DBHCHT Karanganyar Rp13 Miliar Setahun, Petani Tembakau Dapat Bantuan Ini
Bupati Karanganyar, Juliyatmono, menyerahkan bantuan kendaraan roda tiga kepada petani tembakau di Jenawi, Senin (28/9/2020). (Solopos.com-Sri Sumi Handayani)

Solopos.com, KARANGANYAR -- Pemkab Karanganyar menyalurkan dua unit kendaraan roda tiga kepada dua kelompok petani tembakau di Kecamatan Jenawi.

Bantuan untuk petani tembakau Karanganyar tersebut dialokasikan dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) tahun 2020.

Bupati Karanganyar, Juliyatmono, menyebut Karanganyar menerima DBHCHT rata-rata Rp13 miliar per tahun.

Pencari Rongsokan Temukan Bayi di Gorong-Gorong Boyolali

Dana itu dibagikan kepada empat dinas terkait, yakni Dinas Kesehatan (Dinkes), Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Perikanan (Dispertan PP), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), dan Dinas Perdagangan Tenaga Kerja Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disdagnakerkop dan UKM).

"Sebagian besar kan untuk menopang BPJS Kesehatan. [Dana] lain dikembalikan ke petani yang terkait dengan cukai dan tembakau. Misalnya petani cengkih, tembakau, dan lain-lain," tutur Juliyatmono saat berbincang dengan wartawan di halaman Kantor Bupati Karanganyar, Senin (28/9/2020).

Pemkab Karanganyar menyerahkan bantuan dua unit kendaraan roda tiga kepada dua kelompok tani di Desa Jenawi, Kecamatan Jenawi, yakni kelompok tani tembakau Lestari Ngudi Makmur dan kelompok tani tembakau Dadi Ngremboko.

Bantuan Secara Bertahap

Bupati menyampaikan belum semua kelompok tani tembakau di Kabupaten Karanganyar mendapat bantuan.

Viral Kisah "Luna Maya" Nenek 62 Tahun Menikah dengan Pemuda 26 Tahun

Petani tembakau di Kabupaten Karanganyar tersebar di enam kecamatan, yakni Jenawi, Jatiyoso, Ngargoyoso, Tawangmangu, Jumapolo, dan Colomadu.

"Bantuan nanti bertahap. Kami juga melihat kebutuhan kelompok tani. [Peralatan] apa saja yang harus dilengkapi. Misalnya, mesin rajang, alat penjemur, pelatihan merajang dan menjemur daun, dan lain-lain. Alat yang diberikan ini jangan dijual," ujar Bupati saat memberikan sambutan di hadapan petani penerima bantuan.

Kepala Dispertan PP Kabupaten Karanganyar, Siti Maisyaroch, menyampaikan pemerintah berupaya menambah luas lahan untuk menanam tembakau di Kabupaten Karanganyar.

"Kami upaya bertambah. Luasan lahan tembakau memengaruhi nilai DBHCHT. Di Dispertan PP ini DBHCHT dialokasikan untuk kendaraan roda tiga, alat penjemur, dan perajang," tutur dia.

Bapak Perkosa Anak Diamuk Massa Lalu Tewas Dikeroyok di Penjara

Sementara itu, salah satu petani penerima bantuan dari kelompok tani tembakau Dadi Ngremboko, Waseso, menyampaikan kelompok itu berdiri sejak tahun 2017.

Petani Juga Menanam Palawija

Satu kelompok terdiri dari 15 petani tembakau dengan luas lahan tujuh hektare. Selain menanam tembakau, mereka juga menanam palawija.

Waseso mengaku keuntungan menanam tembakau lebih banyak ketimbang palawija. Dia menyampaikan harga jual tembakau kering rajang kepada PT Sadhana Arifnusa Rp7.000 per kilogram hingga Rp8.000 per kilogram.

"Kami tidak punya sawah. Hanya ladang. Lebih menguntungkan tanam tembakau. Tetapi kan satu tahun hanya bisa tanam satu kali karena kami menunggu musim kemarau. Kalau musim hujan hasilnya tidak bagus. Kami tanam Maret sampai April lalu rampung panen Agustus hingga September," ungkap dia saat berbincang dengan wartawan seusai menerima bantuan.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom