasangan calon (paslon) Sri Sumarni dan Bambang Pujiyanto atau Sri-Bambang diberikan waktu dua menit untuk menjawab pertanyaan dari panelis.

Tim Panelis terdiri pakar politik dan pemerintahan Teguh Yuwono, dari IDI Jateng menunjuk Ketua IDI Grobogan dr. Telogo Wismo Agung Durmanto. Ada Eny Winaryati (cendekiawan), Muhammad Nanang Qosim (pemerhati budaya) dan Isnaini Nurnaningsih (pelaku UMKM).

Ada enam pertanyaan dari tim panelis dan satu dari masyarakat disampaikan kepada paslon Sri-Bambang dalam Debat Pilkada Grobogan. Namun karena keterbatasan waktu, ada pertanyaan dari panelis dan pertanyaan dari masyarakat yang kurang tuntas jawabannya.

Diduga Langgar Aturan Netralitas ASN, Begini Penjelasan Camat Giritontro Wonogiri

Calon Bupati Grobogan Sri Sumarni yang merupakan Bupati petahana mengaku sempat grogi ketika awal menjawab pertanyaan panelis. Namun setelah menguasai keadaan bisa lancar memberikan penjelasan.

‘’Iya sempat grogi jadi mungkin tadi saya salah [ngomong], karena saya sudah cuti [sebagai Bupati Grobogan]. Tapi alhamdulillah bisa saya jawab dengan lancar,” kata Sri Sumarni kepada media seusai Debat Pilkada Grobogan Penajaman Visi Misi Paslon Sri Sumarni dan Bambang Pujiyanto.

Pertanyaan soal kelangkaan pupuk dan sulitnya mendapatkan pupuk bersubsidi disampaikan oleh dua petani asal Grobogan dalam cuplikan video yang ditayangkan dalam debat tersebut.

‘’Sebenarnya, mengenai pupuk tidak ada masalah. Yang penting datang ke kelompok tani dan punya sawah pasti dapat pupuk. Pertanyaan ini memang cukup krusial. Kemudian soal UMKM kita sudah melakukan pembinaan. Termasuk pengembangan wisata,” tambah Sri Sumarni ketika hendak meninggalkan lokasi Debat Pilkada Grobogan.

Biar Pendapatan Naik, Peternak Perkutut Ramai Timba Ilmu di Tulung Klaten

Masih Normatif

Kemudian salah satu pertanyaan panelis adalah kebijakan penanganan Covid-19 di Kabupaten Grobogan apabila Sri Sumarni dan Bambang Pujiyanto terpilih. Hal ini mengingat beragam upaya dilakukan pemerintah, namun kasus Covid-19 masih tetap tinggi.

Pertanyaan tersebut dijawab calon Wabup Bambang Pujiyanto. Saat awal penanganan Covid-19, Bambang menjelaskan dirinya masih menjadi Direktur RSUD dr. R. Soedjati Soemodiardjo Purwodadi.

‘’Saat awal Covid-19 memang SDM dan sarpras belum siap. Dengan keterbatasan yang ada kami rawat pasien. Oleh karena itu kedepan perlu peningkatan sarpras, SDM, dan peningkatan fasilitas di rumah sakit-rumah sakit,” jelas Bambang Pujiyanto. Jawabannya terhenti karena keterbatasan waktu dalam Debat Pilkada Grobogan tersebut.

Duar! Tambah 12 Kasus Baru, Covid-19 di Grobogan Tembus 708

Salah satu panelis Debat Pilkada Grobogan, Teguh Yuwono menilai jawaban pasangan calon masih normatif dan belum menunjukan adanya trobosan untuk kemajuan Kabupaten Grobogan.

“Masih normatif, kendati jawabannya bisa lebih informatif sehingga memberikan edukasi kepada calon pemilih. Hal ini sesuai slogan yang diusung, Grobogan Semakin Hebat,” ujarnya kepada wartawan.

Sementara mengenai Debat Pilkada Grobogan, Ketua KPU Grobogan Agung Sutopo menyatakan hanya digelar sekali saja. Karena keterbatasan anggaran. “Iya [debat publik] hanya satu kali. Anggarannya terbatas,” ujar Agung.

 



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom